Iklan Atas Zona Muslim

Sisi Persamaan Seorang Mukmin Dengan Sebatang Pohon Kurma
4/ 5 stars - "Sisi Persamaan Seorang Mukmin Dengan Sebatang Pohon Kurma" Dalam sebuah hadits shaih Rasulullah memberikan perumpamaan seorang mukmin seperti sebatang pohon kurma (lihat kitab al-jamiushaghir kary...

Sisi Persamaan Seorang Mukmin Dengan Sebatang Pohon Kurma

Admin

Dalam sebuah hadits shaih Rasulullah memberikan perumpamaan seorang mukmin seperti sebatang pohon kurma (lihat kitab al-jamiushaghir karya imam As-Suyuti, 8145). Lalu apa rahasia perumpamaan ini? Berikut ini adalah sisi persamaan seorang mukmin dengan sebatang pohon kurma dalam hal kemanfaatan

Sisi Kemanfaatan Buah kurma

Buah kurma adalah buah yang paling bermanfaat di antara buah-buahan lainnya di seluruh dunia. Bisa dimakan sebagai buah dan bisa dicampur dengan obat-obatan dan sirup. Satu kilogram kurma yang kualitasnya baik akan memberi tiga ribu satuan kalori kepada manusia. Sebanding dengan tenaga yang dibutuhkan untuk aktivitas sepanjang hari. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik untuk pertumbuhan serta berfungsi untuk mencegah penyakit mata dan kulit. Juga vitamin B1 dan B2 yang sangat penting untuk melindungi jaringan syaraf.

Beberapa analis ilmu tumbuhan dan makanan mengadakan eksperimen tentang itu. Mereka memberi makan sejumlah tikus dengan gula saja untuk beberapa saat dan memberi makan sejumlah tikus yang lainnya dengan kurma kering. Setelah diberi makan kurma secara rutin, dalam waktu yang cukup lama, pada kelompok pertama tampak indikasi-indikasi kekurangan vitamin. Sedangkan pada kelompok kedua tidak tampak sama sekali tanda-tanda sakit. Dari sini kita bisa mengerti mengapa orang-orang Badui kadang menjadikan kurma sebagai makanan pokok untuk waktu yang cukup lama. Kurma mengandung zat yang berperan membangun tubuh manusia, menguatkan otot-otot dan memperbaharui darah. Telah terbukti bahwa setiap seratus gram kurma yang sudah dibuang bijinya mengandung:

1. 40 mg fosfor, padahal buah-buahan yang lain seperti anggur, mangga, alpokat, dan lain-lain, dalam seratus gramnya mengandung 30 mg dan seringkali kurang dari itu.

2. 1,1 mg kalsium. Ini adalah persentase yang besar sekali jika dibandingkan dengan kadar yang dikandung buah-buahan yang lain.

3. 4,5 mg zat besi. Ini adalah persentase besar yang tidak terdapat pada buah-buahan yang lain.

4. 63 mg magnesium padahal dalam seratus gram buah berangan (chestnut) terdapat tidak lebih dari 10 mg.

Sebuah majalah kedokteran menegaskan bahwa dengan banyak memakan kurma, seorang Badui dapat menghindari penyakit TBC. Di samping itu, kurma juga sarat dengan zat-zat gula seperti glukosa (gula anggur), sakarosa (gula tebu), lipolosa (gula buah-buahan). Secara umum, kurma merupakan sarapan bagi tubuh, penyegar limpa, juga termasuk buah penambah selera makan.

Batangnya.

Bisa digunakan sebagai tiang rumah dan juga bisa dipotongpotong untuk keperluan lain.

Daunnya.

Bisa dibuat keranjang atau berbagai macarn bejana dan tikar.

Serabut dan seratnya.

Biasa digunakan oleh pemburu untuk membuat jaring perangkap; dan serabutnya digunakan orang sebagai bahan pengawet barang vang disimpan.

Bijinya.

Biji yang sudah dipisahkan dari buah bisa ditanam atau untuk makanan ternak.

Jantung pohon kurma.

Bisa dimakan, warnanya putih, lembek dan enak rasanya, serta menyehatkan.

Masa produktifnya.

Manfaat pohon kurma tidak pernah berhenti secara total. Apabila salah satu manfaatnya berhenti, masih banyak manfaat lain, bahkan meskipun berhenti selama setahun, manusia masih bisa memanfaatkan pelepah, serat dan daunnya.

Sisi-sisi kemanfaatan seorang rnukmin adalah sebagai berikut:

1. Lisan Seorang Mukmin

Tidak berbicara kecuali pembicaraan yang akan mendatangkan manfaat yang merata. Kita mendapati lisannya senantiasa membaca Kitabullah, melantunkan hadits Rasul saw., menasihati orang lain, dan jauh dari ghibah. Mengeluarkan kalimat yang baik pada tempat yang baik; tidak membual dan mencela orang lain; tidak berbicara kotor dan seronok; jauh dari kemunafikan dan perselisihan; serta tidak banyak berdebat, bahkan lisannya senantiasa basah dengan dzikrullah.

2. Pemikiran Seorang Mukmin

Pemikirannya senantiasa konsisten terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi saw., tidak terpengaruh oleh kejahiliyahan yang mendominasi sistem perundang-undangan, tidak terwarnai shibghah atheisme dan sekularisme, buah pikirannya bisa diterima dan dimanfaatkan banyak orang.

3. Aktivitas Seorang Mukmin

Tidak beraktivitas kecuali disertai niat karena Allah. Dia belajar karena terdorong sabda Nabi saw., "Menuntut ilmu adalah kewaiiban bagi setiap muslim."

Ia békerja karena terdorong sabda Nabi saw., "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah."

Dia menyambung silaturrahim karena terdorong sabda Rasulullah saw.,

"Ar-Rahim itu bergayut di Arsy Allah Yang Maha Rahman seraya berseru, ”Barangsiapa menyambungku, Allah akan menyambungnya dan Barangsiapa memutuskan aku, Allah akan memutuskannya."

Ia berjihad untuk menegakkan kewajiban jihad seperti yang telah disabdakan Rasulullah saw.,

"Surga berada di bawah naungan pedang."

Dia beraktivitas memakmurkan dunia untuk merealisasikan firman Allah, ”Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. " (Hud: 61)

Dia bersilaturrahim kepada saudara seagama untuk merealisasikan firman Allah dalam hadits Qudsi,

”Akan mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mengunjungi demi mencari ridha Allah."

Pendek kata, setiap aktivitas yang digeluti seorang mukmin dengan disertai niat, pasti akan membuahkan sesuatu yang berguna.

4. Qalbu Seorang Mukmin

Qalbu seorang mukmin putih bersih bagaikan mutiara yang tidak ternodai walau oleh setitik noda hitam. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman; penuh kasih kepada kaum fakir; senantiasa memperbarui keimanan demi melaksanakan sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya iman di dada salah seorang di antara kamu itu akan lusuh sebagaimana lusuhnya baju, maka mohonlah kepada Allah Yang Maha Suci agar memperbarui iman di dada kalian.” Qalbu mukmin adalah bejana ma'rifah yang menyerap kebaikan-kebaikan dan tidak tersusupi kebatilan setitik pun, dan qalbu mukmin sangat lapang mencakup semua kaum muslimin.

5. jiwa Seorang Mukmin

Seorang mukmin memiliki jiwa yang tenang dan tenteram, tidak guncang karena musibah-musibah yang menderanya, sebab dia mengimani qadha dan qadar Allah. Dia senantiasa khusyu', tunduk, dan tidak marah kecuali bila larangan Allah disepelekan. Ia bersikap tawadhu' dan ramah terhadap sesama mukmin, serta suka memberikan pertolongan kepada orang lain pada setiap waktu.

6. Usia Produktif Seorang Mukmin

Begitu juga seorang mukmin, tidak pernah lepas dari sifatsifat kebaikan. Jika dia pelit dalam satu segi kebaikannya, ia bermurah hati dalam segi lain. Misalnya, jika seorang mukmin tidak mau berbicara, orang lain akan mengambil manfaat dari sikap diam yang mencerminkan keimanannya. Pertemuan dengan seorang mukmin merupakan satu keuntungan bagimu, karena sekedar melihat dirinya akan mengingatkanmu pada Alloh ta'alaa. (Min asalibir Rasul fit Tarbiyah: 143-148)

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru