Iklan Atas Zona Muslim

Bagian Tubuh Wanita Yang Rawan Terkena Kanker Dan Cara Mengatasinya
4/ 5 stars - "Bagian Tubuh Wanita Yang Rawan Terkena Kanker Dan Cara Mengatasinya" Pengertian Kanker  Kanker merupakan suatu pertumbuhan sel baru yang tidak normal, tidak terkoordinasi dengan jaringan yang sehat. Dan t...

Bagian Tubuh Wanita Yang Rawan Terkena Kanker Dan Cara Mengatasinya

Admin
Mewaspadai kanker servik dan kanker payudara

Pengertian Kanker 

Kanker merupakan suatu pertumbuhan sel baru yang tidak normal, tidak terkoordinasi dengan jaringan yang sehat. Dan tetap tumbuh berlebihan walau stimulus untuk tumbuhnya telah tiada.

Jadi, sel kanker merupakan Suatu pertumbuhan otonom yang hiperaktif. Kanker memiliki sifat yang lnfiliratif (masuk dan menyebar ke jaringaan sekitarnya), destruktif (merusak jaringan), dan dapat pula menyebar ke jaringan yang jauh melalui aliran darah, kelenjar getah bening, atau pembuluh syaraf.

Hingga kini, pertumbuhaan sel yang tidak normal tersebut belum diketahui penyebabnya. Hal inilah yang seringkali ditakuti oleh para penderitanya.

Bagian Rawan Kanker 

Seluruh bagian tubuh dapat terkena kanker. Hanya saja secara statistik, kanker yang sering dijumpai pada wanita adalah kanker mulut rahim (serviks) dan kanker payudara. Ini disebabkan kedua organ tadi relatif lebih mudah terkena stimulus pencetus kanker, baik yang sifatnya internal ataupun eksternal.

Baca juga: Renungkan Hal-hal Yang Membinasakan Kaum Wanita

Dari seluruh kasus kanker. yang paling sering dijumpai adalah kanker serviks (sekitar 24%). Jumlah ini belum termasuk kanker yang belum dapat didata karena belum bisa terdeteksi.

Daerah ini menjadi relatif lebih rawan dibanding daerah lainnya karena susunan selnya mudah berubah bentuk dan sifat dikarenakan stimulus yang kebanyakan bersifat eksternal.

Rawan kanker juga teijadi pada wanita yang memiliki banyak anak namun kurang menjaga kebersihan. Iritasi yang berulang kali dan berlangsung lama pada mulut rahim dalam proses kelahiran bila kurang telaten dan tidak rajin membersihkan diri, akan mudah terkontaminasi virus penyebab kanker yang disebut Human pappilloma virus dan virus herpes simpleks type II yang biasa ditularkan melalui kontak seksual. Pada kelompok masyarakat yang suaminya tidak dikhitan, angka kejadian kanker cenderung lebih tinggi dibanding dengan yang dikhitan.

Kanker Payudara 

Banyak beredar anggapan bahwa bilamana terdapat benjolan pada payudara, maka barulah penderita harus memeriksakan diri ke dokter. Tentu saja anggapan tersebut tidak seluruhnya benar. Sebab bisa saja, kanker sudah bermukim sebelum ada benjolan. Untuk itu diperlukan deteksi dini.

Tindakan deteksi dini pada kanker payudara belum sebagaimana tindakan deteksi dini pada kanker serviks melalui Pap-Smear yang biayanya relatif murah. Deteksi dini pada kanker payudara memerlukan peralatan penunjang diagnostik yang canggih, seperti mammografi atau ultrasonografi (USG) yang sudah banyak tersedia di rumah sakit. Angka kematian akibat kanker ini di Indonesia sekitar 19 dari 100.000 penduduk (Data lama) Jadi cukup tinggi.

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Yang Sering Diderita Balita dan Anak Kecil

Bilamana kondisi payudara yang dicurigai sebagai kanker? Bila diraba, benjolan tersebut mudah bergerak, berbatas tegas, kenyal, maka anda tak perlu takut. Tapi jika ternyata benjolan itu agak keras, melekat atau tidak dapat bergerak, batasnya tidak tegas, atau saat menekan benjolan tersebut keluar cairan seperti susu, cepatlah ke dokter untuk mendapat tindakan pengamanan.

Jika benjolan kanker itu penampangnya sekitar 1-2 cm, ini berarti masuk stadium I. Jika 2-5 cm, stadium II. Stadium III, 5-10 cm. Stadium IV lebih besar lagi, menyebar ke organ lainnya. Tetapi ini bukan patokan baku, tergantung pada metastasenya (penyebaran jauh). Kendati penampang kanker sudah 5-10 cm tapi belum menyebar, bisa dimasukkan dalam stadium III. Kanker seperti ini masih dapat disembuhkan dan cara pengobatannya juga sudah banyak, antara lain lewat penyinaran, kemoterapi, dan obat-obatan anti kanker.

Tapi jika telah ditemukan penyebaran jauh, berapapun penampangnya, maka langsung dimasukkan dalan stadium IV. Pada stadium ini, penderita sudah tidak boleh dioperasi lagi, sebab angka kemungkinan hidupnya sudah tipis.

Usia Rawan Kanker 

Berdasarkan laporan selama ini, penderita kanker terbanyak adalah pada rentang usia 30 hingga 50 tahun. Di bawah maupun di atas rentang usia tersebut sangat jarang ditemukan. Mungkin hal ini disebabkan pada rentang usia 30-50 tahun tersebut pada wanita terdapat siklus hormonal yang tinggi, kematangan aktivitas dan kegiatan. Oleh sebab itulah, terdapat pula peningkatan pergantian sel yang dapat memperbesar risiko kanker.

Bagi wanita yang berusia rawan kanker tadi, sebaiknya menghindari kegemukan dengan mengurangi makanan yang berlemak. Sebaliknya memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran.

Faktor penyebab lain yang berperan sebagai pemicu kanker adalah perilaku kehidupan. Misalnya, wanita yang suka makanan berlemak dan menderita kegemukan, relatif lebih mudah terkena kanker daripada mereka yang berbadan kurus. Sedangkan keturunan berperan sebagai faktor risiko, bukan penyebab. Mereka yang ibu atau neneknya pernah menderita kanker, lebih berisiko terkena kanker.

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Darah Haidh dan Darah Penyakit

Faktor risiko lainnya adalah mereka yang tidak menikah atau menikah tapi tidak mempunyai anak. Mereka yang tidak pernah menyusui akan lebih tinggi risikonya ketimbang yang pernah menyusui.

Tanda-tanda lain yang patut diperhatikan adalah puting masuk ke dalam, kulit sedikit mengkerut, letak payudara tidak simetris jika dilihat melalui cermin, koreng atau gatal yang tak kunjung sembuh di daerah aerola, keluar cairan kecoklatan secara spontan dari puting susu. Bila anda menemukan salah satu dari gejala tersebut di atas, cepatlah konsultasikan ke dokter. (Sumber: Majalah Ishlah, Rubrik Nisa, no 49/Tahun III, 1995)

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru