Iklan Atas Zona Muslim

Takhrij Hadits, Doa Masuk Bulan Rajab dan Syaban
4/ 5 stars - "Takhrij Hadits, Doa Masuk Bulan Rajab dan Syaban" Ada sebuah doa yang hampir seluruh ummat islam atau sebagian besar umat islam sudah menghafalkannya adalah doa memasuki bulan Rajab. Ham...

Takhrij Hadits, Doa Masuk Bulan Rajab dan Syaban

Admin

Ada sebuah doa yang hampir seluruh ummat islam atau sebagian besar umat islam sudah menghafalkannya adalah doa memasuki bulan Rajab. Hampir menjadi tradisi setiap memasuki bulan rajab di masjid-masjid terkumandang doa ini.

Berikut ini bunyi doanya sesuai teks Hadits :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ»

“Adalah Rasulullah jika masuk bulan Rajab, Beliau membaca doa : “Ya Allah berikan keberkahan kepada kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah (umur kami) hingga menjumpai bulan Ramadhan”.

Takhrij Hadits :

Hadits ini ditakhrij oleh : Imam Ahmad dalam “Musnad” (no. 2228) namun lafadz “وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ” diganti dengan “وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ”, Imam Thabrani dalam “Mu’jam Ausath” (no. 4086) & dalam “Ad Duaa’ (no. 837), Imam Baihaqiy dalam “Syu’abul Iman (no. 3654) & “Fadhooilul Auqoot” (no. 14), Imam Abu Nu’aim dalam “Al-Hilyah” (6/369), Imam Ibnu ‘Asaakir dalam “Mu’jam” (1/161), Imam Ibnu Sunniy dalam “’Amalul Yaum wal Lailah” (no. 658) dan Imam Ibnu Abid Dunya dalam “Fadhooilul Ramadhon” (1/2) semuanya dari jalan :

Zaidah bin Abir Ruqood dari Ziyaad An Numairiy dari Anas bin Malik ia berkata : sama seperti hadits diatas.

Kedudukan Sanad :

1. Abu Muadz Zaidah bin Abir Ruqood (penduduk Bashroh) Komentar ulama :

✓ Imam Bukhori menilaianya : “Mungkarul Hadits".

✓ Imam Abu Dawud mengatakan : “aku tidak mengenal haditsnya".

✓ Imam Nasa’I menilainya : “aku tidak tahu siapa dia".

✓ Imam Ibnu Hibban menilaianya : “meriwayatkan hadits-hadits Mungkar dari perowi-perowi yang masyhur, tidak dapat dijadikan hujjah haditsnya dan tidak ditulis haditsnya, melainkan sebagai penguat saja".

✓ Hanya Imam Al Bazaar yang memberikan penilain positif kepadanya dengan komentarnya : "tidak mengapa, kami hanya menulis haditsnya selama kami tidak mendapati perowi lainnya".

Demikian rangkuman komentar Aimah seperti yang dikumpulkan oleh Imam Al Mizzi dalam “Tahdzibul Kamal” dan juga Imam Ibnu Hajar dalam “Tahdzibut Tahdzib”.

Kesimpulannya :

sebagaimana yang ditulis oleh Al Hafidz dalam “At Taqriib” ia Mungkarul hadits. Berarti menunjukkan haditsnya sangat lemah sekali, tidak dapat digunakan sebagai penguat, lebih-lebih kalau ia sendirian tidak bisa dijadikan hujjah.

2. Ziyaad bin Abdullah An Numairiy (Tabi’I kecil penduduk Bashroh) Komentar ulama :

✓ Imam Ibnu Ma’in menilaianya : “lemah haditsnya".

✓ Imam Abu Hatim mengatakan : "ditulis haditsnya, tidak dijadikan hujjah".

✓ Hanya Imam Ibnu Hibban yang memasukkannya dalam deretan perowi tsiqot dalam kitabnya “Ats-Tsiqoot”, namun beliau berkomentar, “ia keliru, namun ia seorang ahli ibadah".

Akan tetapi beliau menulisnya lagi dalam kitab “Al Majruhiin” dan mengomentarinya, "Mungkar haditsnya, ia meriwayatkan dari Anas suatu hadits yang tidak menyerupai haditsnya perowi tsiqoh dan Ibnu Ma’in mematrukannya".

Demikian rangkuman komentar Aimah seperti yang dikumpulkan oleh Imam Al Mizzi dalam “Tahdzibul Kamal” dan juga Imam Ibnu Hajar dalam “Tahdzibut Tahdzib”.

Kesimpulannya :

sebagaimana yang ditulis oleh Al Hafidz dalam “At Taqriib”, "ia perawi yang Dhoif".

3. Abu Hamzah Anas bin Malik , sahabat mulia yang masyhur.

Kesimpulan Sanad Hadits :

Hadits ini Sangat Dhaif sehingga tidak dapat diamalkan, sekalipun dalam masalah Fadhoilul Amal, karena ulama yang membolehkannya, mempersyaratkan bahwa haditsnya adalah dhoif yang ringan, sehingga berdasarkan requirement mereka hadits ini tidak dapat dijadikan Fadhoilul amal, terlebih lagi bagi ulama yang mempersyaratkan haditsnya minimal hasan untuk dapat dipergunakan beramal. Wallohu A’lam

Nama-Nama Ulama yang Melemahkan Hadits Ini :

1. Imam Baihaqi dalam “Syu’abul Imam” (no. 3815) berkata :

"Ziyaad bersendirian dalam riwayatnya begitu juga Zaidah, Imam Bukhori berkata : “Zaidah Abir Ruqood dari Ziyaad An Numairiy, Mungkarul Hadits".

2. Imam Al Haitsami dalam “Majma'u az-Zawaaid”, berkomentar :

"didalam sanadnya ada Zaidah bin Abir Ruqood, Imam Bukhori berkata tentangnya, mungkarul hadits dan para ulama me-majhul-kannya".

3. Imam Ibnu Muflih dalam “Masyaikh Abu Thohir” (no. 7) berkata : "sanadnya sangat lemah".

4. Imam Al Albani dalam beberapa kitabnya mendhoifkannya.

5. Imam Ibnu Utsaimin dalam “Liqoo” dengan komentarnya : "hadits ini juga diperbincangkan statusnya".

6. Asy-Syaikh Abu Ishaq Al Huwainiy dalam “fatwanya” (1/168) beliau menilainya sebagai hadits mungkar. 7. Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth dalam “Ta’liq terhadap Musnad Ahmad” dengan perkataannya, "Sanadnya lemah".

8. dll.

[Diambil dari facebook Abu Sa'id Neno Triyono]

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru