Iklan Atas Zona Muslim

Ukhtii, Baca Dan Renungkan! Inilah Sebab Kebinasaan Kaum Wanita
4/ 5 stars - "Ukhtii, Baca Dan Renungkan! Inilah Sebab Kebinasaan Kaum Wanita" Saudariku, kita semua tentu ingin selamat dunia akhirat. Meraih kebahagiaan hakiki. Selamat dari siksa api neraka dan menjadi wanita-wan...

Ukhtii, Baca Dan Renungkan! Inilah Sebab Kebinasaan Kaum Wanita

Admin

Saudariku, kita semua tentu ingin selamat dunia akhirat. Meraih kebahagiaan hakiki. Selamat dari siksa api neraka dan menjadi wanita-wanita penghuni surga. Namun untuk mewujudkan harapan tersebut tidaklah mudah akan ada banyak onak duri yang menghadang sebagai ujian keimanan. Karenanya memahami apa saja yang menjadi sebab kebinasaan seorang wanita sangatlah penting, agar kita terhindar dan selamat dari perangkapnya. Berikut ini adalah beberapa sebab kebinasaan seorang wanita yang diambil dari kitab "Asbab halaki wa najatin nisaa" karya Syaikh Khalid Ramadhan Hasan.

Penyebab pertama adalah Tabarruj, apa itu tabarruj?

Definisi At-Tabarruj

Kata at-tabaruj artinya membuka sebagian anggota badan dan menampakkannya, sehingga dapat dilihat orang lain. Contohnya digunakan dalam kalimat buruj musyayyadah yang berarti benteng-benteng yang didirikan atau kalimat buruuj as-samaa wa aI-aswar, yang berarti bintang-bintang langit yang terlihat jelas dan tampak dari bawah karena tidak ada penutup atau pembatas yang menghalanginya. [Tafsir al-Qurtubi (12/309)]

Baca juga: Tiga Nasehat Rasulullah Untuk Para Wanita

Pada hakekatnya, kata at-tabarruj berarti menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dan disembunyikan.”

Muqatil bin Hayyan berkata, “Kata at-tabarruj berarti, tindakan seorang wanita yang melepaskan kerudung dan kepalanya dan tidak mengikatnya, sehingga kalung, ujung rambut dan lehernya terlihat. Itulah yang dimaksud dengan at-tabarruj. [Tafsir Ibnu Katsir 3/412]

Penjelasan Lebih Rinci Tentang Berbagai Macam At-Tabarruj yang Membinasakan bisa kita lihat dari keterangan hadits Nabi berikut ini:

Hadits pertama

1. Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : " صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا " [ رواه مسلم 

“Dua golongan penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat suatu kaum yang mempunyai cemeti seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang menyimpang dan membawa kepada penyimpangan, kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal, sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak yang sangat jauh. [Hadits Shahih Riwayat Muslim]

Baca juga: Tiga Golongan Manusia Saat Hari Kiamat, Kita Termasuk Yang Mana?

lmam An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Yang diceritakan dalam hadits ini termasuk mu'jizat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kedua golongan manusia yang diceritakannya telah benar-benar terbukti ada. Dan melalui haditsnya ini, beliau mencela kedua golongan tersebut.

Penafsiran Kalimat Al-Kasiyat Al-'ariyat Dalam penafsirannya, kalimat tersebut memiliki beberapa pengertian:

  • Memakai pakaian yang berasal dari nikmat Allah, namun mereka “telanjang” dari mensyukuri-Nya. 
  • Memakai pakaian namun telanjang dari amal perbuatan yang baik dan tidak memiliki perhatian akan kehidupan akhirat dan ketaatan kepada Allah.
  • Menyingkap bagian tertentu dari anggota badannya untuk memperlihatkan kecantikannya. Itu artinya, mereka telanjang meskipun mereka telah berpakaian. 
  • Memakai pakaian yang tipis sehingga kulitnya terlihat jelas. Meskipun mereka berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang.

Penafsiran Kalimat Al-Ma‘ilat Al-Mumilat 

  • Pendapat pertama mengatakan, bahwa kata alma‘iIat berarti wanita-wanita yang menyimpang dari jalan ketaatan kepada Allah dan kewajiban mereka untuk menjaga kehomatannya. Sedangkan kata al-mumilat berarti wanita-wanita yang telah menyimpang sebagaimana disebutkan di atas dan mengajak orang lain untuk menyimpang dan mengikuti langkah-langkah mereka. 
  • Pendapat kedua mengatakan bahwa kata aI-ma‘ilat berarti wanita-wanita yang memiliki cara jalan yang indah dan menarik. Sedangkan kata aI-Mumilat berarti wanita-wanita yang melenggak-lenggokkan pundaknya.


Penafsiran Kalimat Ru usuhunna Ka Asnimat Al-Bukht

Artinya, kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring. itu dikarenakan mereka meninggikan kepala mereka dengan kerudung dan sorban atau yang lainnya yang menggunduk di atas kepala, sehingga menyerupai punuk-punuk onta tersebut.

Hadits kedua


رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ وَعَصَى إِمَامَهُ وَمَاتَ عَاصِيًا وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ


"Tiga golongan yang kamu tidak boleh bertanya kepada mereka, seorang laki-laki yang memisahkan diri dari golongannya, bermaksiat kepada pemimpinnya dan meninggal dunia dalam keadaan itu, budak laki-laki atau perempuan yang kabur dari tuannya kemudian meninggal dunia, wanita yang suaminya tidak ada di rumah, sementara itu sang suami telah mencukupi semua kebutuhannya, kemudian setelah suaminya pergi ia berhias diri Janganlah engkau bertanya kepada mereka! [Hadits shahih riwayat al-Bukhari]

Baca juga: Kriteria Pakaian Wanita Sesuai Syariat

Kalimat “Wa imra ‘atun ghaaba ‘anhaa zaujuhaa wa qad kafaahaa ma‘unata ad-dunya fa tabarrajat ba'dah' artinya, wanita yang suaminya tidak ada di rumah, sementara itu sang suami telah mencukupi semua kebutuhannya, kemudian setelah suaminya pergi ia berhias diri. Maksudnya, wanita tersebut tidak dapat memelihara kehormatan suaminya yang wajib ia jaga ketika sang suami sedang tidak ada di rumah. Lalu ia berhias diri dan membuka hijabnya, padahal ketika suaminya ada ia menutupi seluruh badannya dan berhijab.

Hadits ketiga

"Dan sejahat-jahat istri adalah yang senang berhias diri dan sombong. Mereka termasuk orang-orang munafik. Tidak ada di antara mereka yang masuk surga kecuali (sedikit) seperti burung gagak yang bersayap dan berkaki putih." (Hadits Riwayat al-Baihaqi)

Adapun yang termasuk kriteria istri yang jahat dari Hadits diatas adalah:

  • Al-mutabarrijat, yakni wanita-wanita yang menampakkan perhiasannya kepada orang asing selain suami mereka,
  • Al-mutakhayyilat, artinya wanita-wanita yang bangga atas dirinya dan menyombongkan diri. 
  • Kata al-khuyola adalah sinonim dari kata al-'ujub yang berarti keangkuhan.

Hadits keempat

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa ada seorang wanita Anshar menikah, lalu ia sakit yang menyebabkan rambutnya rontok. Maka, orang-orang pun bermaksud menyambungkan rambutnya. Mereka lantas bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang hal itu. Maka, beliau pun melaknat orang yang menyambungkan (al-waashilah) dan yang memintanya (al-mustaushilah). [Hadits shahih riwayat al-Baihaqi]

Dalam hadits lain Rosululloh bersabda:


لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ ، الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah melaknat wanita-wanita yang membuat tato dan yang memintanya, yang mencabut bulu dari wajah dan yang memintanya, yang merenggangkan gigi sehingga terlihat bagus dan yang mengubah ciptaan Allah."

Penafsiran Kata Al-La’n (Laknat):

  • Kata al-Ia’nah berarti doa yang mengharapkan orang yang dilaknat, dijauhkan dari rahmat Allah Ta'ala.”
  • Tafsir Kata Al-Wasyimah dan Al-Mustausyimah Kata aI-wasyimah merupakan obyek dari kata benda aI-wasymu yang mengandung pengertian seorang wanita yang menusukkan jarum atau yang serupa dengannya ke punggung tangan atau pergelangannya atau bibir dan sebagainya dari badan seorang wanita lainnya sehingga keluar darah. Kemudian dia meletakkan alkohol atau kapur di atasnya sehingga warna kulitnya berubah menjadi hijau. Kadang-kadang, ia membuat gambar lingkaran atau ukiran. Terkadang banyak dan terkadang sedikit.
  • Kata an-namishah berarti wanita yang mencabut rambut dari wajahnya. Adapun kata aI-mutanammishah, artinya wanita yang meminta rambut wajahnya dicabuti. Perbuatan ini, jelas-jelas haram, kecuali jika di wajah wanita tersebut, tumbuh jenggot atau kumis. Dalam kasus tersebut, tidak diharamkan baginya untuk mencabut.
  • Adapun kata "al-mufallijaat atau mufallijaat aI-asnaan" adalah wanita yang mengikir giginya yang terletak antara gigi seri dan gigi taring. Kata tersebut berasal dari kata benda aI-falaj, yang memiliki arti celah atau sela-sela yang terletak antara gigi seri dan gigi taring. Yang melakukan hal tersebut, biasanya adalah wanita tua atau yang mendekati masa tua, untuk menunjukan bahwa giginya masih utuh atau bagus.
  • Kata "al-washilah" artinya, wanita yang menyambung rambut sesamanya dengan rambut lainnya. Sedangkan kata "al-mustaushilah" artinya. wanita yang meminta untuk disambungkan rambutnya. Bisa juga disebut sebagai "maushulah" (yang disambungkan).

Hadits kelima

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita. Dan melaknat wanita yang memakai pakaian laki-laki. [Hadits Riwayat Abu Dawud dan al-Hakim]

Baca juga: Bolehkah Seorang Wanita Memakai Parfum? Simak Penjelasannya Disini

Dalam hadits diatas detegaskan larangan bagi wanita untuk menyerupai laki-laki dan ini haram hukumnya. Larangan diatas meliputi, menyerupai dalam segala sesuatu seperti pakaian suara dan lain sebagainya.

Hadits keenam

“Apabila seorang wanita memakai wangi-mangian, lalu ia berjalan ke arah sekumpulan laki-laki dengan maksud supaya mereka mencium wanginya, maka ia telah berzina. (Hadits hasan, riwayat Abu Dawud)

Hadits ini mengandung dalil yang mengharamkan wanita untuk keluar dari rumahnya dengan memakai wangi-wangian.

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "fa hiya zaniyah" (maka ia telah berzina) maksudnya, dengan melakukan hal itu ia telah menjerumuskan dirinya kepada zina, sebab bertindak/bersikap menuju sebab-sebab yang menghantarkannya dan memenuhi seruan orang yang mencarinya. Yaitu menimbulkan syahwat bagi kaum laki-laki yang memiliki hasrat tinggi dengan menyaksikan wanita dengan menggunakan parfum tersebut. Maka dikatakan dia demikian (dia berzina) adalah penyebutan secara majazi (metaforis). 

Dalam hadits lain :

"Jika seorang wanita keluar menuju masjid, hendaknya ia mandi wajib untuk menghilangkan wangi-wangian yang ada di tubuhnya, sebagaimana ia mandi junub. (Hadits shahih riwayat an-Nasai)

Hadits ketujuh

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasanya sekelompok wanita datang menemuinya. Lalu Aisyah bertanya, “Dari mana kalian?” Mereka menjawab, “Dari Himsh.” Aisyah berkata, “Orang-orang yang suka mandi di pemandian umum?” Mereka berkata, “Ya.” Aisyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Kamar mandi umum diharamkan bagi perempuan dari umatku." (Hadits Hasan, riwayat al-Hakim)

Kamar mandi umum yang diharamkan bagi para wanita, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, adalah kamar mandi yang dikenal di masa mereka, sebagai tempat untuk membersihkan diri atau mewangikan tubuh mereka.

Baca juga: Bolehkah Seorang Wanita Shalat Berjamaah Di Masjid?

Dan di masa kita sekarang ini, kamar mandi semacam itu sangat umum dan bahayanya lebih besar. Kita banyak mendapatkan kolam-kolam renang dan pantai-pantai, dimana laki-laki dan wanita bercampur di dalamnya dan masing-masing memperlihatkan auratnya tanpa merasa malu sedikit pun. Hanya kepada Allah, kita pantas meminta keselamatan.

Hadits kedelapan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Kecelakaan bagi para wanita karena sidua merah; emas dan kunyit." (Hadits Hasan, riwayat al-Baihaqi)

Penulis kitab Musnad Al-Firdaus berkata, “Maksudnya, mereka memakai perhiasan emas, mengenakan pakaian yang berwarna-warni dan menampakkan diri di depan umum dengan memakai wangi-wangian yang menyengat, sebagaimana dilakukan oleh wanita di masa kita, yang mana dengannya, mereka telah menimbulkan fitnah. Wallohu a'lam. Bersambung...


Bantu sebarkan artikel ini, siapa tahu menjadi jalan hidayah untuk saudara kita.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru