Iklan Atas Zona Muslim

9 Adab-Adab Minum Sesuai Sunnah Nabi
4/ 5 stars - "9 Adab-Adab Minum Sesuai Sunnah Nabi" Bagi seorang muslim makan dan minum bukan sekedar cara untuk memenuhi selera nafsunya. Namun lebih dari itu makan dan minum bisa menjadi l...

9 Adab-Adab Minum Sesuai Sunnah Nabi

Admin

Bagi seorang muslim makan dan minum bukan sekedar cara untuk memenuhi selera nafsunya. Namun lebih dari itu makan dan minum bisa menjadi ladang pahala dan keberkahan dengan cara memperhatikan adab-adab yang telah dicontohkan oleh Rosulullah. Dan berikut ini Adab-Adab Minum sesuai tuntunan Nabi.

1. Membaca basmalah

2. Minum dengan tangan kanan, telah dijelaskan dalil keduanya dalam bab makan.

3. Minum sambil duduk, dan boleh sambil berdiri

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu `anhu- berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا، فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ

“Kalian janganlah minum sambil berdiri, dan jika lupa -minum dalam keadaan berdiri- maka muntahkanlah." [Shahih, Hadits riwayat: Muslim (2026)]

Larangan tersebut adalah makruh tanzih. Telah ditetapkan dari Ibnu `Abbas -radhiyallahu `anhu-

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ مِنْ زَمْزَمَ مِنْ دَلْوٍ مِنْهَا وَهُوَ قَائِمٌ

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- minum air zamzam dengan gayung dalam keadaan berdiri." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5617), dan Muslim (2027)]

4. Minum dengan tiga tegukan, dan bernafas di antaranya di luar gelas. Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- jika minum ia bernafas dengan dua atau tiga nafas menjauhkan mulutnya dari gelas dan berkata:

(فإنه أروى, و أبرأ, و أمرأ)

“Sesungguhnya minum dengan cara meneguk perlahan adalah lebih melepas dahaga, lebih berkhasiat dan lebih sehat." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5631), dan Muslim (3782) dan lafazhnya darinya]

5. Hendaknya tidak bernafas atau meniup di dalam gelas

Dari Abi Qatadah -radhiyallahu `anhu-: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ

“Apabila siapapun dari kalian minum maka janganlah bernafas di dalam gelas. [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (153), dan Muslim (267)]

Dari Ibnu `Abbas -radhiyallahu `anhu-:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ، أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang bernafas di dalam gelas atau meniup di dalamnya. " [Shahih, Hadits riwayat: Abu Daud (3728), dan At-Tirmidziy (1889), dan Ibnu Majah (3429)]

6. Tidak minum dari mulut tempat air, cerek, kendi dan yang sejenisnya:

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu `anhu- :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الشُّرْبِ مِنْ فَمِ القِرْبَةِ

“Sesungguhnya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang dari meminum dari mulut kendi." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5627)]

Karena air akan tertuang sekaligus ke dalam tenggorokannya, ini dapatmembahayakan organ hati dan membahayakan lambung. Ia tidak dapatmembedakan masuknya air sekaligus dengan kotoran air yang ada dan yang sejenisnya. [Ar Raudhatun Nadiyah (2/210)]

7. Memulai dari sebelah kanan ketika memberikan minuman pada orang lain

Dari Anas bin Malik -radhiyallahu `anhu-: bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- diberi susu yang telah dicampur dengan air, di sebelah kirinya seorang badui Arab dan disebelah kirinya Abu bakar, lalu beliau minum kemudian memberi kepada orang badui tersebut dan bersabda:

الأَيْمَنَ فَالأَيْمَنَ

“Dahulukanlah bagian sebelah kanan." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (2352), dan Muslim (2029)]

Dari Sahl bin Sa'id -radhiyallahu `anhu-, berkata:

أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَدَحٍ، فَشَرِبَ مِنْهُ، وَعَنْ يَمِينِهِ غُلاَمٌ أَصْغَرُ القَوْمِ، وَالأَشْيَاخُ عَنْ يَسَارِهِ، فَقَالَ: «يَا غُلاَمُ أَتَأْذَنُ لِي أَنْ أُعْطِيَهُ الأَشْيَاخَ»، قَالَ: مَا كُنْتُ لِأُوثِرَ بِفَضْلِي مِنْكَ أَحَدًا يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- dibawakan segelas minuman lalu beliau meminumnya, disebelah kanannya ada seorang anak kecil yang paling muda darikaum yang hadir, dan disebelah kirinya para orang tua, lalu beliau bersabda: wahai anak kecil, apakah engkau mengizinkan kepadaku untuk memberikannya kepada orang tua? dia menjawab: Aku tidaklah mendahulukan keutamaanku pada siapapun darimu wahai Rasulullah, lalu beliau memberikannya kepada orang tua." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (2351), dan Muslim (2030)]

8. Hendaknya orang yang memberi minum merupakan orang terakhir yang meminum

Berdasarkan hadits Abu Qatadah -radhiyallahu `anhu-:

(إن الساقي آخرهم شربا)

“Sesungguhnya orang yang memberi minum adalah yang terakhir minum." [Shahih, Hadits riwayat: Muslim (681)]

9. Bersyukur dengan memuji Allah setelah selesai minum

Berdasarkan sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-:

إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba yang setelah minum lalu memuji Allah atas nikmat itu." [Shahih, Hadits riwayat: Muslim (2734), dan At-Tirmidziy (1816)]

Itulah 9 adab minum yang dicontohkan Nabi dan dianjurkan kepada kita untuk mengamalkannya. Yuuk mulai dari hal-hal kecil agar mudah melakukan hal-hal yang lebih besar.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru