Iklan Atas Zona Muslim

Tingkatan Orang-orang Yang Beriman
4/ 5 stars - "Tingkatan Orang-orang Yang Beriman " Pada dasarnya setiap orang Beriman adalah mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah, hal ini seperti disebutkan didalam s...

Tingkatan Orang-orang Yang Beriman

Admin

Pada dasarnya setiap orang Beriman adalah mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah, hal ini seperti disebutkan didalam surat Ali Imaran ayat 139, "Wahai orang mukmin janganlah kalian merasa hina dan jangan bersedih. Derajat kalian lebih tinggi dari orang-orang kafir, jika kalian benar-benar beriman." Namun kemuliaan itu bertingkat-tingkat beradsarkan pemiliknya. Dalam hal ini ada 7 tingkatan iman yang harus kita pahami.

1. Iman para malaikat bersifat tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang. Mereka tidak pernah durhaka kepada Allah SWT terhadap apa yang Dia SWT perintahkan kepada mereka dan selalu melakukan apa yang diperintahkan, dan mereka ada beberapa tingkatan.

2. Iman para Nabi SAW dan rasul -'alaihimush shalatuh was salaam- selalu bertambah dan tidak berkurang karena sempurnanya ma'rifah mereka kepada Allah SWT, dan mereka terdiri dari beberapa tingkatan.

3. Iman seluruh kaum muslimin, bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat, dan mereka terdiri dari beberapa tingkatan dalam iman. Dan iman ada beberapa tingkatan:

Permulaan tingkatan iman adalah menjadikan seorang muslim menunaikan ibadah kepada Allah SWT, menikmati dan menjaganya. Dan untuk membina hubungan baik terhadap orang yang lebih tinggi derajatnya atau yang sederajat dengannya, ia membutuhkan keimanan yang lebih kuat yang menghalanginya dari berbuat zalim kepada dirinya sendiri dan orang lain. Dan untuk membina hubungan baik terhadap orang yang di bawahnya seperti pemimpin kepada rakyatnya dan laki-laki kepada keluarganya, dia membutuhkan iman yang lebih kuat yang menghalangi berbuat zalim kepada orang yang dibawahnya. Setiap kali iman bertambah niscaya keyakinan bertambah dan bertambah pula amal shaleh. Jadilah seorang hamba menunaikan hak Allah SWT dan hak hamba-hamba-Nya. Dia berakhlak baik bersama Yang Maha Pencipta (Allah SWT) dan bersama yang diciptakan (semua makhluk). Ini adalah kedudukan tertinggi di dunia dan akhirat.

4. Setiap hamba terus berjalan, tidak berhenti. Bisa ke atas, bisa pula ke bawah, bisa ke depan dan bisa pula ke belakang. Dalam tabiat dan syari'at tidak ada yang berhenti sama sekali. Maka bagi setiap hamba, ini merupakan tahapan yang dilintasi dengan cepat menuju ke surga atau neraka. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Ada yang berada di depan dan ada yang di belakang. Dan sama sekali tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Tetapi mereka berbeda pada arah jalanan, dan pada kecepatan dan lambat. siapa yang tidak bergerak maju ke surga dengan iman dan amal shaleh, maka

5. dia pasti bergerak mundur ke belakang ke neraka dengan kufur dan amal-amal jahat. Firman Allah SWT:

نَذِيرًا لِلْبَشَرِ﴿٣٦﴾ لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ﴿٣٧﴾

“Sebagai ancaman bagi manusia. (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. (QS. Al-Muddatstsir: 36-37)

6. Orang-orang beriman saling berbeda padanya dengan perbedaan besar. Iman para nabi dan rasul bukan seperti iman selain mereka. Iman para sahabat bukan seperti iman selain mereka. Iman orang-orang beriman yang shaleh tidak seperti iman orang-orang fasik. Perbedaan ini menurut apa yang ada di dalam hati yaitu pengetahuan terhadap Allah SWT, asma`, sifat, perbuatan-Nya, dan apa yang Dia syari'atkan kepada hamba-hamba-Nya, takut dan taqwa kepada Allah SWT. Dan perbedaan nuur (cahaya) laa ilaaha illAllah SWT (tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT) di hati para pemiliknya, tidak ada yang bisa menghitungnya selain Allah SWT.

7. Makhluk yang paling mengenal Allah SWT adalah yang paling cinta kepada-Nya. Karena inilah para rasul adalah yang paling besar cintanya kepada Allah SWT dan paling mengagungkan-Nya. Mencintai Allah SWT, zat, ihsan, keindahan, dan kebesaran-Nya adalah dasar ibadah. Setiap kali cinta bertambah kuat, niscaya taat lebih sempurna, pengagungan kepada-Nya lebih besar dan kesenangan dan dekat kepada Allah SWT lebih sempurna. Wallahu a'lam.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru