Iklan Atas Zona Muslim

Menjadi Pewaris Para Nabi dengan Ilmu
4/ 5 stars - "Menjadi Pewaris Para Nabi dengan Ilmu" Ulama adalah pewaris para Nabi. Keberadaannya mewakili para nabi yang telah tiada. Keutamaannya meninggi layaknya rembulan dibandingkan ...

Menjadi Pewaris Para Nabi dengan Ilmu

Admin

Ulama adalah pewaris para Nabi. Keberadaannya mewakili para nabi yang telah tiada. Keutamaannya meninggi layaknya rembulan dibandingkan bintang. Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda:

وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءَ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَـمْ يُوَرِّثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Dan keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah, bagai rembulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, (tetapi) mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mampu mengambilnya, berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak.” (Sunan At-Tirmidzi, no. 2682)

Faidah Hadits

1. Ilmu yang diturunkan Allah kepada RasulNya berupa keterangan dan petunjuk. Para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham akan tetapi sesungguhnya mereka mewariskan ilmu. Maka setiap kali seorang hamba mengambil bagian ilmu yang banyak maka dia telah mengambil bagian warisan kenabian dengan bagian yang banyak.

2 Jika harus menyebutkan keutamaan ilmu syar’i dan pemiliknya, maka sungguh kita akan menemukan begitu banyak ayat dan hadits yang menyebutkan tentang keutamaannya.

Ilmu itu abadi, sedangkan harta adalah fana (akan sirna)

Contohnya adalah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia termasuk sahabat yang faqir sehingga ia pernah terjatuh pingsan karena menahan lapar, tetapi nama beliau banyak disebut-sebut hingga sekarang? Semua itu bukanlah disebabkan karena kekayaan beliau, akan tetapi semua itu karena ilmu beliau.

3. Ilmu adalah jalan menuju surga

Sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ومَنْ سَلَكَ طَريقاً يَلتَمِسُ فِيه عِلماً ، سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَريقاً إلى الجَنَّةِ

“Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

4. Ilmu tidak akan membuat lelah pemiliknya dalam menjaganya, karena tempat ilmu adalah di dalam hati, sehingga hal itu tidak membutuhkan kotak khusus ataupun kunci khusus untuk menjaganya.

Kebaikan seseorang dinilai dari pemahaman dan pengamalan dari ilmu syariat yang dimiliki.

Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya faham tentang agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan hidup seorang hamba

Karena dengan ilmu, seorang hamba akan mengetahui bagaimana seharusnya beribadah kepada Rabb-nya dan bagaimana cara bergaul dengan sesama hamba-Nya.

6. Ayat berikut menunjukkan bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada hamba-hambaNya untuk mengilmui agama yang diyakininya, tidak cukup beragama hanya dengan modal semangat, oleh karena itu Jadwal kan dalam sehari satu jam saja untuk taklim ikut pengajian di Ahad Subuh. Satu jam tersebut dalam seminggu tidak ada apa apanya karena dalam seminggu kita dianugerahi 168 (24×7 hari) jam. Kemuliaan agama seseorang akan tetap terjaga bila masih ada semangat mencari ilmu. Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan untuk dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 19)

Allah Ta’ala juga berfirman

فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Sepatutnya ada sekelompok orang dari masing-masing golongan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila dia telah kembali kepada mereka, supaya mereka dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru