Iklan Atas Zona Muslim

Jenderal Talut, Pahlawan Bani Israil yang Disia-Siakan
4/ 5 stars - "Jenderal Talut, Pahlawan Bani Israil yang Disia-Siakan" Kisah Jendral Talut yang merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Israil. Sejarah tentang dirinya berkaitan dengan sebuah ...

Jenderal Talut, Pahlawan Bani Israil yang Disia-Siakan

Admin

Kisah Jendral Talut yang merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Israil. Sejarah tentang dirinya berkaitan dengan sebuah benda berupa peti yang konon berpengaruh besar terhadap semangat bangsa Bani Israil. Benda pemberian Allah itu disebut tabut.

Alkisah, tabut merupakan benda yang sangat besar artinya bagi bangsa Bani Israil sejak Zaman Nabi Musa AS hingga jauh sampai jaman sesudahnya. Tabut mempunyai pengaruh seperti benda keramat. Jika melihat tabut, hati bangsa Bani Israil menjadi tenang dan damai walau sedang menghadapi perang yang dahsyat sekali pun. Bahkan, mereka menjadi mampu memukul mundur pihak lawan dan mengalahkannya. Tabut juga telah mempersatukan hati penduduk Bani Israil sehingga segala perselisihan dapat terpecahkan dan mereka dapat hidup dengan tenteram.

Keadaan berubah setelah Nabi Musa meninggal. Kaum Bani Israil tidak lagi menjalankan ketentuan-ketentuan agamanya dengan sungguh-sungguh. Mereka seperti lupa akan ajaran yang telah disampaikan oleh Nabi Musa AS. Dalam keadaan seperti itu, bangsa Filistin (Palestin) di bawah pimpinan Jalut menyerang Bani Israil dan Bani Israil berhasil dikalahkan. Keadaan kaum Bani Israil semakin sengsara setelah peristiwa tersebut. Mereka bercerai-berai, hidup terpisah dari orang-orang yang mereka cintai. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang muncul untuk memimpin rakyat dan mengatasi keadaan tersebut.

Suatu hari, Allah memberikan petunjuk jalan keluar bagi bangsa Bani Israil. Petunjuk tersebut disampaikan melalui Samuel, seorang pemuka agama di kalangan Bani Israil. Dalam petunjuknya, Allah memerintahkan Samuel untuk mencari seseorang bernama Talut dan mengangkatnya menjadi raja atau pemimpin dari segenap kaum Bani Israil. Kepemimpinannya akan mempersatukan kembali kekuatan bangsa Bani Israil yang telah tercerai berai dan dapat mendapatkan kembali kemerdekaan mereka dari bangsa Palestin.

Setelah mendapat petunjuk tersebut, Samuel mencari tahu keberadaan Talut. Samuel tidak menemukan Talut dalam kalangan bangsawan dan turunan raja-raja. Samuel tidak tahu ataupun mengenal seseorang yang bernama Talut di kalangan Bani Israil. Tetapi, Allah memerintahkan Samuel agar tidak ragu-ragu mengangkat Talut menjadi pemimpin dan memerintahkan agar kaum Bani Israil tunduk pada perintahnya.

Ternyata, Talut adalah seorang anak kampung. Dia bukanlah anak dari seorang yang kaya. Bahkan, ia hidup sengasara. Hanya saja, ia dianugerahi oleh Allah dengan badan yang kuat dan sehat, pemikiran yang cerdas dan tajam, serta hati yang bersih dan suci. Di desa, ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai petani dan peternak.

Suatu hari, Allah mempertemukan Samuel dengan Talut. Saat itu juga, Samuel tidak ragu lagi bahwa Talut merupakan raja yang cocok untuk mempersatukan Bani Israil, maka disampaikanlah perintah Allah yang diturunkan kepadanya para Talut.

"Allah telah memilihmu untuk menjadi raja bagi bangsa Israel untuk mempersatukannya kembali dan menyusun kekuatan untuk menggempur musuh" ujar Samuel kepada Talut.

Talut menjawab, "Apakah saya akan menjadi pemimpin mereka? Saya ini keturunan orang yang miskin, bagaimana saya bisa menjadi pemimpin bangsa yang besar seperti Bani Israil?

Samuel lalu menjelaskan, "Ini adalah petunjuk Allah, engkau harus mensyukurinya dan membulatkan pikiran untuk memimpin perjuangan besar ini."

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Talut pun bersedia maju sebagai pemimpin. Keduanya kemudian pergi bersama menemui bangsa Bani Israil. Di depan kaumnya, Samuel mengumumkan bahwa Talut akan memimpin Bani Israil supaya dapat merebut kembali kemerdekaan dari tangan musuh.

Kemunculan Talut ini ditentang oleh kaum Bani Israil.

"Mengapa bukan bangsawan yang menjadi raja? Di sini orang-orang yang lebih pantas memimpin kami, keturunan Nabi dan rasul, keturunan pemimpin dan raja pula." ujar mereka.

Samuel lalu menjelaskan bahwa untuk menjadi panglima perang dan pemimpin, seseorang tidak harus berlimpah harta atau memiliki garis keturunan raja dan bangsawan. Bangsa Bani Israil masih menentang Samuel dan meminta bukti dari petunjuk Allah tersebut.

Samuel pun berkata, "Pergilah ke kota sekarang! Kamu semua akan melihat tabut yang telah hilang. Itulah bukti yang dijanjikan Allah!"

Rakyat pun berbondong-bondong pergi ke kota. Di sana, mereka melihat tabut yang selama ini hilang. Akhirnya, mereka pun mau menerima talut sebagai raja Bani Israil.

Talut pun segera mengerahkan rakyatnya untuk bersatu melawan bangsa Palestin dan mendapatkan kemerdekaan mereka kembali. Talut langsung meminta kesungguhan bagi mereka yang ingin menjadi tentara. Orang yang ragu-ragu tidak dimasukannya dalam pasukan. Talut ingin pasukannya terdiri dari orang-orang yang bertekad kuat dan bersungguh-sungguh dalam berjuang. Apalagi, yang akan mereka hadapi adalah pasukan bangsa Palestin yang jumlahnya besar dan dipimpin oleh seorang komandan bertubuh besar yang bernama jalut.

Jendral Talut kemudian melatih fisik pasukannya. Dalam latihan-latihan fisik yang berat itu, para tentara yang niatnya tidak kuat satu-satu berguguran mengundurkan diri. Jendral Talut cemas melihat pasukannya yang semakin sedikit, tetapi ia tetap mengobarkan semangat dan menguatkan ketetapan hati pasukannya.

Akhirnya, pasukan Bani Israil di bawah pimpinan Jendral Talut menyerang pasukan Palestina pimpinan jalut. Walaupun berjumlah sedikit, pasukan Bani Israil menyerang dengan sengit dalam perang yang menggunakan tombak dan lembing itu. Kabar mengenai peperangan dan keinginan Talut untuk merebut kembali kemerdekaan Bani Israil terdengar sampai ke pelosok-pelosok desa.

Suatu hari, ada seorang anak dari desa ingin bergabung dengan pasukan Bani Israil berjuang di medan perang, Daud namanya. Talut menolaknya karena Daud masih di bawah umur. Tetapi, Daud tetap pada pendiriannya. Ia ingin berada di garis medan pertempuran bersama para tentara. Talut tetap menolak Daud karena dianggap masih kecil dan tubuhnya tidak cukup besar untuk berperang.

"Janganlah tuan mengukur kekuatan orang dari besar badannya. Aku sudah pernah mengalahkan seekor singa dan beruang yang mengancam keselamatanku!" ujar Daud.

Melihat kesungguhan anak itu, akhirnya Talut mengizinkannya untuk ikut berperang. Di medan pertempuran, sebagian tentara Bani Israil mulai putus asa. Pasukan bangsa Palestin jumlahnya jauh lebih besar. Maka berkatalah Jendral Talut pada pasukannya, "Berapa banyak kejadian di mana orang yang sedikit dapat mengalahkan orang yang jumlahya banyak? Atas izin Allah, pertolongan pasti akan datang bila kita bersabar!"

Kemudian, bergabunglah Daud dengan tentara Talut. Semangatnya kian berkobar di medan perang. Daud membawa tali dan beberapa buah batu yang cukup besar Sebagai seniatanva. Pasukan Bani Israil telah bertekad untuk mengalahkan bangsa Palestin yang dipimpin oleh jalut yang tubuhnya besar dan kekar itu.

Daud benar-benar membuktikan kesungguhan dan kemauannya yang kuat di medan perang. Ia menyelip di antara para tentara yang berperang dengan tombak dan lembing. Ia bergerak semakin mendekati pertahanan lawan. Seorang tentara lawan yang menghadangnya berhasil ia kalahkan sehingga ia terus masuk ke daerah lawan, bahkan semakin dekat dengan keberadaan jalut.

Jalut menyadari kehadiran Daud dan mencoba untuk menghalanginya dengan pedang. Tetapi, Daud sudah lebih dahulu siap dengan batunya. Ia melempar komandan bertubuh besar tersebut dengan batu sekuat-kuatnya. Lemparan tersebut tepat mengenai kepala jalut. Daud melempar batu yang kedua hingga keempat sampai jalut mati seketika.

Melihat pemimpin mati, pasukan Palestin panik hingga berhamburan. Dengan keadaan seperti itu, mereka akhirnya kalah dari Bani Israil.

Akhirnya, bangsa Bani Israil dapat kembali hidup merdeka di tanah kelahiran mereka dan berkumpul kembali bersama sanak saudara masing-masing.

Setelah kemenangan tersebut, nama Talut semakin harum di kalangan Bani Israil. Selain itu, mereka juga mengenal sosok pahlawan baru, yaitu Daud. Gelar pahlawan itu didapatnya selain karena telah mengalahkan jalut juga karena sifat dan budinya yang suci.

Dengan demikian, Talut merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan Bani Israil, dari mulai masa kepemimpinannya hingga kemunculan Daud yang membantunya melawan bangsa Palestin.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru