Iklan Atas Zona Muslim

Detik-detik Terusirnya Yahudi Bani Nadhir Dari Madinah
4/ 5 stars - "Detik-detik Terusirnya Yahudi Bani Nadhir Dari Madinah" "Keluarlah dari Madinah, jangan hidup berdekatan denganku. Aku beri tempo sepuluh hari, jika tidak akan aku penggal batang Iehernya!...

Detik-detik Terusirnya Yahudi Bani Nadhir Dari Madinah

Admin

"Keluarlah dari Madinah, jangan hidup berdekatan denganku. Aku beri tempo sepuluh hari, jika tidak akan aku penggal batang Iehernya!”

Ancaman Rasulullah yang disampaikan oleh Muhammad bin Maslahan pada Bani Nadhir ini adalah puncak kemarahan Rosulullah saw. Yahudi Bani Nadhir yang dipercaya oleh kaum muslimin dan terikat dengan perjanjian damai, ternyata berkhianat dan melakukan makar keji untuk membunuh Rosulullah.

Mereka memancing Rosul dan sejumlah sahabat untuk datang ke perkampungan Bani Nadhir. Dan si sana mereka sudah menyiapkan sebingkah batu untuk mengakhiri hidup Rosulullah. Tapi, alhamdulillah, Allah memberitahu niat jahat Yahudi tersebut dan menyelamatkan Rosul-Nya dari ancaman bahaya.

Demi mendengar ancaman yang dikeluarkan Rosulullah itu, orang-orang Yahudi Bani Nadhir menjadi kecut hatinya. Mereka saling menyalahkan satu sama lain akibat tindakan keji yang mereka rencanakan pada Rosulullah. Tapi nasi sudah menjadi bubur, umat Islam sudah keburu marah. Nyaris tak ada pilihan lain bagi kaum Yahudi Bani Nadhir kecuali hengkang dari Madinah. Bila tidak nyawalah taruhannya.

Tapi suasana ketegangan itu mendadak berubah dengan pesan yang dikirimkan oleh gembong orang munafiq, Abdullah bin Ubay pada mereka. “Tetaplah tinggal di sini. Jangan keluar dari tempat tinggal kalian. Aku akan membantu kalian dengan dua ribu pasukan yang siap bertempur dengan kalian di dalam benteng. Mereka siap mati membela kalian. Dan jika kalian benar-benar diusir, kami pasti keluar bersama kalian, dan selamanya kami takkan tunduk pada siapapun yang menyusahkan kalian. Jika kaum muslimin memerangi kalian, kami akan memerangi mereka. Tak hanya kami, bani Quraizah dan sekutunya pun akan membantu dan berjuang bersama kalian.”

Hebat. Kaum munafiq seolah menemukan kesempatan dan mengumpulkan sekutu untuk memerangi kaum muslimin. Dengan kekuatan gabungan seperti yang direncanakan, mereka menganggap kaum muslimin akan gentar menghadapi mereka.

Mendapat dukungan seperti itu, bani Nadhir yang awalnya sudah merasa lemah dan ketakutan Kini bak macan yang bangun dari tidurnya, mereka menjadi garang dan percaya kekuatan mereka akan membawa kemenangan. Maka diputuskan mereka akan melakukan perlawanan. Huyyay bin Akhtab, pimpinan Yahudi Bani Nadhir, sangat antusias mendengar dukungan kaum munafiqin pada mereka. “Kami takkan keluar dari sini. Silakan lakukan apa saja sesuka kalian!” Demikian jawaban yang dikirim pada Rosulullah, bernada tantangan.

Kondisi seperti ini membuat posisi kaum muslimin semakin terjepit. Bagaimana tidak, bayangkan saja, kaum muslimin yang selama ini tak kurang orang yang memusuhi kini bertambah lagi. Apalagi, belum lama terjadi tragedi pembantaian pada tim ekspedisi dakwah yang dikirim Rosulullah. Di sisi lain, orang-orang Yahudi Bani Nadhir masih memiliki kekuatan yang cukup besar. Jika kekuatan itu ditambah dengan dukungan kaun munafiqin, pasti akan terbentuk kekuatan raksasa yang sukar ditaklukan.

Meski demikian nyali kaum muslimin tak kendor sedikitpun, mereka tak gentar menghadapi kekuatan sebesar apapun.Tapi kaum muslimin tidak gentar. Permusuhan dan pembantaian yang selama ini dialami oleh kaum muslimin adalah salah satu faktor pembangkit semangat perlawanan. Kaum muslimin kertekad akan melawan sekecil apapun penindasan yang ada di muka bumi. Dari sanalah semangat pengorbanan dan perlawanan mereka berkobar untuk membela agama lslam dengan semangat dan iman seperti ini kaum muslimin siap melayani tantangan bani Nadhir, dan siap menerima apapun risikonya.

Mendengar jawaban sekaligus tantangan dari bani Nadhir, Rosulullah bertakbir dan berdiri memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap melakukan jihad fisabilillah. Rosulullah segera bangkit dari mengerahkan para sahabat untuk melakukan penyerangan ke perkampungan Bani Nadhir. Dengan semangat yang menyala-nyala dan bendera perang yang disandang oleh 'Ali bin Abi Thalib, kaum muslimin maju tak gentar menggempur kebathilan. Dan untuk sementara urusan Madinah diamanahkan pada lbnu Maktum yang tinggal di sana.

Kaum muslimin segera mengepung rapat perkampungan Bani Nadhir. Sementara kaum Yahudi Bani Nadhir bersembunyi di dalam benteng-benteng mereka. Dari dalam, mereka melempari kaum muslimin dengan anak panah dan batu. Pengepungan berlangsung hingga enam hari. Ada juga riwayat yang menyebutkan sampai lima belas hari. Yahudi Bani Nadhir, ketakutan luar biasa ketika menyadari bala bantuan yang ditawarkan oleh kaum munafiqin ternyata hanya isapan jempol belaka. Selama berhari-hari dalam pengepungan, tak satupun pasukan yang dijanjikan itu datang. Allah menanamkan rasa takut dalam hati mereka, tak lama kemudian mereka mengutus orang untuk menyampaikan pesan bahwa bani Nadhir akan menyerah. “Kami akan keluar Madinah,” kata seorang utusan Bani Nadhir. Rosululiah mengizinkan orang-orang Bani Nadhir keluar dan membawa semua miliknya, kecuali senjata.

Dengan sangat terhina Bani Nadhir melangkahkan kaki, keluar dari Madinah. Mereka menghancurkan rumah-rumah mereka dan membawa pintu juga jendelanya, bahkan ada yang membawa tiang rumah mereka. Dengan onta dan keledai mereka mengangkut anak dan istri, saat itu tak kurang dari enamratus ekor onta yang terkumpul untuk mengangkut barang bawaan mereka. Ada yang pergi menuju arah Khaibar, dan Syam serta banyak tempat lagi yang mereka rasa cukup aman. Dua orang di antara mereka ada yang masuk islam, yaitu Yamin bin Amr dan Abu Sa'd bin Wahb.

Di luar dugaan, terusirnya bani Nadhir. tanpa perlawanan tersebut membuat pamor pasukan kaum muslim kian berkobar. Kaum Yahudi lainnya mengambil peiajaran besar dari pengkhianatan Bani Nadhir yang ternyata membuahkan penyesalan. Sementara akibat pengusiran bani Nadhir, keberadaan kaum munafiq kian tertekan dan tidak berani menyatakan permusuhannya secara terang-terangan

Perang Bani Nadhir yang terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal tahun empat Hijriyah ini diabadikan dalam surat khusus dalam Al-Quran yakni surat AI-Hasyr. Sekali lagi, Allah membuktikan kebenaran akan selalu bersinar tak terkalahkan.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru