Iklan Atas Zona Muslim

Menggiurkan, Inilah Tawaran Yang Ditolak Nabi Dari Kafir Quraisy
4/ 5 stars - "Menggiurkan, Inilah Tawaran Yang Ditolak Nabi Dari Kafir Quraisy" Di dalam riwayat Ibnu Hisyam dari Ibnu Ishaq disebutkan, bahwa 'Utbah bin Rabi'ah seorang tokoh cendekiawan di antara kaumnya ...

Menggiurkan, Inilah Tawaran Yang Ditolak Nabi Dari Kafir Quraisy

Admin

Di dalam riwayat Ibnu Hisyam dari Ibnu Ishaq disebutkan, bahwa 'Utbah bin Rabi'ah seorang tokoh cendekiawan di antara kaumnya berkata di majlis pertemuan Quraisy, "Wahai kaum Quraisy, izinkanlah aku bertemu dan berdialog dengan Muhammad, dan menawarkan beberapa tawaran kepadanya, barangkali dia bersedia menerima salah satunya. Kita berikan kepadanya apa yang disukainya, dan dia berhenti menyusahkan kita." Kaum Quraisy menjawab, "Kami setuju, wahai Abu 'l-Walid. Pergi dan berdialoglah kepada Muhammad."

Kemudian 'Utbah datang kepada Rasulullah saw., lalu duduk di hadapan Nabi saw. dan berkata, "Wahai putra saudaraku, anda adalah seorang dari lingkungan kami, dan anda pun telah mengetahui kedudukan silsilah kami (yang dipandang terhormat oleh semua orang Arab). Namun ternyata Anda telah membawa suatu persoalan yang amat gawat kepada kaum kerabat anda, dan anda telah memecah belah kerukunan dan persatuan mereka. Sekarang dengarkanlah baik-baik, saya hendak menawarkan kepada anda beberapa hal yang mungkin dapat anda terima salah satu di antaranya."

Nabi saw. menjawab, "Katakanlah, hai Abu 'l-Walid, apa yang hendak kamu tawarkan."

'Utbah bin Rabi'ah berkata, "Wahai putra saudaraku, jika dengan dakwah yang anda lakukan itu anda ingin mendapatkan harta kekayaan, maka akan kami kumpulkan harta kekayaan yang ada pada kami untuk anda, sehingga anda menjadi orang yang terkaya di kalangan kami. Jika anda menginginkan kehormatan dan kemuliaan, anda akan kami angkat sebagai pemimpin, dan kami tidak akan memntuskan persoalan apa pun tanpa persetujuan anda. Jika anda ingin menjadi raja, kami bersedia menobatkan anda sebagai raja kami. Jika anda tidak sanggup menangkal jin yang merasuk ke dalam diri anda, kami bersedia mencari tabib yang sanggup menyembuhkan anda, dan untuk itu kami tidak akan menghitung-hitung berapa biaya yang diperlukan sampai anda sembuh.

Rasulullah saw. bertanya kepada 'Utbah, ”Sudah selesaikah, wahai Abu 'l-Walid?" Jawab 'Utbah, “Sudah? Nabi saw. berkata, "Sekarang dengarkanlah dariku.“ Kemudian Nabi saw. membaca:

"Haa Miim. (Haa Miim) hanya Allah saja yang mengetahui arti dan maksudnya.
Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang hendak mengetahuinya. Kitab yang membawakan berita gembira dan membawakan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling dan mereka tidak mau mendengarkannya. Mereka (bahkan) berkata, "Hati kami tertutup bagi apa yang kamu serukan kepada kami, dan telinga kamipun tersumbat rapat. Antara kami dan kamu terdapat dinding pemisah. Karenanya, silakan kamu berbuat (menurut kemauanmu sendiri) dan kami pun berbuat (menurut kemauan kami sendiri). "Katakanlah (Hai Muhammad), ”Bahwasanya aku adalah seorang manusia (juga) seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Satu, karena itu hendak lah kamu tetap pada jalan lurus menuju kepada-Nya, dan celakalah orang-orang yang mempersekutukan-Nya…... "

Ketika ’Utbah mendengar bacaan Rasulullah saw. sampai pada ayat:

Jika mereka berpaling, maka katakanlah, "Kalian telah kuperingatkan (mengenai datangnya) petir (adzab) seperti petir yang menghancurkan kaum 'Aad dan Tsamud (dahulu)." (Q.S. Fushshilat:13)

'Utbah menutup mulut Nabi saw. dengan tangannya memohon supaya berhenti membaca karena takut ancaman yang terkandung di dalam ayat tersebut.

Kemudian 'Utbah kembali kepada kaumnya yang sudah menantinya. Mereka bertanya, “Bagaimana hasilnya. wahai Abu 'l-Walid?

'Utbah menjawab, "Aku mendengar suatu perkataan yang belum pernah aku dengar sama sekali. Demi Allah, perkataan itu bukan sya'ir, bukan sihir dan bukan pula mantera dukun. Wahai kaum Quraisy, taatilah aku, dan biarkanlah Muhammad dengan urusannya. Biarkanlah dia! Demi Allah, sungguh perkataan yang aku dengar darinya itu akan menjadi berita yang menggemparkan. Jika apa yang dikemukakan Muhammad terjadi pada bangsa Arab, maka hanya dia yang bisa membebaskan kamu. Dan jika Muhammad berkuasa atas bangsa Arab, maka kekuasaannya adalah kekuasaanmu, kemuliaannya adalah kemuliaanmu juga.

Kaum Quraisy menjawab, "Demi Allah, Muhammad telah mensihirmu, wahai Abu 'l-Walid," dengan perkataannya.“ 'Utbah berkata, "Demikianlah pendapatku tentang Muhammad. Kamu bebas untuk berbuat sesukamu.“

Imam Thabari dan Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa beberapa orang kaum Musyrik, termasuk al-Walid bin Mughirah dan al-'Ash bin Wa'il, datang menemui Rasulullah saw. menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepadanya, dengan syarat beliau bersedia meninggalkan kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Ketika Nabi saw. menolak tawaran tersebut, mereka menawarkan, "Bagaimana jika anda menyembah tuhan-tuhan kami sehari, dan kami menyembah tuhanmu sehari (bergantian)? Tetapi tawaran ini juga ditolak oleh Nabi saw. Dan berkenaan dengan hal ini Allah menurunkan Firman-Nya:  Katakanlah, "Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah nwniadi penyembah apa yang kamu sembah. dan kamu tidak pernah (iuga) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. " (QS. al-Kafirun:1-6)

Para pembesar Quraisy belum berputus asa membujuk Nabi saw. Secara beramai-ramai mereka mendatangi Rasulullah saw. menawarkan kembali apa yang pernah ditawarkan oleh 'Utbah kepada Nabi saw. Mereka menawarkan kekuasaan, harta kekayaan dan pengobatan.

Kepada mereka Rasulullah saw. mengatakan, "Aku tidak memerlukan semua yang kamu tawarkan. Aku tidak berdakwah karena menginginkan harta kekayaan, kehormatan atau kekuasaan. Tetapi Allah mengutusku sebagai Rasul. Dia menurunkan Kitab kepadaku dan memerintahkan aku agar menjadi pemberi kabar gembira dan peringatan. Kemudian aku sampaikan risalah Rabb-ku dan aku sampaikan nasihat kepadamu. Jika kamu menerima dakwahku, maka kebahagiaanlah bagimu di dunia dan di akhirat. Jika kamu menolak ajakanku, maka aku bersabar mengikuti perintah Allah sehingga Allah memberikan keputusan antara aku dan kamu."

Selanjutnya mereka berkata kepada Nabi saw, 'Jika anda tidak bersedia menerima tawaran kami, maka sesungguhnya anda telah mengetahui bahwa tidak ada orang yang lebih kecil negerinya, lebih gersang tanahnya dan lebih keras kehidupannya selain dari pada kami. Karena itu, mintakanlah untuk kami kepada Rabb yang telah mengutusmu agar menjauhkan gunung-gunung yang menghimpit ini dari negeri kami, mengalirkan sungai-sungai untuk kami sebagaimana sungai-sungai Syam dan iraq, dan membangkitkan bapak-bapak kami yang telah mati, terutama Qushayyi bin Kilab, karena dia seorang tokoh yang terkenal jujur, sehingga kami dapat bertanya kepadanya tentang apa yang anda katakan. Mintalah buat anda kebun, istana, tambang emas dan perak yang dapat memenuhi apa yang selama ini anda buru. Jika anda telah melakukan apa yang kami minta, maka kami baru akan membenarkan anda. Kami akan tahu kedudukan anda di sisi Allah, dan akan mempercayai bahwa Dia mengutusmu sebagai Rasul sebagaimana anda katakan.”

Jawab Nabi saw., "Aku tidak akan melakukannya, aku tidak akan meminta hal itu kepada Allah.”

Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya mereka berkata kepada Nabi saw., "Kami dengar bahwa anda mempelaiari semua itu dari seorang yang tinggal di Yamamah bernama ar-Rahman. Demi Allah, kami tidak percaya kepada ar-Rahman. Sesungguhnya kami telah berusaha sepenuhnya kepada Anda, wahai Muhammad. Demi Allah, kami tidak akan membiarkan anda berdakwah kepada kami sampai kami hancur atau anda mengalahkan kami.” Kemudian mereka bangkit dan meninggalkan Nabi saw. Bersambung...

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru