Iklan Atas Zona Muslim

12 Adab Wanita Saat Hendak Shalat Berjama`ah Dimasjid
4/ 5 stars - "12 Adab Wanita Saat Hendak Shalat Berjama`ah Dimasjid" Tidak ada selisih pendapat yang mengatakan bahwa wanita tidak diwajibkan melihat jama’ah di masjid –seperti yang di jelaskan di atas – te...

12 Adab Wanita Saat Hendak Shalat Berjama`ah Dimasjid

Admin

Tidak ada selisih pendapat yang mengatakan bahwa wanita tidak diwajibkan melihat jama’ah di masjid –seperti yang di jelaskan di atas – telah dibenarkan oleh dalil-dalil yang menyatakan yaitu shalatnya wanita di rumah mereka masing-masing dan tidak keluar ke masjid.

Akan tetapi wanita di bolehkan untuk keluar masjid, telah disebutkan beberapa dalil yang menyatakan perginya wanita ke masjid di zaman nabi , dan nabi melihat mereka shalat di belakang nabi dari Aisyah berkata: ”Kami wanita-wanita yang beriman ikut shalat fajar bersama nabi dengan mengenakan pakaian tertutup, lalu mereka pulang ke rumah mereka setelah selesai shalat tidak ada seorang pun yang tau karena kegelapan”.

Bahkan di sebutkan bahwa seorang wanita begadang di dalam masjid dan yang lain bangun.

Wanita meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke masjid dan bagi suaminya agar tidak melarang:

Dari Ibn Umar dari nabi bersabda: ”Apabila istrimu meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid maka janganlah kamu larang”.

Maka apabila tidak ada sebab untuk melarang wanita pergi ke masjid, maka suami wajib untuk mengizinkannya, karena nabi melarang suami untuk tidak mengizinkannya”.

Dan bagi wanita yang keluar ke masjid hendaklah memperhatikan beberapa adab ini:

1. Menjauhkan diri dari memakai minyak wangi, dan berhias yang dapat menyebabkan fitnah:
Dari Zainab yaitu istri Abdullah berkata: nabi bersabda kepada kami: ”Apabila kalian melihat salahseorang di antara kalian pergi ke masjid, maka janganlah memakai wangi-wangian.

Dari Abu Hurairah dari nabi bersabda: ”Janganlah melarang hamba Allah pergi ke masjid, dan hendaklah ia keluar dengan tidak memakai wangi-wangian”.

2. Berdo’a ketika keluar rumah.
Maka ucapkanlah do’a: ”Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah , tiada daya dan kekuatan kecuali kepunyaan Allah” apabila kamu berdo’a demikian maka kamu akan diberi petunjuk, dicukupkan, di jaga, dan dijauhkan dari setan”.

Dan berdo’a: ”Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dan dalam lisanku cahaya, dan jadikanlah dalam pendengaranku cahaya, dan penglihantanku cahaya, dan jadikanlah dari belakang dan depanku cahaya, dan jadikanlah di atas dan bawahku seberkas cahaya, ya Allah berikanlah aku cahaya”.

3. Jalan ke masjid dengan tenang dan tidak terburu-buru
Dari Abu Qatadah berkata: Ketika kami shalat bersama nabi kami mendengar keributan (yaitu kegaduhan dan suara kencang) dan derap langkah para lelaki, ketika usai shalat nabi bertanya: ”ada apa dengan kalian? Mereka menjawab: kami terburu-buru ketika berangkat shalat, nabi bersabda: ”Jangan lakukan demikian, apabila kalian datang ke masjid hendaklah dengan tenang , apabila kamu dapat menyusul maka shalatlah, apabila kamu tertinggal maka sempurnaknlah shalatmu”.

4. Berdo’a ketika masuk dan keluar masjid:
Apabila kamu masuk masjid maka ucapkanlah: ”Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam kepada rasulullah , ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu”.

Dan apabila kamu keluar masjid maka ucapkanlah: ”dengan menyebut nama Allah Ta’ala, shalawat dan salam kepada rasulullah , ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu keutamaan-Mu”.

5. Shalat tahiyyat masjid (dua rakaat) sebelum kamu duduk.
Nabi bersabda: ”Apabila salah seorang dari kalian memasuki masjid maka janganlah duduk terlebih dahulu sebelum shalat dua rakaat”.

6. Apabila telah mulai didirikan shalat fardhu maka janganlah kamu shalat sunnah.
Sebagaimana sabda nabi : ”Apabila telah didirikan shalat, maka janganlah mendirikan shalat lain kecuali shalat fardhu”.

7. Setelah selesai shalat hendaklah para wanita segera pulang.

Dari Ummu Salamah berkata: ”Bahwa nabi ketika mengucap salam para wanita segera berdiri ketika selesai dari shalat, nabi berdiam diri sebentar di tempatnya sebelum berdiri –kami berpendapat Waallahu a’lam – bahwa nabi berbuat demikian agar para wanita pulang sebelum mereka terlihat oleh salah seorang lelaki”.

Aku berkata: Hal ini apabila wanita shalat langsung di belakang lelaki dan keluarnya mereka semua dari satu pintu yang sama, adapun apabila terdapat pintu khusus bagi wanita maka bagi mereka agar menetap di tempat shalat mereka, bersujud, memuji asma Allah,bertakbir, bertasbih dengan dzikir-dzikir yang biasa diucapkan setelah selesai shalat maka sesungguhnya malaikat mendoakan mereka selama mereka berada di tempat shalat dan tidak berhadats.

8. Agar menghindari dari makan bawang merah, bawang putih dan sejenisnya sebelum berangkat ke masjid:
Nabi bersabda: ”Siapa yang memakan bawang putih, bawang merah dan bawang perai maka janganlah mendekati masjid kami, sesungguhnya malaikat terganggu sebagaimana manusia terganggu akan hal itu”.

Dan apabila bawang merah dan bawang putih tersebut telah dimasak maka tidak apa-apa memakannya sebelum berangkat ke masjid, sebagaimana perkataan Umar Ibn Khattab:”Sesungguhnya kalian, memakan dua pohon yang aku tidak melihatnya melainkan keburukan…maka siapa yang memakannya maka hendaklah dimasak terlebih dahulu”.

9. Menjauhi meludah di masjid
Nabi bersabda: ”meludah di dalam masjid merupakan kesalahan, dan dendanya adalah dengan menutupinya”.

10. Tidak di bolehkan menyanyikan lagu atau jual beli di dalam masjid

Sebagaimana yang disebutka dalam hadist Abu Hurairah bahwa nabi berkata: ”Siapa yang mendengar lelaki menyanyikan lagu di dalam masjid maka ucapkanlah kepadanya: janganlah berbuat demikian, karena masjid tidak di bangun untuk itu”.

Dari Abdullah Ibn Umar bahwa nabi “Melarang jual beli di masjid serta melantunkan syair dan menyanyikan lagu”.

Adapun jual beli di depan masjid – luarnya – maka dibolehkan dan tidak makruh, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadist Ibn Umar : ”Bahwa Umar Ibn Khattab melihat perhiasan yang dihiasi dengan sutra dijual di depan pintu masjid, Umar lalu berkata: wahai rasulullah , sekiranya engkau membeli pakaian ini sehingga engkau bisa memakainya pada hari jum’at?...”

11. Tidak dibolehkan mengeraskan suara di dalam masjid
Dalam hadist Saib Ibn Yazid disebutkan bahwa Umar melihat dua orang lelaki dari penduduk Thaif mengeraskan suara mereka, lalu Umar berkata kepada mereka: ”Apabila kalian penduduk negeri ini maka aku pasti akan menyakiti kalian,karena kalian mengeraskan suara kalian dalam masjid nabi ?!.

Sebagaima dijelaskan diatas bahwa dilarang mengganggu orang shalat meskipun dengan membaca al-Qur’an. Hal ini apabila suara keras mereka sangat buruk,atau keji adapun berbincang di dalam masjid yang mana tidak mengganggu orang lain maka diperbolehkan.

Dari jabir Ibn Samirah berkata: ”Bahwa nabi tidak berdiri dari tempat shalat subuhnya sampai terbitnya matahari, apabila matahari terbit nabi berdiri, dan orang-orang berbincang-bincang mengingat masa jahiliah mereka, tertawa dan tersenyum”.

12. Diperbolehkan makan dan minum di dalam masjid apabila tidak mengotori masjid dan terhindar dari fitnah:
Dari Abdullah Ibn Harits berkata: ”Pada zaman nabi kami memakan roti dan daging di dalam masjid”.

Dan seorang wanita berkulit hitam berdiam di dalam masjid pada zaman nabi

Kesimpulan: Imam dianjurkan untuk memperhatikan keadaan wanita apabila mereka shalat di belakangnya dari Abu Qatadah berkata: nabi bersabda: ”Ketika aku mendirikan shalat dan ingin memperpanjangnya, aku mendengar tangisan anak kecil maka aku mensegerakan shalatku karena tidak ingin membebani ibu anak kecil itu”.

Demikian penjelasan 12 Adab wanita shalat berjamaah dimasjid. Semoga bermanfaat.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru