Iklan Atas Zona Muslim

Ini Dia Biografi dan Profil Syaikh Ali Jaber
4/ 5 stars - "Ini Dia Biografi dan Profil Syaikh Ali Jaber" Salah satu tokoh nasional yang namanya cukup popular di Indonesia adalah syaikh Ali Jabir. Meskipun bukan orang Indonesia asli namun meto...

Ini Dia Biografi dan Profil Syaikh Ali Jaber

Admin
Mengenal Biografi syaikh ali jaber

Salah satu tokoh nasional yang namanya cukup popular di Indonesia adalah syaikh Ali Jabir. Meskipun bukan orang Indonesia asli namun metode dakwahnya mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Siapa beliau sebenarnya? Yuk kita simak biografi singkatnya dibawah ini.

Nama Lengkap

Syekh Ali lahir di Madinah dengan nama Ali Saleh Muhammad Ali Jaber. Ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Kota Nabi.

Ali Jaber menempuh Pendidikan formal dan nonformal, masuk Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah lalu kemudian melanjutkan mulazamah (melazimi) pela­jaran-pelajaran Al-Qur’an di Masjid Nabawi, Madinah.

Ali Jaber punya 9 saudara yang semuanya laki-laki. Lahir di keluarga yang sangat agamis membuat ia menekuni ilmu agama dari kecil.

Ayah Syekh Ali sangat disiplin untuk mengajarkan ia dan saudara-saudaranya perihal salat dan membaca Al-quran. Tak segan Syekh Ali kecil dipukul saat tidak melaksanakan salat fardhu.

Sudah Hafal Al-quran di usia 11 tahun

Besar dalam didikan yang religius tak mengherankan jika kemudian Syekh Ali jatuh cinta dengan ilmu pengetahuan tentang Islam dan Al-quran. Di usianya yang masih sangat belia, 11 tahun, ia sudah mengkhatamkan hafalan Al-quran 30 juz.

Karena hal itulah, ia mulai berdakwah dari satu masjid ke masjid lain. Selama di Madinah, ia aktif sebagai guru tahfizh Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid kota Madinah.

Perjalanan dakwah ke Indonesia pada tahun 2008

Tak hanya di negeri sendiri, Syekh Ali juga melebarkan sayap dakwahnya ke Indonesia pada tahun 2008. Di tahun yang sama ia menikah dengan seorang gadis asal Lombok bernama Umi Nadia, yang sudah lama tinggal di Madinah.

Di Lombok awalnya Syekh Ali menjadi Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin dan guru tahfidz di Islamic Centre masjid yang sama. Setelah Lombok, kota yang dikunjungi sang syekh adalah Ibukota Jakarta. Setelah salat magrib di Masjid Sunda Kelapa, Syekh Ali diminta mengimami salat tarawih. Sejak saat itulah Syekh Ali mendapat kepercayaan dan tempatberdakwah yang baru.

Mulai Belajar bahasa Indonesia dan jadi seorang WNI

Untuk berkomunikasi dengan para warga, Syekh Ali akhirnya belajar Bahasa Indonesia. Jatuh cinta dengan tanah air dan tetap ingin menyebarkan dakwah, pada akhir 2012, dia dianugerahkan kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Resmi berganti kewarganegaraan membuat Syekh Ali semakin padat jadwal dakwah. [Berbagi semangat]

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru