Iklan Atas Zona Muslim

Apakah Puasa Menjadi Syarat I`tikaf?
4/ 5 stars - "Apakah Puasa Menjadi Syarat I`tikaf?" Salah satu masalah fiqhiyah yang menjadi pembahasan para ulama adalah: Apakah Diharuskan Berpuasa Ketika Beri’tikaf? Dalam masalah ini par...

Apakah Puasa Menjadi Syarat I`tikaf?

Admin

Salah satu masalah fiqhiyah yang menjadi pembahasan para ulama adalah: Apakah Diharuskan Berpuasa Ketika Beri’tikaf?

Dalam masalah ini para Ulama berselisih pendapat yang terbagi menjadi dua pendapat:

Pertama: I’tikaf tidak sah kecuali dengan berpuasa: ini adalah pendapat madzhab Abu Hanifah, Malik, Ahmad –dalam salah satu riwayatnya- dan pendapat ini diriwayatkan dari `A'isyah, Ibnu Abbas dan Ibnu `Umar. Dalil mereka adalah:

Sesungguhnya Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- beri’tikaf di bulan Ramadhan dan tidak diketahui adanya pengamalan I’tikaf kecuali dengan berpuasa, juga tak ada keterangan dari Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dan tak juga salah satu dari Shahabat bahwa mereka beri’tikaf tanpa berpuasa juga.

Penggabungan I’tikaf dan puasa dalam satu ayat.

Hadits `A'isyah dia berkata:

اَلسُّنَّةُ عَلَى اَلْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَعُودَ مَرِيضًا, وَلَا يَشْهَدَ جِنَازَةً, وَلَا يَمَسَّ امْرَأَةً, وَلَا يُبَاشِرَهَا, وَلَا يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ, إِلَّا لِمَا لَا بُدَّ لَهُ مِنْهُ, وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا بِصَوْمٍ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ

Sunnah bagi seorang yang beri’tikaf adalah tidak menjenguk orang yang sakit, tidak menghadiri pemakaman, tidak menyentuh wanita dan tidak menggaulinya, tidak keluar kecuali karena keperluan yang memang harus dilakukan dan tidak ada I’tikaf kecuali dengan puasa juga tidak ada I’tikaf kecuali di masjid jami’. [Sanadnya bagus: Hadits riwayat: Abu Dawud (2473) dan al-Baihaqy (4/315), perselisihan ada pada perkataannya “sunnah”, bahkan ad-Daruquthny meyakini bahwa seluruh lafazhnya adalah tambahan dari az-Zuhry, namun al-Albany membantahnya dalam al-Irwa` (4/140)]

Hadits ini juga diriwayatkan secara mauquf namun dhaif.

Kedua: Tidak diharuskan berpuasa ketika beri’tikaf namun dianjurkan: ini adalah madzhab asy-Syafi’y dan Ahmad –ini pendapat yang lebih terkenal darinya- dan pendapat ini diriwayatkan dari Ali dan Ibnu Mas’ud. Dalil mereka adalah:

Bahwa `Umar berkata kepada Nabi:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فأَوْفِ بنَذْرَكَ [فَاعْتَكَفَ لَيْلَةً]

Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah bernadzar untuk beri’tikaf di Masjid al-Haram ketika masih jahiliyyah. Maka Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: penuhilah nadzarmu. (maka `Umar beri’tikaf semalam) [Shahih: Hadits riwayat: Al-Bukhariy (2042) dan Muslim (1656)]

Mereka berkata: Malam hari bukanlah waktunya untuk berpuasa dan I’tikaf diperbolehkan di waktu tersebut.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari `A'isyah sebelumnya (tentang I’tikafnya istri-istri Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-), ketika beliau melihat tirai penutup dari istri-istri beliau yang lain, beliau berkata: “Apakah kebaikan yang kalian cari?”, maka beliau memerintahkan untuk mencopotnya dan beliaupun tidak beri’tikaf di bulan Ramadhan hingga beliau harus beri’tikaf di awal Syawwal. [Shahih: lafazh ini Hadits riwayat: Muslim (1172)]

Mereka berkata: hari pertama Syawwal adalah `idul fitri dan tidak diperbolehkan puasa ketika itu.

Riwayat dari Ibnu Abbas secara mauquf:

(ليس على المعتكف صيام إلا أن يجعله على نفسه)

Seorang yang beri’tikaf tidak diharuskan berpuasa kecuali jika dia mewajibkannya atas dirinya. [Dha’if: Hadits riwayat: al-Hakim (1/605), al-Baihaqy (4/318) dan ad-Daruquthny (2/199) dengan sanad yang lemah. Dan yang benar adalah kemauqufannya atas Ibnu Abbas]

Hadits ini Dha’if dan yang benar bahwa hadits ini adalah mauquf.

I’tikaf adalah suatu ibadah yang berdiri sendiri dan puasa bukanlah syarat baginya sebagaimana dalam ibadah-ibadah lainnya.

I’tikaf adalah menempati suatu tempat tertentu dalam rangka ketaatan kepada Allah -subhanahu wa ta`ala- dan puasa bukanlah syaratnya sebagaimana ribath (berjaga-jaga di perbatasan).

Penulis berkata: Pendapat yang kuat adalah tidak disyaratkan untuk berpuasa dalam I’tikaf dan hanya dianjurkan. Allah Maha Tahu.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru