Iklan Atas Zona Muslim

Sunnah-sunnah Qauliyah Dalam Shalat
4/ 5 stars - "Sunnah-sunnah Qauliyah Dalam Shalat" Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa sunnah-sunnah shalat terbagi menjadi dua bagian: yaitu sunnah qauliyah (ucapan) dan sunnah fi’liy...

Sunnah-sunnah Qauliyah Dalam Shalat

Admin
Sunnah bacaan dalam Shalat

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa sunnah-sunnah shalat terbagi menjadi dua bagian: yaitu sunnah qauliyah (ucapan) dan sunnah fi’liyah (perbuatan). Untuk sunnah fi'liyah silahkan baca DISINI. dan untuk ttulisan ini akan menguraikan tentang sunnah-sunnah shalat yang berupa qauliyah (ucapan).

Sunnah Qauliyah (Ucapan)

1. Membaca Ayat Al-Qur'an Setelah Al-Fatihah


Ijma ulama menyatakan bahwa membaca surat Al-Qur'an setelah bacaan Al-Fatihah dalam dua rakaat pertama merupakan sunnah shalat. Dan kadang disunnahkan juga dalam rakaat ketiga serta keempat. Hal tersebut berlandaskan dalil Dari Abu Qatadah:

كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا وَيَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada shalat Zhuhur dan Ashar membaca Al-Fatihah dan surat di dalam dua rakaat pertama. Kadang beliau juga memperdengarkan bacaan ayat tersebut kepada kami. Dan di dalam rakaat kedua terakhir, Rasulullah membaca Al-Fatihah –saja tanpa membaca surat lain–). [Hadits Riwayat: Muslim (421) dan juga hadits yang serupa dalam Al-Bukhari (759)]

Sedangkan membaca surat pada rakaat kedua dan ketiga, landasan dalilnya adalah hadits riwayat Abu Sa'id radhiallahu 'anhu.

أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ يَقْرَأُ فِى صَلاَةِ الظُّهْرِ فِى الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ قَدْرَ ثَلاَثِينَ آيَةً ، وَفِى الأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ خَمْسَ عَشَرَةَ آيَةً

“Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Zhuhur, membaca sekitar tiga puluh ayat pada rakaat pertama dan kedua. Sedangkan pada rakaat ketiga dan keempat, beliau membaca sekitar lima belas ayat). [Hadits Riwayat: Muslim (452)]

Dari hadits ini pula dapat diambil suatu hukum, bahwa bacaan ayat pada dua rakaat pertama dianjurkan lebih banyak daripada bacaan ayat pada dua rakaat terakhir.

Disunnahkan membacanya dengan tartil diiringi penghayatan. Dan makruh hukumnya –menurut ijma para ulama– jika dibaca dengan cepat dan tergesa-gesa. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wata'ala.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً

“Dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan.” [ Al-Qur`an Surat: Al-Muzammil: 4]

Disunnahkan memohon rahmat Allah Subhanahu wata'ala ketika disebutkan ayat-ayat rahmat, dan membaca isti’azah saat disebutkan ayat-ayat adzab. Sebagaimana hadits Hudzaifah radhiallahu 'anhu

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ذَاتَ لَيلَةٍ فَافْتَتَحَ البقَرَةَ ... يَقرَأُ مُتَرَسِّلاً : إِذَا مَرَّ بآية فِيهَا تَسبيحٌ سَبَّحَ ، وَإذَا مَرَّ بسُؤَالٍ سَأَلَ ، وَإذَا مَرَّ بتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ، ثُمَّ رَكَعَ

"Pada suatu malam saya shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka beliau memulai shalat dengan bacaan surat Al-Baqarah. Beliau membacanya dengan perlahan-lahan. Apabila beliau melewati ayat yang mengandung tasbih beliau pun bertasbih. Dan apabila melewati ayat-ayat yang mengandung permohonan maka beliaupun berdoa. Dan apabila beliau melewati ayat yang mengandung perlindungan maka beliaupun meminta perlindungan. Kemudian beliau pun ruku.” [Hadits Riwayat: Muslim]

Disunnahkan –di dalam shalat– membaca "Subhanallah" apabila membaca ayat,

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى

“Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi” [Al-Qur`an Surat: Al-A'la: 1]

Dan jika membaca ayat,

أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِىَ الْمَوْتَى

“Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?.” [Al-Qur`an Surat: Al-Qiyamah: 40]

Maka dianjurkan untuk mengucapkan [سُبْحَانَكَ فَبَلَى] "Subhanaka Fabala" (Maha Suci Engkau, sungguh benar). Karena terdapat dalil yang menganjurkan kedua hal tersebut.

Jika membaca ayat,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

“Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?.” [Al-Qur`an Surat: At-Tin: 8]

Tidak di syariatkan dengan mengucapkan

بَلَى , وَ أنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ

"Tentu saja, dan aku menjadi saksi akan hal tersebut.

Tidak juga juga disyariatkan membaca [آمَنَّا بِاللـَّهِ] “amanna billah” (kami beriman kepada Allah) ketika membaca ayat,

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

“Maka kepada perkataan apakah sesudah Al-Qur`an ini mereka akan beriman?” [Al-Qur`an Surat: Al-Mursalat: 50]

Tidak juga mengucapkan: [اسْتَعَنْتُ بِالـلـَّهِ] "Ista'antu Billah" (Aku memohon pertolongan kepada Allah).

ketika imam membaca ayat

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada Mu kami meminta pertolongan” [Al-Qur`an Surat: Al-FAtihah: 5]

Lalu dijawab, Karena hal-hal ini tidak terdapat dalil dari hadits yang menetapkannya.

2. Membaca Dzikir Ketika Ruku'


Dengan lafadz sebagai berikut:

Dalam hadits riwayat Muslim berbunyi:

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِي

“Ya Allah, kepada-Mu lah aku ruku', berserah diri dan beriman. Pendengaranku, penglihatan, akal, tulang dan sarafku, telah tunduk dengan khusyuk kepada-Mu” [Hadits Riwayat: Muslim (771), At-Tirmidzi (4317), Abu Daud (760), An-Nasa`i (2/130)]

Hadits Al-Bukhari:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللهمَّ اغْفِرْ لِي

“Maha Suci Allah, Rabb kami, dan dengan memuji Mu ya Allah, ampunilah aku.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (2/247), Muslim (484), dan lainnya]

Hadits Muslim:

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Maha Sempurna lagi Maha Suci Rabb para malaikat dan ruh.” [Hadits Riwayat: Muslim (487), Abu Daud (872)]

Hadits Abu Daud:

سُبْحَانَ ذِى الْجَبَرُوْتِ وَ الْمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِياَءِ وَاْلعَظَمَةِ

“Maha Suci Allah yang memiliki kerajaan, kekuasaan yang besar, kebesaran dan keagungan.” [Hadits Riwayat: Abu Daud (873), An-Nasa`i (2/191) dengan sanad Hasan]

3. Membaca Dzikir Setelah I’tidal


Setelah Membaca "Rabbana Walakal Hamd". Dengan lafadz-lafadz sebagai berikut:

Hadits riwayat muslim:

اللهم رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَ ِملْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَاْلمَجْدِ أَحَقُّ مَا قَالَ اْلعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

“Wahai Rabb kami, (hanya) untuk-Mu lah segala pujian sepenuh langit dan bumi serta di antara keduanya, dan sepenuh segala sesuatu sesuai Kehendak-Mu setelahnya. (Engkaulah) Pemilik Pujian dan Keagungan, (suatu ucapan) yang paling berhak diucapkan seorang hamba, dan kami seluruhnya adalah hamba-Mu. Ya Allah, tidak ada satupun penghalang yang bisa menghalangi dari apa yang Engkau beri, dan tidak ada suatupun pemberi yang bisa memberikan apapun yang Engkau halangi dan tidaklah ada yang bermanfaat kecuali amalan shalih untuk taat kepadaMu dan segala yang bisa mendekatkan kepadaMu.” [Hadits Riwayat: Muslim (477), Abu Daud (747), An-Nasa`i (2/198)]

Hadits riwayat Al-Bukhari:

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

“Wahai Rabb kami, bagi Engkau-lah segala puji dengan pujian yang banyak, baik dan diberkati.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (2/237), Abu Daud (770), An-Nasa`i (2/196), At-Tirmidzi (404)]

4. Membaca Dzikir Ketika Sujud


Dengan lafadz sebagai berikut;

Hadits riwayat Muslim

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ اْلخَالِقِيْنَ

“Ya Allah, (hanya) kepada-Mu aku bersujud, dan (hanya) kepada-Mu aku beriman, dan (hanya) kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Yang Menciptakannya, membentuknya dan Yang membuka pendengaran serta penglihatannya. Maha Suci Allah, (Engkaulah) Sebaik-baik Pencipta.” [Hadits Riwayat: Muslim (771)]

Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَنَا وَبِحَمْدِكَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dengan memuji Engkau, ya Allah, ampunilah aku.”

Hadits Riwayat Muslim:

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Maha Sempurna lagi Maha Suci Tuhan seluruh malaikat dan ruh.”

Hadits riwayat Abu Daud:

سُبْحَانَ ذِى الْجَبَرُوْتِ وَ الْمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِِياَءِ وَاْلعَظَمَةِ

“Maha Suci Allah yang memiliki kerajaan, kekuasaan yang besar, kebesaran dan keagungan”

Memperbanyak doa di dalam sujud. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Dan di dalam sujud, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdoa karena patut bagi kalian dikabulkan.”

Maksudnya, doa di dalam sujud tersebut penting bagi kalian.

Rasulullah pernah berdoa di dalam sujud dengan mengucapkan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذَنْبِى كُلَّهُ, دِقَّهُ وَ جِلَّهُ, وَ أَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ, وَ عَلاَنِيَتَهُ وَ سِرَّهُ

“Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, yang halus dan yang besar, sejak awal sampai yang terakhir, yang nyata dan yang tersembunyi.” [Hadits Riwayat: Muslim (483)]

5. Berdoa Ketika Duduk Diantara Dua Sujud


Dengan lafadz sebagai berikut:

Hadits riwayat Muslim

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

“Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rizki untukku.” [Hadits Riwayat: Abu Daud (850), At-Tirmidzi (284), telah dishahihkan oleh al-Albani]

Hadits riwayat Abu Daud

رَبِّ اغْفِرْ لِى ... رَبِّ اغْفِرْ لِى

“Ya Allah, ampunilah aku… Ya Allah, ampunilah aku.”[Hadits Riwayat: Abu Daud (874), An-Nasa`i (3/226). Lihat: al-Irwa' (335)]

6. Mengucapkan Shalawat Setelah Tasyahud Awal Dan Akhir


Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits, dari Aisyah radhiallahu 'anha, berkata:

كُنَّا نُعِدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِوَاكَهُ وَ طُهُورَهُ ، فَيَبْعَثُهُ اللهُ لَمَّا شَاءَ، أَنْ يَبْعَثُهُ مِنَ اللَّيْلِ فَيَتَسَوَّكُ وَيَتَوَضَّأُ، ثُمَّ يُصَلِّي تِسْعَ رَكَعَاتٍ لاَ يَجْلِسُ فِيهِنَّ إِلاَّ عِنْدَ الثَّامِنَةِ فََيَدْعُو رَبَّهُ، وَيُصَلِّي عَلَى نَبِيِّهِ ثُمَّ يَنْهَضُ وَلاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يُصَلِّى التَّاسِعَةَ فَيقعد , ثُمَّ يَحْمَدُ رَبَّهُ وَيُصَلِّي عَلَى نَبِيِّهِ وَيَدْعُو، ثُمَّ يُسَلِّمُ

"Kami biasa menyediakan siwak dan air wudhu’ bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu beliau bangun malam pada waktu yang dikehendaki Allah. Kemudian beliau bersiwak dan berwudhu’ lalu shalat (witir) sembilan rekaat dan beliau tidak duduk (tahiyat/tasyahud) melainkan pada rakaat yang ke delapan, lalu beliau berdoa kepada Allah, bershalawat kepada nabi-Nya. Kemudian beliau bangun dengan tidak mengucapkan salam dan berdiri mengerjakan rakaat yang ke sembilan, kemudian beliau duduk (tahiyat) memuji Allah, bershalawat kepada nabi-Nya dan berdoa, kemudian salam.” [Hadits Riwayat: Muslim (746)]

Dan sebaik-baiknya lafadz shalawat kepada Rasul di dalam tasyahud adalah,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Ya Allah berilah keselamatan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau memberi keselamatan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau memberi keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (6357), Muslim (406) dan lainnya]

7. Berdoa Setelah Tasyahud Awal Dan Akhir


Doa Setelah Tasyahud Awal

Jika kalian duduk pada tahiyat awal maka bacalah:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عَبَّادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

"Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat dan berkah-Nya. Dan juga semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya". [Telah ditakhrij sebelumnya]

Kemudian setelah itu berdoalah sesuai kehendak kalian, dan memohonlah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.”

Doa Setelah Tasyahud Akhir

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمُ مِنَ التَّشَهُّدِ الأَخِيرِ ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ : مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang dari kalian telah selesai dari tasyahud akhir, hendaknya ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal: Dari siksa neraka, dari siksa kubur, dari fitnah (ujian) ketika hidup dan mati, dan dari keburukan al-masih Dajjal.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (3/192), Muslim (588) dan lainnya]

Dan di dalam riwayat lain di sebutkan:

وَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَ الْمَغْرَمِ

“Dan dari dosa serta lilitan hutang”.

Beberapa Doa Lainnya Yang Dibaca Antara Tasyahud Dan Salam

Hadits Al-Bukhari

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا ، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku sendiri, dan tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah, maka ampunilah aku dengan ampunanmu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Penngampun lagi Maha Pengasih.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (2/265), Muslim (2705) dan lainnya]

Hadits Muslim

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, ampunilah –kesalahanku– yang ku dahulukan dan ku akhirkan, yang ku rahasiakan dan ku tampakkan, dan yang ku lampaui batasnya, dan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan melainkan Engkau Ya Allah.” [Hadits Riwayat: Muslim (771), Abu Daud (760), At-Tirmidzi (3417), An-Nasa`i (2/130)]

8. Mengucapkan Salam Yang Kedua

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam –jika mengakhiri shalat– beliau melakukan dua kali salam. Sebagaimana hadits Amir bin Sa'd dari ayahnya berkata:

كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

"Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika salam –beliau menoleh– ke arah kanan dan kiri, hingga aku melihat putihnya pipi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.” [Hadits Riwayat: Muslim (1/582)]

Salam yang pertama merupakan rukun shalat, sedangkan yang kedua adalah sunnah. Dan terdapat riwayat bahwa Rasulullah juga mengamalkan salam sekali saja.

Dari Aisyah radhiallahu 'anha :

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُسَلِّمُ فِى الصَّلاَةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ ، يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الأَيْمَنِ قَلِيلاً

“Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam suatu ketika –mengakhiri shalat dengan– salam sekali saja, beliau menoleh sedikit ke arah kanan.” [Hadits Riwayat: At-Tirmidzi (295) dengan sanad shaSetela,

9. Berdzikir Dan Berdoa Setelah Shalat


Hadits-Hadits Yang Menegaskan Tentang Dzikir Setelah Shalat

Hadits Muslim

مَنْ سَبَّحَ فِي دُبُرِكُلِّ صَلَاةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَحَمِدَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَكَبَّرَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وتِسْعُونَ , وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

“Siapa yang bertasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali seusai shalat, lalu bertahmid (Alhamdulillah) 33 kali, dan bertakbir (Allahu Akbar) 33 kali, maka berarti 99 kali. Lalu pada bilangan 100 menyempurnakannya dengan ucapan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Tiada Tuhan selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki Kekuasaan serta Pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segalanya". [Hadits Riwayat: Muslim (597)]

Maka diampunilah kesalahan-kesalahannya meskipun seperti buih ombak.”

Hadits Muslim

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ , لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ , لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ , وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ , لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ , لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Tiada Rabb selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, Dialah Yang memiliki Kekuasaan serta Pujian, Maha Kuasa atas segalanya, tiada kuasa dan tiada upaya kecuali dari Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, Dialah Yang memiliki Kenikmatan juga Keutamaan, dan bagi-Nya lah Pujian yang Baik, Tiada Tuhan selain Allah, –kami– berislam secara ikhlas kepada-Nya meskipun orang-orang kafir membenci.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (844) dan Muslim (471)]

Hadits Al-Bukhari Muslim

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ , اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

“Tiada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah Yang memiliki Kekuasaan serta Pujian, Maha Kuasa ata segalanya, Ya Allah, tidak ada satupun penghalang yang bisa menghalangi dari apa yang Engkau beri, dan tidak ada suatupun pemberi yang bisa memberikan apapun yang Engkau halangi dan tidaklah ada yang bermanfaat kecuali amalan shalih untuk taat kepada-Mu dan segala yang bisa mendekatkan kepada-Mu.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (844) dan Muslim (471)]

Hadits Muslim

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika usai shalat, beliau memohon ampunan kepada Allah (istighfar) sebanyak tiga kali, lalu mengucapkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَلسَّلَامُ وَمِنْكَ اَلسَّلَامُ . تَبَارَكْتَ يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pemberi Keselamatan dan dari Engkau-lah segala keselamatan. Engkau Penuh Berkah wahai Pemilik Kebesaran dan Anugrah." [Hadits Riwayat: Muslim (591)]

Hadits 'Uqbah bin Amir radhiallahu 'anhuma:

أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ ، دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ []

“Aku diperintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk membaca "al-Mu’awwidzat" (surah al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas) setiap selesai shalat.” [Hadits Riwayat: Abu Daud (1523), At-Tirmidzi (2903), An-Nasa`i (1336) dengan sanad Hasan]

Hadits Ibnu Sunni:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَحُلْ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ

“Siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada penghalang antara dirinya dengan surga kecuali kematian.”[Hadits Riwayat: Ibnu Sunni dengan sanad hasan]

Doa Setelah Shalat, Beberapa Doa Yang Shahih Dari Nabi Diantaranya:


Hadits Abu Daud

اَللّهُمَّ أَعِنِّىْ عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa dapat mengingat-Mu, dan bersyukur kepada-Mu serta (semakin) bagus dalam beribadah kepadaMu.” [Hadits Riwayat: Abu Daud (1508), An-Nasa`i (3/53) dengan sanad shahih]

Hadits Al-Bukhari

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan pada umur yang hina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (2822), At-Tirmidzi (3562) dan An-Nasa`i (8/266)]

Hadits Muslim

رَبِّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

“Ya Allah, peliharalah diriku dari siksa-Mu pada saat Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu.” [Hadits Riwayat: Muslim (709)]

Hadits Muslim

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku sendiri, dan tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah, maka ampunilah aku dengan ampunanmu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Penngampun lagi Maha Pengasih.” [Hadits Riwayat: Muslim (771) dan telah dibahas sebelumnya]

Hadits Ibnu Majah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima.” [Hadits Riwayat: Ibnu Majah (925) dan Ahmad (4/55) dengan sanad Hasan]

Hadits An-Nasa`i

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الكُفْرِ وَ الفَقْرِ وَ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran dan adzab kubur.” [Hadits Riwayat: An-Nasa`i (8/262) dan Ibnu Sunni (111) dengan sanad hasan]

Catatan Tambahan:

Doa setelah shalat pasti dikabulkan –Insya Allah– sebagaimana dalam hadits,

قِيلَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ؛ جَوْفُ اللَّيْلِ وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

“Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang doa apa yang paling didengarkan oleh Allah Subhanahu wata'ala? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian menjawab, "Doa di tengah malam dan doa setelah shalat fardhu.”[Hadits Riwayat: At-Tirmidzi (3499), dan telah dishahihkan oleh al-Albani]

Demikian macam-macam bacaan yang sunnah dilakukan saat shalat. Semoga bermanfaat.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru