Iklan Atas Zona Muslim

Mengenal 6 Penyakit Yang Kerap Diderita Balita Dan Gejalanya
4/ 5 stars - "Mengenal 6 Penyakit Yang Kerap Diderita Balita Dan Gejalanya" Memiliki buah hati yang sehat adalah dambaan setiap orang tua. Karena keceriaan dan kebahagiaan anak adalah kebahagiaan kedua orangtuanya...

Mengenal 6 Penyakit Yang Kerap Diderita Balita Dan Gejalanya

Admin
Mengenal gejala penyakit pada balita dan penanganannya

Memiliki buah hati yang sehat adalah dambaan setiap orang tua. Karena keceriaan dan kebahagiaan anak adalah kebahagiaan kedua orangtuanya jua. Diantara upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan upaya pencegahan. Dengan senantiasa menjaga kesehatan sikecil. Termasuk diantara hal penting yang wajib dilakukan orang tua adalah mengenali gejala penyakit yang diderita oleh sikecil. Karena dengan mengenali gejalanya maka langkah pengobatan dan penanganannya menjadi lebih tepat dan efektif.

Apa saja jenis penyakit yang kerap kali diderita oleh anak kecil dan apa saja gejala yang ditimbulkan? Berikut ini Keenam penyakit tersebut adalah Tuberkulosa (TBC), difteri, pertusis, tetanus, campak, dan polio itu sendiri. lmunisasi yang berulang-ulang tidak membawa efek samping, malah justeru meningkatkan status kekebalan balita.

Terlepas dari prokontra masalah imunisasi, seyogyanyalah orang tua memperhatikan kesehatan dan kelengkapan imunisasi balita ya demi mempersiapkan generasi rabbani yang sehat dan kuat, bebas dari PD3l (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi), yaitu keenam penyakit yang disebutkan di atas. Marilah kita kenali penyakit ini satu persatu.

1. TUBERKULOSA (TBC)

Penyebabnya adalah kuman berbentuk batang bemama Mycobacterium tuberculosa. Organ tubuh yang terserang biasanya adalah paru. Namun, karena daya tahan tubuh anak yang rendah, sering terjadi komplikasi, yakni radang otak, TBC tulang, dan TBC milier (penyebaran kuman TBC ke seluruh tubuh). Komplikasi inilah yang sering membawa kematian.

Gejala penyakit TBC tidak khas, sehingga sering terlambat dalam penanganannya. Biasanya, anak menderita batuk kronis yang berulang (kumat-kumatan), nafsu makan menurun dan demam. Kadang-kadang terdapat pembesaran kelenjar leher.

Sumber penularan TBC anak adalah orang dewasa pengidap TBC, baik yang tinggal serumah (orang tua, kakek, nenek. pengasuh) maupun yang tinggal dilingkungan sekitar (tetangga). Penderita dewasa tersebut biasanya batuk-batuk lebih dari 4 pekan, yang terkadang disertai darah. Cara penularannya, pada waktu penderita batuk, kuman TBC akan terhambur ke udara bersama titik ludah yang kemudian akan terhirup oleh anak sehat. Atau dapat juga melalui ludah penderita yang dibuang sembarangan kemudian mengering dan beterbangan di udara Sehingga udara yang mengandung kuman TBC tersebut dihirup oleh anak di sekitarnya.

Pengobatan terhadap TBC memakan waktu lama dan komplikasi yang terjadi dapat menimbulkan cacat. Karenanya, tindakan terbaik adalah mencegahnya dengan memberinya imunisasi BCG kepada bayi sedini mungkin. Hal yang mengun-tungkan adalah kuman TBC mudah mati oleh sinar matahari, panas lisol/karbol, dan sabun.

2. DIFTERI

Mempakan penyakit endemik dengan penyebaran yang cepat terutama di daerah padat penduduk. Penyebabnya adalah kuman Corynebacterium diptheriae. Penularan dapat terjadi melalui titik ludah penderita atau makanan yang tercemar kuman.

Penderita difteri sering dibawa ke dokter dalam keadaan lanjut karena gejala spesifikasinya tidak diketahui sementara penyakitnya cepat menjadi parah.

Gejala awalnya berupa nyeri ketika menelan dan demam seperti radang tenggorokan biasa. Bedanya, pada diReri terdapat selaput putih keabuan menempel di pangkal tenggorok (disebut pseudomembran) yang sulit diangkat dan mudah sekali berdarah. Selaput ini cepat meluas. Bila menyumbat saluran pernapasan, dapat menyebabkan kematian.

Pada keadaan yang lebih berat terdapat pembengkakan kelenjar leher sehingga leher anak membesar seperti leher kerbau (buII-neck). Selain itu, timbul sesak napas disertai bunyi yang khas (stridor). Kematian penderita biasanya dikarenakan sumbatan jalan nafas oleh pseudomembran, kelumpuhan otot pernafasan, radang otot jantung sampai akhirnya kegagalan jantung yang kesemuanva diakibatkan oleh racun kuman difteri.

3. PERTUSIS ( BATUK REJAN)

Disebut juga kinkhcest. Penyakit yang sudah dikenal awam ini disebabkan oleh kuman bordetella pertusis. Gejalanya khas dan mudah dikenali yakni, batuk-batuk hebat dan menggonggong selama 15 bulan sehingga disebut batuk 100 hari.

Demikian hebat batuk ini sehingga biasanya diakhiri dengan muntah-muntah atau pendarahan di bawah selaput mata. Badan menjadi lemah dan sering timbul komplikasi. Radang paru (pneumonia) adalah komplikasi yang sering menimbulkan kematian.

Cara penularannya melalui titik ludah penderita yang batuk tidak ditutup sehingga kuman pertusis turut terhirup oleh anak sehat di sekelilingnya.

4. TETANUS

Penyebabnya adalah rao yang dihasilkan oleh kuman Clostridium tetani. Penyakit ini dapat menyerang segala umur. Tetapi amat berbahaya serta hampir selalu berakibat fatal bila menyerang bayi baru lahir (tetanus neonatorum)

Cara penularan pada bayi baru lahir melalui luka bekas pemotongan tali pusar yakni bila tali pusar dipotong secara tidak steril dan pada lukanya dibubuhi aneka ramuan (dirawat secara tidak steril).

Pada anak-anak dan dewasa, kuman dapat masuk melalui luka kotor di kulit, lubang pada selaput gendang telinga pada penderita radang telinga tengah (otitis media, congekan) atau gigi yang berlubang. Kuman tersebut tetap berada di tempat luka, tetapi menghasilkan racun yang menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala penyakit ini mudah dikenali yaitu kej ang di seluruh tubuh. Penderita sulit membuka mulut karena rahang kaku. Muka dan punggung pun menjadi kaku. Kejang ini dirasakan sangat nyeri karena kesadaran penderita tetap baik.

Rangsangan yang sangat ringan pun seperti sentuhan, suara, dan cahaya sudah dapat membangkitkan kejang.

Tetanus neonatorum ditandai dengan bayi yang baru lahir, mendadak tidak mau menetek lagi karena mulutnya kaku dan monyong seperti mulut ikan. Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pernapasan akibat kakunya otot pernapasan.

Penyakit difteri, pertusis, dan tetanus dapat dicegah dengan hanya satu jenis imunisasi yaitu DPT.

5. POLIO (POLIOMYELITIS, LUMPUH).

Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang masuk ke dalam tubuh melalui salah satu dari dua jalan yaitu lintas dubur mulut atau infeksi titik ludah. Pada cara yang pertama, virus berasal dari kotoran penderita yang dibuang di sembarang tempat, kemudian masuk ke dalam mulut melalui tangan/makanan yang sudah tercemar. Cara penularan yang kedua adalah melalui titik ludah penderita yang dibatukkan kemudian terhitup oleh anak sehat.

Penyakit polio biasanya didahului dengan gejala mirip flu, yaitu panas badan disertai batuk-batuk atau diare. Selanjutnya disusul dengan kelumpuhan salah satu anggota badan (sebelah lengan atau tungkai menjadi lemas) tanpa disertai gangguan rasa raba. Bila tidak dilakukan fisioterapi (latihan fisik), maka kelumpuhan tidak dapat sembuh sempurna dan akhirnya anggota tubuh tersebut akan mengecil (atropi). Kematian teijadi apabila terdapat gagal napas akibat lumpuhnya otot pernapasan. Meski di Indonesia saat ini penyakit polio sudah amat jarang, tidak berarti imunisasi menj adi kurang bermanfaat. Bayi/anak tetap harus mendapatkan imunisasi bahkan frekuensinya ditingkatkan. Ini semua bertujuan agar tercapai "eradiksi polio" (pemusnahan polio) dari bumi Indonesia.

6. CAMPAK (GABAG, MORBILI, MEASLES). 

Merupakan penyakit anak yang sangat menular. Penyebabnya adalah virus campak (jenis RNA Paramyxovirus) Cara penularannya melalui infeksi titik ludah dan ingus penderita. Masa potensial untuk menular disebut masa prodromal, yakni sejak timbul gejala awal sampai dengan 5 hari setelah munculnya bercakbercak merah.

Karenanya, penting untuk mengenali masa prodromal yang sering terlewatkan ini dengan memperhatikan serangkaian gejala awalnya yaitu batuk-pilek-mata merah/belekan (3C: cough, coryza, conjunctivitis) ditambah demam tinggi. Pada hari ke-3 sampai ke-4 sakit, muncullah bercak-bercak merah yang dimulai dari belakang telinga terus menyebar ke seluruh tubuh. Menj elang kesembuhan, warna bercak ini menjadi kehitaman.

penyakit campak, sebagaiman penyakit lain yang disebabkan virus, bersifat self limited (sembuh sendiri). Namun, bila gejala penerita sebelum sakit kurang baik Selama sakit anak yang sehat pun mengalami penurunan daya tahan tubuh), maka dapat diikuti oleh beberapa komplikasi yaitu diare, radang telinga, dan yang sering menimbulkan kematian yaitu radang paru dan saluran napas (bronchopneumonia).

7. HEPATITIS B

Meskipun biayanya masih dipandang agak mahal, imunisasi terhadap penyakit ini tengah digalakkan mengingat penyakit ini memiliki kecenderungan menjadi kronis, berubah menjadi sirosis hepatitis (pengerutan hati), berubah menjadi ganas (kanker), atau penderitanya menjadi karier (pembawa kuman; dirinya sendiri tidak sakit tetapi dapat menularkan kepada orang lain).

Penyakit ini dapat disebabkan virus, bakteri, obat-obatan, dan alkohol. Tapi seringnya adalah virus. Penularannya' melalui jalan parenteral, yaitu jarum suntik, produk darah (transfusi), dan cairan tubuh (air mani, cairan vagina).

Gejalanya diawali dengan demam, disusul mual, muntah, nafsu makan hilang, badan lemas, dan akhirnya ikterus (kuning). Ikterus ini jelas tampak pada bagian putih mata (sklera) dan seluruh kulit tubuh. Sementara urine berwarna coklat seperti air teh.

Bila daya tahan tubuh penderita baik, penyakit ini dapat sembuh sendiri dengan hanya beristirahat total di tempat tidur. Dalam hal ini perlu dilakukan tes serologi darah untuk menentukan jenis hepatitis yang diderita, mengingat untuk hepatitis B dapat terjadi beberapa kemungkinan yang perlu diantipasi seperti yang telah disebutkan terdahulu. [Majalah Ishlah, Edisi 50/1995]

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru