Iklan Atas Zona Muslim

13 Adab Makan Dan Minum Islami, Sesuai Tuntunan Nabi
4/ 5 stars - "13 Adab Makan Dan Minum Islami, Sesuai Tuntunan Nabi" Ini adalah kumpulan dari adab-adab islami yang harus diamalkan ketika makan. Karena terdapat di dalamnya menghidupkan sunnah nabi –shallal...

13 Adab Makan Dan Minum Islami, Sesuai Tuntunan Nabi

Admin
Adab Makan Islami Sesuai Tuntunan Nabi

Ini adalah kumpulan dari adab-adab islami yang harus diamalkan ketika makan. Karena terdapat di dalamnya menghidupkan sunnah nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam-, pengusiran, penjauhan dan pengharaman kepada syaitan, yang selalu berusaha berkumpul dengan orang muslim ketika makan dan minumnya, pakaiannya dan malamnya. Sehingga memungkinkan bujukannya dan menguasai hati dan akalnya serta anggota tubuhnya. Terdapat di dalamnya melakukan kemaslahatan agama, ekonomi dan lingkungan. Diantara adab-adab tersebut adalah:

1. Membaca Bismillah Ketika Hendak Makan


Dari `A'isyah –radhiyallahu `anha- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Jika seseorang dari kalian memakan makanan maka sebutlah: bismillah, dan jika lupa maka ucapkanlah: bismillahi awwaluhu wa akhiruhu (dengan nama Allah dari awal hingga akhirnya)[1].

Dari Hudzaifah bahwa nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya syaitan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah atasnya[2].

Beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata kepada `Amr bin Abi Salamah -radhiyallahu `anhu-:

(يا غلام, سم الله, و كل بيمينك . . .)

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu . . .[3].

Jika Lupa Membaca Bismillah Pada Awal Makan


Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

(من نسي أن يذكر اسم الله عز و جل في أول طعامه, فليقل حين يذكر: بسم الله أوله و أخره, فإنه يستقبل طعاما جديدا, أو يمتنع الخبيث مما كان يصيب منه)

“Bagi siapa yang lupa menyebut nama Allah -`azza wa jalla- pada awal makan, maka ucapkanlah ketika ingat: bismillahi awwaluhu wa akhiruhu (dengan nama Allah dari awal hingga akhir), maka sesungguhnya dia menerima makanan baru, atau mengusir keburukan[1] dari apa yang diambilnya"[2].

2-3. Makan Dengan Tangan Kanan, Tidak Mengambil Makanan Yang Berada Di Depan Orang Lain -Jika Makan Di Dalam Satu Wadah-


Dari `Abdullah bin `Umar -radhiyallahu `anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya[3].

Dari `Amr bin Abi Salamah -radhiyallahu `anhu- berkata:

كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

“Ketika aku masih anak-anak di asuhan nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan tanganku pindah-pindah di hidangan makan, lalu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata kepadaku: wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu. Seperti itulah cara makanku."[4].

4. Memakan Dari Tepi Makanan Dan Tidak Dari Tengahnya


Dari Ibnu `Abbas -radhiyallahu `anhu- dari nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ فِي وَسَطِهِ إِذَا وُضِعَ الطَّعَامُ، فكلوا مِنْ حَافَتِهِ، و لا تأكلوا من وَسَطَهُ

“Berkah turun di tengah makanan, maka makanlah dari tepinya, dan janganlah memakan dari tengahnya[5].

5. Tidak Makan Dalam Keadaan Setengah Tiduran


Berdasarkan hadits Abi Juhaifah -radhiyallahu `anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

(أما أنا فلا أكل متكئا)

“Adapun aku maka aku tidak makan sambil setengah tiduran[1].

6. Tidak Mencela Makanan Jika Tidak Menyukainya


Dari Abu Hurairah -radhiyallahu `anhu- berkata:

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau menyukainya beliau memakannya, dan jika beliau tidak menyukainya beliau meninggalkannya”.[2]

7. Berkumpul Untuk Makan Dan Tidak Makan Sendirian.


Karena banyaknya tangan saat makan menambah berkahnya, seperti sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-:

طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلاَثَةِ، وَطَعَامُ الثَّلاَثَةِ كَافِي الأَرْبَعَةِ

Makanan dua orang mencukupi tiga, dan makanan tiga orang mencukupi empat”.[3].

Disebutkan bahwa para sahabat nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata:

(يا رسول الله, أنا نأكل و لا نشبع فقال: لعلكم تفترقون؟ قالوا: نعم قال: فاجتمعوا على طعامكم, و اذكروا اسم الله, يبارك لكم فيه)

“Wahai Rasulullah, kami makan dan tidak kenyang, lalu beliau berkata: barangkali kalian berpisah. Mereka menjawab: iya, beliau bersabda: maka berkumpullah atas makanan kalian, dan sebutlah nama Allah, maka diberkahi kalian di dalamnya[4]. Hadits ini dhaif.

8. Memakan Suapan Yang Jatuh Setelah Membersihkan Kotoran Padanya


Dari Jabir -radhiyallahu `anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

“Jika jatuh suapan seseorang dari kalian maka ambillah, dan buanglah kotoran yang terdapat padanya, lalu makanlah, dan jangan meninggalkannya untuk syaitan."[1].

9. Menjilat Jari-Jari Dan Menghabiskan Makanan Di Mangkuk Sebelum Mencuci Tangan.


Dari Jabir -radhiyallahu `anhu- bahwa nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-: memerintahkan untuk menjilati jari-jari dan mangkuk. Beliau bersabda:

إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ

“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui terdapat di bagian manakah berkahnya."[2].

10-11. Mengucapkan Alhamdulillah, Dan Berdoa Setelah Selesai Makan


Dari Anas -radhiyallahu `anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

(إن الله ليرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها, أو يشرب الشربة, فيحمده عليها)

“Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba yang ketika memakan makanan lalu memuji-Nya atasnya, atau meminum minuman, dan memuji-Nya atasnya."[3].

Telah shahih dari nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beberapa bacaan hamdalah dan doa setelah makan. yaitu:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا، غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلاَ

“Segala puji bagi Allah yang telah mencukukupkan dan mengenyangkan kami yang selalu dibutuhkan dan tidak mengkufuri anugerah-Nya”[4]

الحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ، رَبَّنَا

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan diberkahi padanya, yang tidak dikufuri dan tidak menahan anugerahnya dan selalu dibutuhkan, wahai Rabb kami”.[5]

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ، وَسَقَى وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, minum dan memudahkannya untuk dicerna dan menjadikannya jalan keluar”.[6]

اللهُمَّ أَطْعَمْتَ وَأَسْقَيْتَ، وَأَغْنَيْتَ وَأَقْنَيْتَ، وَهَدَيْتَ وَأَحْيَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَعْطَيْتَ

“Ya Allah , Engkaulah yang telah memberi makan dan minum, memberi kecukupan, kepuasan memberi petunjuk dan kehidupan. Bagi-Mu segala pujian atas apa yang telah Engkau anugerahkan”.[1]

12. Berdoa Untuk Orang Yang Memberi Makanan. 

Diantara doa yang shahih, yaitu:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ

“Orang-orang yang berpuasa berbuka disisi-Mu, orang-orang yang baik memakan makanan-Mu. Dan para malaikat mendoakanmu”.[2]

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

“Ya Allah berkahilah mereka terhadap rezki yang telah Engkau anugerahkan kepada mereka. Ampunilah dan rahmatilah mereka”.[3]

13. Mencuci Tangan Membersihkan Bekas Makanan


Dari Abu Hurairah -radhiyallahu `anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِذَا بَاتَ أَحَدُكُمْ، وَفِي يَدِهِ غَمَرٍ، فَأَصَابَهُ شَيْءٌ، فَلَا يَلُومَنَّ، إِلَّا نَفْسَهُ

“Jika seseorang dari kalian tidur dan ditangannya masih ada sisa makanan[4], lalu mengakibatkan sesuatu kepadanya, maka janganlah ia menyalahkan kecuali kepada dirinya sendiri”.[5]

Demikian uraian adab-adab sesuai tuntunan Nabi. Semoga kita bisa mengamalkannya dan juga mendakwahkannya kepada orang lain terutama keluarga. Semoga menjadi amal sholeh

Footnote:
[1] Shahih, Hadits riwayat: Abu Daud (3767), At-Tirmidziy (1858), Ahmad (6/143).
[2] Shahih, Hadits riwayat:Muslim (2017), dan Ahmad (5/383).
[3] Shahih, akan disebutkan secara lengkap dan detail sebentar lagi.
[4] Yakni syaitan.
[5] Shahih, Hadits riwayat: Ibnus Sunni dalam ‘amalul yaumi wal lailah (461) dengan sanad yang shahih dan memiliki penguat dari `A'isyah di atas.
[6] Shahih, Hadits riwayat:Muslim (2020), dan At-Tirmidziy (1800, dan AbuDaud (3776).
[7] Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5376), dan Muslim (2022).
[8] Hasan, Hadits riwayat: Abu Daud (3772), Ibnu Majah (3277), Ahmad (1/343-345).
[9] Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5398), dan At-Tirmidziy dalam as Syamaail (64).
[10] Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5409), dan Muslim (2064).
[11] Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5392), dan Muslim (2058).
[12]Dha`if, Hadits riwayat: Abu Daud (3764) dan selainnya.
[13] Shahih, Hadits riwayat: Muslim (2033).
[14] Shahih, Hadits riwayat:Muslim (2033).
[15] Shahih, Hadits riwayat:Muslim (2724), dan At-Tirmidziy (1816).
[16] Shahih, Hadits riwayat:Al-Bukhariy (5459).
[17] Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5458), dan Abu Daud (3849), dan Ibnu Majah (3248), danAhmad (5/256).
[18] Shahih, Hadits riwayat: Abu Daud (3851), dan Ibnus Sunni.
[19] Hasan, Hadits riwayat: Ahmad dalam al Musnad (16595).
[20] Shahih dengan penguatnya, Hadits riwayat: Abu Daud (3854), Ibnu Majah (1747) dan selain keduanya.
[21] Shahih, Hadits riwayat: Muslim (3805), At-Tirmidziy (3500) dan Abu Daud (3729).
[22]Penutup: lemak yang berakibat pada tangan dari bekas makanan.
[23] Shahih, Hadits riwayat: At-Tirmidziy (1860), Abu Daud (3852), Ibnu Majah (3297), dan Ahmad (8175).

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru