Iklan Atas Zona Muslim

Al-Battani dan Teori Bumi Datar
4/ 5 stars - "Al-Battani dan Teori Bumi Datar" Apakah Kalian kenal dengan orang dalam foto diatas? Jika tidak, Saya juga tidak kenal, Tapi mari kita kenalan dengan salah-satu ilmuwan t...

Al-Battani dan Teori Bumi Datar

Admin

Apakah Kalian kenal dengan orang dalam foto diatas? Jika tidak, Saya juga tidak kenal, Tapi mari kita kenalan dengan salah-satu ilmuwan terkemuka dunia Islam. Namanya lebih simpel dikenal: Al Battani. Nama lengkapnya panjang: Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn Jābir ibn Sinān al-Raqqī al-Ḥarrānī aṣ-Ṣābiʾ al-Battānī. Dengan berjenggot, memakai sorban, Al Battani lebih mirip orang kabanyakan saja. Padahal, dia adalah ahli astronomi dan matematikawan hebat.

Lahir tahun 858 di Harran (sekarang lebih dikenal dengan Turki), ayahnya adalah pembuat alat-alat scientific terkenal, maka tak pelak lagi, sejak kecil, dia terbiasa dengan pelajaran IPA. Dia tidak suka bolos pas pelajaran IPA, dan tidak membenci Matematika. Tumbuh-lah Al Battani menjadi penyuka astronomi. Dia mengamati bintang-gemintang, matahari, bulan, dia mengembangkan begitu banyak pengetahuan dunia ini. Baca juga: Pesona Fatimah binti Abdul Malik, Istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Salah-satu penemuannya yang paling terkenal adalah menghitung bahwa satu tahun terdiri dari 365 hari 5 jam 46 menit dan 2 detik. Wah jaman itu, tahun 858, jangankan HP android, kompor gas saja belum ada di benak orang-orang. Dunia 'masih gelap', kagak ada itu lampu neon, lampu minyak sih ada, tapi Al Battani, sudah bisa menghitung tahun dengan akurat, membuktikan bahwa tanggalan kita kelebihan beberapa jam loh. Atau kalian benci sekali dengan persamaan trigonometri, yang harus dihafal bahwa tangen sama dengan sinus dibagi cosinus. Belum lagi akar tangen, bla-bla-bla... Arghhhh... itu nyebelin pelajarannya, maka ketahuilah, Pakde Al Battani inilah yang menemukannya. Trigonometri juga karib dengan astronomi, tidak heran dia menemukan persamaan ini.

Dan ketahuilah, Islam juga karib sekali dengan astronomi. Dalam agama Islam, penentuan bulan Ramadhan, hari raya, melewati perhitungan rumit dan juga lihat hilal. Penentuan kapan adzan maghrib, isya, dll, lihat benda langit, ini, itu, semua membutuhkan ilmu astronomi. Bahwa, bumi bergerak mengelilingi matahari, bahwa bulan berputar mengelilingi bumi, dan seterusnya. Bahwa Bumi itu bulat. Tidak akan ada siang dan malam jika Bumi ini datar.

Maka, mengherankan sekali, jika hari ini, ada muslim yang bilang "bumi datar" itu ada penjelasannya dalam agama. Itu keliru. Karena cerdik pandai muslim, ribuan tahun lalu sudah jelas sekali bilang bumi itu bulat. Dia membaca Al Qur'an, menjadikannya sumber inspirasi pengetahuan. Lantas kenapa ada yg bilang malah datar? Duh. Ketahuilah, kesalahan menafsirkan redaksi sebuah ayat bisa fatal sekali. Misal, "celakalah orang-orang yang shalat", kalau hanya lihat sepotong kalimat ini saja, tidak lihat potongan kalimat berikutnya, bisa sangat fatal. Lihatlah, AL Battani, seribu tahun silam dia bahkan sudah bisa menghitung tahun.

Terakhir, ijinkan saya memberitahu kalian sebuah fakta menarik. Dari sekian banyak ahli astronomi Islam, kenapa saya mengambil AL Battani? Karena dialah penulis banyak karya, salah-satunya buku Kitāb az-Zīj ("Book of Astronomical Tables"). Saya tidak bilang buku ini 100% ide pemikiran Al Battani, karena di dalamnya juga banyak pemikiran astronomer-astronomer sebelumnya seperti Ptolemy. Tapi adalah fakta, kalian tahu Copernicus? Yeah, dialah ahli astronomi yg dikenal dengan pernyataan 'matahari adalah pusat semesta, bukan bumi pusat semesta' tahun 1500-an. Kalian kenal dengan Galileo? Maka dua orang ini, menggunakan dan terinsipirasi dari karya-karya Al Battani. Copernicus bahkan setidaknya 23 kali menyebut nama Al Battani di dalam tulisannya: De Revolutionibus Orbium Coelestium. Dua ahli astronomi yg lahir 700 tahun setelah AL Battani, 'meminjam' begitu banyak pengetahuan untuk membantah pendapat umum saat itu. Baca juga: Kisah Pernikahan Zainab binti Jahsyi dengan Rasulullah

Demikianlah tentang Al Battani. Tidak benar Islam itu dekat dengan teori bumi datar. Bahkan untuk urusan menentukan adzan shalat saja, Islam menggunakan ilmu astronomi. Jika ada orang-orang yang bilang bumi datar, lantas dia mengaitkannya dengan agama Islam, orang ini keliru, dia sengaja bawa-bawa agama untuk menyesatkan orang banyak. Tapi tidak perlu bertengkar dengan orang-orang ini, karena repotnya bertengkar dengan mereka, bukan mereka yang berhasil ditarik ke level terang, tapi kitalah yang malah kelakuannya sama jadi gelap. Keras kepala, tidak mau terbuka, dsbgnya. [Tere Liye]

*foto adalah 'modern artist's impression' dari AL Battani.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru