Iklan Atas Zona Muslim

Penyebab Anak Menjadi Penakut Dan Cara Mengatasinya
4/ 5 stars - "Penyebab Anak Menjadi Penakut Dan Cara Mengatasinya" Dear, ayah bunda, yang tidak pernah lelah untuk mengajak buah hatinya menjadi anak-anak hebat. Adalah nikmat Allah yang teramat berharga ...

Penyebab Anak Menjadi Penakut Dan Cara Mengatasinya

Admin

Dear, ayah bunda, yang tidak pernah lelah untuk mengajak buah hatinya menjadi anak-anak hebat. Adalah nikmat Allah yang teramat berharga dalam hidup ini dengan hadirnya buah hati ditengah-tengah keluarga kita -Alhamdulillah- Maka merawat dan menjaga dengan sebaik-baiknya adalah bagian dari bentuk syukur kepada-Nya. Hanya ada sebagian dari kita yang diberi amanah lain yaitu menghadapi kondisi anak yang penakut. Rasa takut yang berlebihan pada seorang anak membutuhkan perlakuan yang bijak dan efektif dari orang tua. Karena kondisi ini termasuk "kekurangan" yang harus segera ditangani. Seorang Anak yang mengalami ketakutan seperti ini dapat menyebabkan anak selalu merasa tertekan.

Keadaan seperti ini bisa diketahui lewat wajah yang murung, ragu-ragu dalam berkreasi, takut salah dan tidak ceria. Bila ketakutan itu terjadi dalam jangka waktu yang lama, akan menyebabkan terjadinya peningkatan produksi hormon adrenalin secara terus menerus. Ini, akan berakibat rusaknya keseimbangan hormon lain yang bekerja pada tubuh. Selain itu, kadar hormon adrenalin dalam darah yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan terbentuknya senyawa lain yang meracuni fungsi lapisan bagian atas. Jika keadaan ini berlangsung terus-menerus lambat laun dapat menimbulkan tidak adanya kesetabilan dalam berpikir dan bertindak. Pada taraf yang lebih berbahaya, dapat menyebabkan penyakit jiwa. 

Dalam kasus ini Banyak hal yang melatarbelakangi timbulnya sifat penakut, antara lain:

Faktor Keturunan


Faktor ini, dibawa oleh gen dari kedua orang tua. Sabda Rasulullah SAW, “Pilihlah (wadah) untuk nuthfahmu karena akar keturunan itu peka sekali.” (al-hadits)

Kesulitan dalam kandungan dan saat melahirkan.


Diantara faktor lainya adalah saat anak dalam kandunga. Bila saat hamil si ibu diserang oleh rasa takut yang teramat sangat, bagi ibu ia hanya akan merasakan cemas. Tapi lain halnya, dengan si janin. Ia bisa terkena nervous, bahkan shock berat.

Pola Pendidikan yang salah


Banyak orang tua yang mendidik anaknya dengan cara yang tidak islami misalnya berlaku kasar, perlakuan kasar terhadap anak tidak akan menambah kedisiplinan, tapi justru akan memunculkan bibit-bibit sifat penakut pada anak.

Adakalanya orang tua mengatur anaknya dengan cara menakut-nakutinya dengan hantu, atau mengancam dengan pukulan. Kadang pula anak ditakut-takuti dengan disuntik. Cara seperti ini justru dapat mengakibatkan anak phobia terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan obat dan rumah sakit.

Memanjakan anak secara berlebihan juga dapat memunculkan sifat ketergantungan pada orang tua dan orang-orang di dekatnya. Hal Ini akan berlanjut hingga ia dewasa. Akibatnya, daya kreativitasnya menurun, apatis serta minder. Ia tidak berani mengambil keputusan sendiri karena dibayangi oleh kegagalan mengingat tidak ada pelindung didekatnya.

Langkah-langkah yang bisa ditempuh oleh orang tua dalam menangani kondisi anak seperti ini adalah:

Membiasakan anak mendengar kisah kepahlawanan.


Tentunya pahlawan Islam. Sejarah Islam, sangat kaya akan kisah keberanian dan ketangguhan para pembela kebenaran, yang langka didapati pada lembar-lembar sejarah ummat lain. Pembinaan kejiwaan melalui uraian kisah, sangat besar pengaruhnya membentuk pribadi seseorang. Dalam al-Qur‘an, metode tarbiyah melalui kisah seringkali digunakan untuk membangkitkan kesabaran, keberanian dan kekuatan kaum muslimin untuk terus memperjuangkan da’wah lslam.

Menghindari kebiasaan menakut-nakuti anak.


Biasakan keadaan yang memberikan kesempatan anak untuk berinisiatif. Apabila hendak menjauhkan dari sesuatu yang membahayakan, Jangan ditakut-takuti tapi beri pengertian yang bijak sesuai dengan tingkat pemahamannya.

Memuji keberanian anak.


Memuji tidak selamanya berakibat negatif apabila tidak berlebihan. Memuji keberanian anak dengan sewajarnya dapat memotivasi anak untuk menambah keberanian itu.

Memberi pendidikan agama yang benar.


Anak adalah amanah Allah yang bisa membawa nikmat sekaligus fitnah. Maka sudah selayaknyalah kita memberikan yang terbaik buat anak-anak kita. Kita memerlukan para mujahid pemegang amanah da'wah yang berjuang dengan teguh dan pemberani. Didiklah anak kita untuk menjadi generasi pemberani bukan penakut dan pengecut. Wallahu a'lam

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru