Iklan Atas Zona Muslim

Suara Abu Thalhah Lebih Dahsyat Dari Seribu Tentara
4/ 5 stars - "Suara Abu Thalhah Lebih Dahsyat Dari Seribu Tentara" Dalam sebuah hadits yang telah di shahihkan derajatnya oleh Syaikh Al-Albani, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: قال صلى الله عليه و...

Suara Abu Thalhah Lebih Dahsyat Dari Seribu Tentara

Admin

Dalam sebuah hadits yang telah di shahihkan derajatnya oleh Syaikh Al-Albani, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

قال صلى الله عليه وسلم : «لصوت أبي طلحة في الجيش خير من ألف رجل»

(رواه الحاكم وصححه الألباني في صحيح الجامع)

“Sungguh suara Abu Thalhah di tengah pasukan perang lebih baik daripada seribu orang tentara." (Diriwayatkan Ahmad dari jabir bin Abdillah)

Penilaian Terhadap Hadits

Hadits ini dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah (1916).

Sekilas Penjelasan Hadits

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menghargai jerih payah para pengikutnya, memotivasi mereka untuk tetap istiqamah dalam perjuangan di jalan Allah, dan mendorong mereka untuk senantiasa menggali dan menumbuhkembangkan kekuatan dahsyat yang terpendam dalam diri mereka serta mendayagunakannya untuk kemaslahatan dan kejayaan Islam dan kaum muslimin. Dalam konteks inilah keluar kesaksian dari lisan Rasulullah saw. untuk Abu Thalhah seraya bersabda,

”Sungguh suara Abu Thalhah di tengah pasukan perang lebih baik daripada seribu orang tentara."

Siapa sosok Abu Thalhah yang suaranya lebih dahsyat dari seribu tentara itu?

A. Namanya adalah Za'id bin Sahl bin Al-Aswad Al-Anshari. Lahir di Madinah tahun 36 sebelum Hijrah. Menyaksikan bai'at Aqabah yang kedua. Mengikuti perang Badar dan semua perang yang terjadi setelahnya. Termasuk ahli panah yang pemberani dan diperhitungkan, baik di masa jahiliyah maupun Islam. senantiasa membusungkan dada dalam perang untuk melindungi Rasulullah saw. dari sasaran anak panah seraya berkata, ”Ya Rasulullah, leherku sebelum lehermu.“ Dalam perang Hunain Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barang siapa membunuh musuh, maka ia berhak mengambil harta rampasan yang ada pada orang yang dibunuhnya." Pada perang itu Abu Thalhah berhasil membunuh dua puluh tentara musuh dan mengambil harta rampasan yang ada pada mereka. Ia menggali kubur untuk Nabi saw. sendirian dan senantiasa berpuasa, kecuali ketika sakit atau bepergian. Ia gugur dalam salah satu peperangan di laut pada masa kekhilafahan Utsman ra., dan tidak ditemukan tempat untuk menguburkannya sehingga tubuhnya tetap terbaring di atas kapal selama tujuh hari, namun tidak mengalami perubahan sedikit pun. Setelah itu jenazahnya dibawa ke Madinah lalu dishalatkan oleh Utsman ra. dan dikuburkan di kota ini. Ia gugur pada tahun 34 H. dalam usia 70 tahun. (Udhama'ul Islam 68)

2. Para sahabat telah mampu menggali kekuatan dahsyat yang terpendam dalam diri mereka sehingga ada seorang di antara mereka yang suaranya saja jauh lebih menggetarkan musuh daripada seribu tentara seperti Abu Thalhah. Ada yang kecepatan larinya melebihi seekor kuda seperti Salamah bin Akwa'. Jika ia mengejar musuh yang mengendarai seekor kuda dengan kecepatan tinggi, namun ia berhasil membunuhnya meski hanya berlari dengan kedua kakinya, sehingga Rasulullah saw. sampai bersabda, "Sebaik-baik pasukan infanteri kita pada perang ini adalah Salamah bin Akwa'. "Lalu beliau memberinya bagian harta rampasan seperti bagian pasukan berkuda (kavaleri). Ada yang mampu menggali kekuatan pikirannya sehingga mampu memberdayakan kemampuan pikiran untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Seperti Umar bin Khathab yang mampu merancang strategi jihad ketika beliau di tengah shalat, memberikan aba-aba kepada pasukan muslim untuk naik ke bukit ketika mereka terdesak, padahal pada waktu itu sedang berkhutbah Jum'at. Sehingga salah seorang ulama mensifati beliau dengan ungkapan, "Umar adalah orang yang ketika berpikir tentang sesuatu, juga mampu berpikir tentang sesuatu yang lain.” Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan bahwa Umar adalah seorang pribadi yang memiliki tadaffuqul azamat (bermunculannya berbagai macam gagasan dan tekad pada waktu yang bersamaan).

3. Kekuatan yang luar biasa ini akan memiliki arti yang sangat penting apabila difungsikan pada Waktu dan tempat yang tepat. Seperti suara Abu Thalhah menjadi lebih dahsyat daripada seribu tentara apabila dikeluarkan di tengah medan perang, dan akan mendatangkan dosa serta menggugurkan amal kebaikan apabila digunakan untuk berteriak di hadapan Nabi saw. Kehebatan Hudzaifah ibnul Yaman dalam memata-matai musuh pada perang Khandaq tidak akan berarti apa-apa, bahkan menuai dosa besar bila digunakan untuk memata-matai sesama muslim dan mengorek-ngorek aibnya. Jadi, di samping kita memiliki kewajiban untuk menggali kekuatan kepribadian, kita juga berkewajiban untuk menggunakan kekuatan itu pada waktu dan tempat yang tepat.

4. Hadits ini menunjukkan bahwa kualitas pasukan perang sama pentingnya dengan kuantitas pasukan, bahkan mungkin lebih penting. Karenanya, Rasulullah saw. menargetkan pasukan Islam mencapai kuantitas tertentu yang menjamin kemenangan seraya bersabda, "12.000 tentara tidak akan mengalami kekalahan karena dianggap sedikit." Namun kuantitas yang besar ini tidak akan berarti apa-apa apabila tidak diiringi dengan kualitas pasukan yang andal seperti yang terjadi pada perang Hunain melawan kaum Hawazin. Saat itu jumlah pasukan muslim sangat besar, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang baru masuk Islam, sehingga lari tunggang-langgang ketika berhadapan dengan musuh. Akhirnya Rasulullah saw. hanya mengandalkan pasukan Muhajirin dan Anshar untuk melanjutkan perang ini hingga mencapai kemenangan.

Dampak positif

Kesaksian Rasulullah saw. bahwa suara Abu Thalhah lebih dahsyat dari seribu tentara akan memberikan dampak positif bagi Abu Thalhah dan para shahabat yang lain, di antaranya adalah:

a. Memotivasi Abu Thalhah untuk tetap istiqamah berjihad di jalan Allah dan siap mengorbankan harta dan jiwa demi membela agama Allah dan Rasul-Nya. Sehingga ia tetap ikut serta dalam jihad meskipun usianya sudah masuk tujuh puluh tahun.

b. Membuka pikiran para shahabat bahwa seseorang memiliki peluang untuk menjadi lebih baik daripada seribu orang, dan mereka bisa menjadi orang itu bila mereka juga melakukan seperti yang telah dilakukan Abu Thalhah.

c. Kesaksian ini juga menyadarkan kepada para shahabat agar menempatkan Abu Thalhah pada posisi yang selayaknya dan mengingat jasa-jasanya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. terhadap dirinya.

Kesaksian Rasulullah saw. terhadap Abu Thalhah ra. memberikan dampak positif karena beberapa faktor berikut:

a. Kesaksian itu diucapkan secara tulus ikhlas dari hati yang paling dalam dan bukan sekadar basa-basi yang hanya keluar dari lisan. Sehingga wajar apabila kesaksian ini memberikan dampak positif pada diri Abu Thalhah dan para shahabat yang lainnya. Untaian hikmah mengatakan, ”Apa yang keluar dari hati maka tempatnya juga dalam hati, dan apa yang keluar dari lisan maka tempatnya adalah sebatas telinga dan pendengaran."

b. Kesaksian ini sesuai fakta di lapangan sehingga Abu Thalhah menerimanya sebagai implementasi dari firman Allah Ta'ala, "Bekerjalah, maka Allah, Rasul dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu.” Para shahabat juga menerimanya karena faktanya memang demikian. Berbeda bila kesaksian itu mengada-ada dan tidak sesuai fakta, pasti ada sebagian shahabat yang memprotes dan merasa bahwa dirinya lebih berhak untuk mendapatkan kesaksian itu daripada Abu Thalhah.

c. Kesaksian ini muncul dari seorang pemimpin yang bersih, bersikap adil, dan penuh kasih sayang terhadap para pengikutnya. Sehingga kesaksian ini memberikan dampak yang positif bagi para shahabat. Seandainya kesaksian itu datang dari seorang pemimpin yang korup, pilih kasih dan selalu berbuat zhalim kepada para pengikutnya, maka kesaka sian itu pasti akan ditolak oleh para pengikutnya dan akan mengakibatkan fitnah di antara mereka.

Di samping menggali dan menumbuhkembangkan kekuatan dahsyat dari dalam diri, kita juga harus mencari dan mencetak orang-orang kuat yang sanggup memikul beban-beban perjuangan yang sangat berat. Wallahu a'lam.


Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru