Iklan Atas Zona Muslim

Syarat-Syarat Wanita Boleh Memakai Parfum
4/ 5 stars - "Syarat-Syarat Wanita Boleh Memakai Parfum" Mengenai hukum memakai parfum bagi wanita para ulama membolehkan dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam hadits maupun al-Qur&...

Syarat-Syarat Wanita Boleh Memakai Parfum

Admin

Mengenai hukum memakai parfum bagi wanita para ulama membolehkan dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam hadits maupun al-Qur'an. Baca penjelasan selengkapnya pada artikel yang berjudul : Batasan-batasan Berhias Bagi Wanita Muslimah

Apakah Wanita Boleh Memakai Parfum Laki-Laki Dan Begitu Pula Sebaliknya


Disebutkan di dalam hadits Aisyah radhiallahu ‘anha tentang perintah membersihkan bekas darah haid dengan kapas yang diberi misik yang merupakan wangi-wangian laki-laki.

Dan di dalam hadits Abu Sa‘id disebutkan perihal disunnahkannya laki-laki memakai wangi-wangian pada hari jum‘at “sekalipun dengan wangi-wangian perempuan” [Hadits Riwayat: Muslim (846), an-Nasa’i (1375) dan Abu Dawud (344)]

Menggunakan Parfum Yang Mengandung Alkohol (kolonye)


Kebanyakan minyak wangi yang dikenal dengan istilah kolonye (cologne) atau parfum (perfume) mengandung bahan alkohol etil (ethyl-alcohol/ethanol). Telah valid berdasarkan pernyataan pakar dari kalangan kedokteran bahwa bahan ini memabukkan. Oleh karena itu, tidak boleh menggunakannya sebagai wangi-wangian karena dua alasan berikut. [Lihat: Adhwa’ al-Bayan (I/324), dan Fatawa al-Lajnah ad-Daimah (halaman 150) susunan Shafwat al-Shawadifi rahimahullahu]

1. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman,

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ

“Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah kotoran termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” [Surat al-Maidah:90]

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wata’ala menamakan khamar --yaitu semua yang memabukkan-- dengan ar-rijs (kotoran/perbuatan keji) dan memerintahkan menjauhinya. Ini mengandung kewajiban menjauhinya secara mutlak yang karenanya tidak boleh memanfaatkan khamar sedikit pun. Oleh sebab itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi perintah untuk menumpahkan khamar. [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (2464) dan Muslim (1980)] Seandainya ada manfaat lain dalam khamar, pastilah beliau menjelaskannya --sebagaimana beliau menjelaskan bolehnya memanfaatkan kulit bangkai hewan-- dan tidak menumpahkannya.

Tentu tidak ada kesamaran sedikit pun bagi orang yang sadar bahwa melumuri tubuh dengan minyak wangi jenis ini, menikmati bau wanginya, menjadikannya wangi-wangian, dan menganggapnya baik padahal nyatanya memabukkan, pastilah ada yang sesuatu yang buruk padanya.

2. Khamr adalah barang najis --menurut jumhur ulama baik dari para Imam yang Empat maupun selain itu, maka dengan dasar itu haram melaksanakan shalat dengan pakaian atau badan yang terkena minyak wangi yang berbahan khamar ini, bahkan shalat dengannya batal menurut jumhur ulama.

Hanya saja, di kalangan ulama ada yang membolehkan pemakaian minyak wangi jenis ini jika kadar kandungan alkoholnya rendah --dan yang bisa mengetahuinya adalah para pakar--, namun sikap yang lebih baik dan preventif adalah tidak memakainya, atau menggantinya dengan memakai minyak wangi yang dilarutkan dengan bahan non-alkohol. Wallahu a‘lam.

Wanita Boleh Memakaikan Parfum Pada Suaminya.


Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Aku pernah memakaikan wangi-wangian pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan minyak wangi terbaik yang bisa aku dapatkan hingga aku dapati kilauan minyak wangi itu di kepala dan jenggotnya.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (5923) dan Muslim (1190)]

Catatan tambahan: Dari hadits ini bisa diambil pelajaran bahwa laki-laki tidak boleh mengoleskan wangi-wangiannya ke wajahnya. Ini berbeda dengan perempuan karena mereka mengolesi wajah mereka dengan minyak wangi dan berhias dengan itu.

Memakai wangi-wangian di wajah tidaklah disyariatkan bagi kaum laki-laki karena adanya larangan bagi mereka menyerupai kaum perempuan. [Fath al-Bari (X/366)]

Jika Seorang Wanita Keluar Rumah, Maka Dia Wajib Menghilangkan Aroma Parfum Dari Dirinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Perempuan manapun yang memakai wangi-wangian lalu melewati suatu kaum (sekelompok orang) agar mereka mencium bau wanginya, maka dia adalah perempuan pezina.”

Beliau juga bersabda,

إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلَا تَمَسَّ طِيبًا

“Jika salah seorang dari kalian (kaum perempuan) ingin hadir di masjid, maka janganlah dia menyentuh wangi-wangian.” [Hadits Riwayat: Muslim (443) dan an-Nasa’i dalam al-Kubra (9425)]

Al-Albani rahimahullahu berkata, “Jika (memakai wangi-wangian) ini saja haram bagi perempuan yang ingin ke masjid, maka bagaimana lagi hukumnya (memakai wangi-wangian) bagi perempuan yang ingin ke pasar, lorong-lorong, dan jalan-jalan? Tentu tidak diragukan lagi kalau keharamannya pastilah lebih keras dan dosanya lebih besar. Al-Haitsami menyebutkan di dalam kitab az-Zawajir bahwa keluarnya perempuan dari rumah dalam keadaan memakai wangi-wangian dan berhias termasuk dosa besar sekalipun suaminya memberi izin.” [Al-Hijab (halaman 65, 66)]

Penulis berkata: Seorang perempuan wajib membersihkan dirinya dari bau wangi-wangian sebelum keluar rumah. Pembersihan itu bisa dilakukan dengan cara mencucinya ataupun dengan cara-cara lain yang bisa menghilangkan bau wangi-wangian tersebut. Diriwayatkan dalam hal ini suatu hadits yang sanadnya dha‘if namun maknanya benar, yaitu hadits:“Tidaklah seorang perempuan pun yang memakai wangi-wangian saat ke masjid melainkan Allah tidak akan menerima satu pun shalatnya sebelum dia mandi darinya sebagaimana dia mandi dari janabah.” [Hadits Riwayat: An-Nasai (VIII/153) dan Ahmad (II/297). Hadits ini lemah]

Perhatian: Terkadang seorang perempuan keluar dari rumahnya, dengan tanpa memakai wangi-wangian, namun sambil membawa anaknya yang masih kecil yang telah dia pakaikan wangi-wangian. Ini tidak diperbolehkan karena ‘illat “berpalingnya pandangan kaum laki-laki kepadanya karena bau wanginya” tetap saja ada (dalam kasus ini), maka hukumnya tetap haram. Karena itu, hendaknya hal ini diperhatikan. Wallahu a‘lam.

Tidak Boleh Memakai Parfum Baik Untuk Kepentingan Suami Maupun Selainnya Pada Tiga Keadaan Berikut.


a. Pada Saat Ihram.


Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang orang yang berihram:

... وَلَا تَلْبَسُوا شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَلَا الْوَرْسُ

“... dan janganlah kalian (orang yang berihram) memakai pakaian apapun yang dicelup dengan minyak za’faran dan wares.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari, dan telah berlalu takhrij-nya dalam Bab tentang Haji]

Hikmah di balik pelarangannya bagi perempuan yang berihram adalah karena wangi-wangian itu merupakan salah satu faktor yang memunculkan keinginan bersetubuh dan pendahuluan-pendahuluannya yang bisa membatalkan ihram.

b. Pada Saat Berkabung.


Telah dijelaskan dalam bab tentang jenazah bahwa saat berkabung karena kematian, perempuan dilarang memakai wangi-wangian dan selainnya.

c. Pada Saat Keluar Rumah.


Sekalipun niatnya memakai wangi-wangian (saat itu) adalah demi suaminya, maka tetap tidak boleh sebagaimana telah dijelaskan.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru