Iklan Atas Zona Muslim

Riwayat Hidup Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Otodidak Dari Afganistan
4/ 5 stars - "Riwayat Hidup Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Otodidak Dari Afganistan" Mengikuti riwayat hidup para ilmuwan muslim sangat penting untuk generasi masa kini. Dengan mengenal tokoh ilmuwan setidaknya akan menamb...

Riwayat Hidup Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Otodidak Dari Afganistan

Admin
Riwayat hidup ibnu sina sang ilmuwan muslim

Mengikuti riwayat hidup para ilmuwan muslim sangat penting untuk generasi masa kini. Dengan mengenal tokoh ilmuwan setidaknya akan menambah wawasan dan menginspirasi untuk mengikuti jejaknya dikemudian hari. Diantara ilmuwan muslim yang penting untuk diketahui biografinya adalah Ibnu Sina, sang ahli kedokteran yang melegenda.

Pada usia 6 tahun ia membantu sang Guru. Abu Bakr Al-Khawarizmi, menulis buku tentang logika dan matematika. Saat berumur 10 tahun, ia telah menguasai ilmu tafsir, fiqh, ushuluddin, tasawuf dan beberapa ilmu lainnya. Ketika meninggal ia meninggalkan tak kurang dari 267 karya tulis meliputi agama, kedokteran, geometri, astronomi, syair, politik, matematika, fisika, sastra, dan kosmologi. la sangat menyukai masjid tak hanya sebatas tempat shalat, tapi juga tempat melahirkan karya-karya cemerlangnya. Setiap aku menyangsikan suatu soal dan tak mendapatkan batas pengertian yang benar dalam perbandingannya, aku senantiasa ke masjid melakukan shalat, memohon pada Allah Ta'ala hingga terbuka bagiku soal itu. Aku pulang ke rumah dan meletakkan lampu dihadapanku, lalu terus membaca dan mengarang. Bila rasa kantuk amat mendesak, atau badanku terasa letih sekali, aku minum secangkir air hingga timbul kembali kesegaranku. Namun bila kantuk tak tertahankan, aku lalu tidur. Dan biasanya aku bermimpi tentang soal-soal yang belum terselesaikan itu.

Baca juga: A. Hassan Sang Pendebat Ulung Dari Persis

Beliau lahir di desa Afshanah, dekat kota Khairmaitan Provinsi Bukhara Afganistan, Ibnu Sina mempunyai nama lengkap Abu Ali al-Husyen bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina. Berasal dari keluarga mampu. Ayahnya seorang gubernur di sebuah distrik di Bukhara.

Pelajaran pertama yang diterimanya pada masa kanak-kanak adalah Al-Qur'an dan sastra (bahasa Arab) yang diberikan oleh seorang guru privat. Ia mulai belajar formal saat berusia 5 tahun. Dan, hanya dailam 3 tahun ia telah menguasai seluruh cabang ilmu, meliputi fiqh, tafsir, hufi India, tasawuf, hukum logika, matematika, fisika, politik dan kedokteran.

Pada masa kecil ia dibimbing oleh Abi Abdullah Natili, seorang sahabat karib ayahnya, Abu Bakar Al-Khawarimi dan bapanya sendiri Sejak awal ketajaman otak dan daya ingatnya, yang kuat telah terlihat. Ia juga dikenal seorang otodidak yang tekun dan cemerlang. Menginjak usia 10 tahun ia mulai teduh pada ilmu logika elementer. Banyak soal rumit bagi sang guru dapat ia selesaikan dengan tepat.

Usia 16 tahun, ia mulai mengelana seorang diri tanpa bantuan guru. ilmu kedokteran merupakan yang pertama kali ia geluti. Dalam Waktu satu setengah tahun ia menguasai ilmu kedokteran. Menurut Rom Landau keahliannya dibidang kedokteran jauh melebihi, dokter-dokter ternama pada masa itu seperti Ali bin Sahl ath-Thabari, Abu Bakal Muhammad bin Zakariya dan lain-lain.

Baca juga: KH Isya Anshary, Singa Podium Yang Terlupakan

Dibidang kadokteran inihilah nama lbnu Sina melambung tinggi. Bukunya, Qanun fi aththib (Konstitusi Kedokteran) tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Di Cina Sejak dinasti Hari buku ini menjadi standar penulisan buku kedokteran. Di Eropa buku ini dipakai sebagai buku standar pengajaran ilmu kedokteran Selama 500 tahun. Philip K. Hitti manyebur buku ini sebagai Ensiklopedi Kedokteran. Gerad dan Cremona menerjemahkannya ke dalam bahasa Francis, Spanyol dan Ibrani, Italia dan sebaginya, antara tahun 1150-1187 M. Pada 30 tahun terakhir abad 15 M buku ini telah mengalami 15 kali penerbitan bahasa Latin dan sekali dalam bahasa Ibrani. Sedang penerjemahan kedalam bahasa Inggris beberapa tahun setelahnya. Buku kedokterannya yang lain adalah Asy-Syifa yang berjumlah 18 jilid.

Diluar kesibukannya menggeluti dunia ilmu kauniyah, Ibnu Sina tetap setia membaca  al-Qur'an dan merupakan hamba Allah yang ta’at melaksanakan ibadah.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru