Iklan Atas Zona Muslim

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Wanita Saat Hendak Shalat Berjamaah Di Masjid
4/ 5 stars - "3 Hal Yang Harus Diperhatikan Wanita Saat Hendak Shalat Berjamaah Di Masjid" Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Tidak ada celah dalam islam yang akan menodai kemuliaan seorang wanita kecuali a...

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Wanita Saat Hendak Shalat Berjamaah Di Masjid

Admin

Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Tidak ada celah dalam islam yang akan menodai kemuliaan seorang wanita kecuali akan ditutup serapat-rapatnya. Selain itu juga upaya untuk mencegah timbulnya fitnah selalu dikedepankan, tak terkecuali saat hendak melakukan ibadah sekalipun. Oleh karenanya islam memberi rambu-rambu dan Adab-Adab Khusus Bagi Wanita Sebelum Melaksanakan Shalat Berjamaah. Berikut ulasannya

1. Meminta izin kepada suami untuk pergi ke masjid dan suami tidak melarangnya.


Hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا اسْتَأْذَنَتِ امْرَأَةُ أَحَدِكُمْ إلى المسجد فَلاَ يَمْنَعْهَا.

“Apabila istri kalian minta izin pergi ke masjid maka janganlah melarangnya,”[1]

Diriwayatkan juga dari Ibnu Umar:

كَانَتِ امْرَأَةٌ لِعُمَرَ تَشْهَدُ صَلاَةَ الصُّبْحِ وَالْعِشَاءِ فِى الْجَمَاعَةِ فِى الْمَسْجِدِ ، فَقِيلَ لَهَا لِمَ تَخْرُجِينَ وَقَدْ تَعْلَمِينَ أَنَّ عُمَرَ يَكْرَهُ ذَلِكَ وَيَغَارُ؟ قَالَتْ: وَمَا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْهَانِى؟ قَالَ يَمْنَعُهُ قَوْلُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ.

“Salah seorang istri Umar menghadiri shalat Shubuh dan ‘Isya berjama’ah di masjid kemudian seseorang bertanya padanya, “Kenapa kamu pergi walaupun kamu tahu bahwa Umar tidak menyukainya dan cemburu?” Ia balik bertanya, “Apa yang menghalanginya melarangku?” dijawab, “Yang menghalanginya adalah ucapan Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam, janganlah melarang para wanita hamba Allah menuju masjid-masjid Allah.”[2]

Mengizinkan istri pergi ke masjid apabila aman dari fitnah seperti bersolek, memakai parfum dan berhias diri karena ada larangan untuk mencegahnya. Apabila terdapat fitnah maka tidak wajib member izin dan diharamkan bagi wanita untuk keluar.[3]

Ada pendapat mengatakan bahwa izin tersebut tidak menunjukan wajib karena apabila wajib maka tidak ada tujuan dari permintaan izin. Izin itu hanya ada apabila orang yang diminta izin tersebut memilih antara memberi izin atau menolak.Waalahu a’alam.[4]

2. Tidak memakai parfum dan hiasan lainnya yang bisa menimbulkan fitnah.


Diriwayatkan dari Zainab istri ‘Abdullah Bin Mas’ud radhiallahu 'anhu ia berkata, bahwa Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا.

“Apabila salah seorang kalian dating ke masjid maka janganlah memakai parfum.” [5]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلْيَخْرُجْنَ تَفِلاَتٍ.

“Janganlah melarang wanita para hamba Allah dari pergi ke masjid dan hendaklah mereka keluar tanpa memakai parfum."[6]

3. Tidak bercampur dengan laki-laki ketika masuk dan keluar masjid. 

Karena alasan inilah para wanita pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mereka cepat-cepat pulang ketika selesai shalat.

Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiallahu 'anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ. نَرَى - وَاللَّهُ أَعْلَمُ - أَنَّ ذَلِكَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ.

“Bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengucapkan salam, para wanita berdiri. Beliau pun berdiam di tempatnya sebentar sebelum berdiri.[7]

Kami memandang hal tersebut supaya para wanita keluar lebih dulu dan tidak berhadapan dengan kaum laki-laki. Wallohu a'lam.

Demikian ringkasan penjelasan mengenai adab khusus bagi wanita yang hendak shalat berjamaah di masjid. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.


Footnote:
[1] Hadits Riwayat: Al-Bukhari (5238), Muslim (442).
[2] Hadits Riwayat: Al-Bukhari (900), Muslim (442) secara singkat dan lain-lain.
[3] Jami’u Ahkamin Nisa  milik guruku (1/279).
[4] Fathul Bari (2/404)
[5] Hadits Riwayat: Muslim (443), An-Nasa`i (9425) dalam kitab “Kubra”.
[6] Hadits Riwayat: Ahmad (2/438), Abu Daud (565). Shahih lighayrihi
[7] Hadits Riwayat: Al-Bukhari (870).

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru