Iklan Atas Zona Muslim

Diakhirat Manusia Terbagi Menjadi Tiga Kelompok, Termasuk Yang Mana Kita?
4/ 5 stars - "Diakhirat Manusia Terbagi Menjadi Tiga Kelompok, Termasuk Yang Mana Kita?" Mengenal karakter menusia sangatlah penting, karena secara langsung atau tidak langsung akan memberi pengaruh kepada kehidupan kita di du...

Diakhirat Manusia Terbagi Menjadi Tiga Kelompok, Termasuk Yang Mana Kita?

Admin

Mengenal karakter menusia sangatlah penting, karena secara langsung atau tidak langsung akan memberi pengaruh kepada kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak. Di dunia ini begitu beragamnya karakter manusia (lihat Al-Baqoroh 1-20). Di yaumul akhir (hari akhirat) Allah menceritakan hanya ada tiga golongan saja yang akan dimasuki oleh manusia (Surat al-waqi'ah :7) Suka atau tidak suka kita akan dimasukan ke dalam salah satu dari ketiga golongan tersebut.

Pertama: As-Sabiqun

Golongan ini merupakan golongan yang utama, dari kalangan orang-orang yang beriman. Beberapa ahli tafsir menafsirkan siapa yang dimaksud golongan ini. Menurut Mujahid yang dimaksud dengan as-sabiqun adalah para nabi dan orang-orang yang bersertanya. Menurut As-sudi yang dimaksud golongan as-sabiqun adalah orang-orang yang ada di 'llliyien (QS 83 : 18-28). lbnu Syirien berpendapat mereka adalah shahabat-shahabat (generasi pertama) yang sempat shalat ke Baitul Maqdis yang ada di Palestina bukan yang ada di langit.

Utsman Ibn Sa'ud menyatakan as-Sabiqun yaitu orang-orang yang paling dahulu ke masjid dan yang paling dahulu menyambut panggilan jihad. Sedangkan menurut Hasan Basri mereka adalah generasi pertama dari tiap-tiap umat.

Ibnu Katsir dalam mengomentari tafsiran-tafsiran tersebut mengatakan bahwa kelima-limanya saling melengkapi sehingga dapat dikatakan bahwa golongan as-sabiqun adalah setiap orang/generasi yang jadi pelopor dalam berbuat kebajikan (menyeru ilallah).

Posisi As-sabiqun ini sangatlah strategis dihadapan Allah dan merupakan orang-orang yang didekatkan (QS 56:11) Karena itu wajarlah jika jalan kearah sana tidak mudah. Ujian-ujian berat yang digelar Allah di dunia ini haruslah dilalui dengan baik. Kita bisa lihat bagaimana beratnya ujian-ujian yang dialami oleh para shahabat generasi pertama (Bilal, Mush'ab bin Umar, Amar bin Yasir dll).

Golongan As-sabiqun ini banyak jumlahnya pada generasi pertama dan sedikit pada generasi akhir (QS 56: 14). Maksudnya pada generasi pertama komitmen yang tinggi kepada Islam begitu memasyarakat, sehingga jika dibanding dengan orang-orang jahil, jumlah mereka lebih besar berkali lipat. Sedang pada generasi akhir memang ada orang-orang yang sekualitas para shababat, namun jumlah mereka jika dibanding dengan yang jahil kepada Islam terlalu sedikit.
Balasan yang akan diterima oleh As-sabiqun bukan hanya di akhirat, tapi di dunia ini mereka mendapatkannya pula, berupa : faraukhun: ketentraman / kelapangan hidup di dunia/rezeki mereka mendapat ketentraman hati dan kelapangan hidup serta merasa berkecukupan walau dimata orang-orang matrealis dirasa kurang. Raihanun: kehidupan yang serba ada/basyiroh berupa jannah yang akan diterimanya (QS 4:30) sekaligus bebas dari azab. (3) jannatunaiim : kenikmatan yang hakiki.

Kedua: Al Yamin

Merupakan kelompok mayoritas dari kalangan kaum muslimin. Golongan ini banyak dari generasi pertama dan banyak pula dari generasi kemudian. Allah menceritakan dalam Al Qur'an bagaimana mereka beramal, yaitu orang-orang yang beriman kemudian mereka saling memberi tausiyah dan menganjurkan berkasih sayang. Peluang untuk menjadi golongan al-Yamin ini lebih besar dibandingkan ketimbang As-Sabiqun.

Mereka berada diantara pohon sidr yang tidak berduri serta dalam naungan yang terbentang luas, air yang tercurah. Buah-buahan yang tidak pemah berhenti berbuah, tinggal mereka petik atau sekedar melihat-lihat keindahan warna atau bentuknya.

Mereka dinikahkan dengan bidadari-bidadari yang memang telah menanti-nantikannya, penuh cinta lagi sebaya umurnya. Mereka (bidadari-bidadari) laksana mutiara yang tersimpan. Semuanya ini untuk golongan al-Yamien.

Ketiga: Asy-Syimal

Golongan ini dihuni oleh orang-orang yang mendustakan dan nyeleneh terhadap ayat-ayat Allah. Kondisi mereka buruk sekali disana. Mereka berada dibawah naungan asap yang tebal dan panas, kemudian datang angin samum yang membakar serta air yang mendidih. Mereka merasakan tidak sejuk dan tidak menyenangkan serta rasa bersalah. Kemudian mereka benar-benar akan memakan buah zaqqum (buah yang ada di neraka, yang kalau di makan akan menyerap semua cairan tubuh ). Karena buah ini menyerap semua cairan tubuh maka mereka akan merasakan haus yang bukan kepalang. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas (sampai putus usus-ususnya) seperti onta yang sangat haus (QS 56: 52-55). Ini adalah hidangan pertama yang mereka terima.

Mereka masuk kedalam golongan asy-syimal ini, karena mereka banyak melakukan hal, diantaranya:

Partama Glamour dan bersenang-senang yang melampaui batas (tidak syar'i). Pada hakekatnya kesenangan itu merupakan rahmat dari Allah, dan tiada seorangpun yang mengharamkannya. Namun sebagian manusia justru tenggelam dalam kesenangan sehingga melupakan kewajiban sebagai seorang hamba Allah. Sesungguhnya pada hari akhir kesenangan yang hakiki dan abadi itu hanya diperuntukan bagi orang-orang yang beriman saja

Kedua, Hobi melakukan dosa-dosa besar. Dosa besar menurut Ibnu Katsir adalah segala perbuatan yang diancamkan naar (neraka) sebagai balasannya. Kegiatan maksiat tersebut biasanya dilakukan untuk menempatkan apa yang mereka duga sebagai kesenangan dan kenikmatan.

Ketiga, Mengira bahwa apabila mati dan menjadi tanah serta tulang-belulang, mereka tidak akan dibangkitkan kembali. Mereka juga menyangka bahwa bapak-bapak mereka terdahulu juga tidak akan dibangkitkan kembali. Intinya mereka sangat tidak meyakini akan datangnya hari akhir, sehingga gaya hidup dan pola hidup mereka sangat jauh meyimpang dari syariah. Fenomena tersebut terjadi juga pada masa sekarang (pada mesyarakat kita). Walau hal itu tidak diucapkan seperti diatas, namun kesiapan diri untuk menghadapi hari tersebut minim sekali. Sikap mereka menunjukan tipisnya iman kepada hari akhir.

Keempat, Sesat dan Menolak ayat-ayat Allah. Bukan hanya sekedar menolak aturan-aturan Allah, tapi juga aktif mengadakan propaganda bahwa ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW bukan dari Allah. Mereka mengeluarkan pernyataan-pernyataan menurut hawanya dan mengatakan bahwa itu dari Allah. Mereka menerima sebagian ayat dan menolak sebagian ayat yang lain (QS 2 : 85)

Inilah ketiga golongan yang akan dimasuki oleh manusia pada Yaumul Akhir. Inna Haza lahual haqqul yaqin. Disini Allah mengatakan haqqul yaqin, suatu yang sangat pasti terjadi. Semoga kita dijauhkan dari golongan yang ketiga. Wallohu a'lam.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru