Iklan Atas Zona Muslim

13 Manfaat Dan Keutamaan Zakat
4/ 5 stars - "13 Manfaat Dan Keutamaan Zakat" Sebagaimana kewajiban dan ibadah pada umumnya yang selalu membawa hikmah dan manfaat bagi pelakunya. Maka zakat juga demikian, dibalik ...

13 Manfaat Dan Keutamaan Zakat

Admin

Sebagaimana kewajiban dan ibadah pada umumnya yang selalu membawa hikmah dan manfaat bagi pelakunya. Maka zakat juga demikian, dibalik perintah zakat ada banyak sekali manfaat yang akan didapatkan. Dan berikut ini 13 Manfaat Dan Keutamaan Zakat berdasarkan Nash Al-Qur'an dan Sunnah.

1. Orang yang menunaikan zakat termasuk golongan ahli syurga

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam surah adz-Dzariyaat : 15 – 18

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦) كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧) وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨) وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (١٩)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air. Sambil menerima segala pemberian tuhan mereka, sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

2. Orang yang mengeluarkan zakat termasuk dalam golongan orang mukmin yang berhak mendapatkan rahmat dari Allah.

Surat At-Taubat, ayat: 71.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at pada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

3. Harta yang dikeluarkan zakatnya akan berkembang dan bertambah. Ini sesuai dengan janji Allah Subhanahu wata'ala.

Surat Al-Baqarah, ayat: 286.

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa."

Dalam suatu hadits rasulullah bersabda:

‏مَنْ تَصَدَّقَ ‏ ‏بِعَدْلِ ‏ ‏تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ ‏ ‏فَلُوَّهُ ‏ ‏حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

"Bagi siapa yang bersedekah dengan sebiji kurma dari usaha yang halal, maka Allah tidak akan menerima kecuali dari yang halal, maka sesungguhnya Allah akan menerimannya, lalu merawatnya untuk yang menyedekahkannya sebagaimana salah seorang di antara kamu merawat kuda sampai menjadi seperti gunung.[1]

4. Orang yang mengeluarkan zakat pada hari kiamat akan di naungi Allah dari panas yang menyengat.

Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam :

قَالَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: … وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ …

Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: Tujuh golongan pada hari kiamat nanti yang akan mendapat naungan dari Allah di saat tiada naungan selain naungan-Nya.Di antaranya seorang laki-laki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."[2]

5. Zakat mensucikan harta, akan menjadikan harta bertambah, serta akan menjadi sebab terbuka pintu rizki bagi pemiliknya.

Sebagaimana hadits Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

"Harta yang dikeluarkan zakat atau sedekahnya tak akan berkurang."[1]

6. Harta yang dikeluarkan zakatnya akan menjadi sebab tercurahnya kebaikan bagi pemilik harta tersebut dan bagi yang tidak mau mengeluarkan zakatnya akan membendung mengucurnya kebaikan itu padanya.

Dalam hadits nabi Shallallahu 'alaihi wasallam di jelaskan:

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

"Jika suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.”[2]

7. Zakat akan menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa.

Dalam hadits Mu'adz bin Jabal, bahwa nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api."[3]

8. Zakat merupakan tanda kejujuran iman orang yang mengeluarkan zakat.

Karena harta adalah sesuatu yang disenangi, dan tiap orang yang memberikan sesuatu yang disenangi sudah tentu berharap kesenangan yang sama, bahkan berharap lebih banyak dari yang di berikan. Oleh sebab itu zakat juga sering disebut dengan sadaqah, yang artinya kejujuran, keikhlasan, karena pemilik harta benar-benar jujur dan ikhlas berharap ridha Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung.[4]

9. Zakat dapat memperbaiki akhlak muzaki, dan menyenangkan hatinya.

Orang yang mengeluarkan zakat akan selamat dari golongan orang yang bakhil, dan masuk dalam golongan orang-orang yang dermawan, itu akan menggembirakan hatinya. Karena sesungguhnya tiap orang yang menyerahkan hartanya dengan kerelaan dan kemurahan hatinya, maka secara otomatis jiwanya akan merasakan senang dan gembira.[5]

10. Zakat akan menjaga dan memelihara dari pandangan negatif orang fakir miskin, sertamelindungi dari tangan orang yang berbuat jahat.

11. Zakat dapat membantu meringankan beban faqir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Dengan zakat, mereka dapat memiliki modal usaha, di saat mereka punya keinginan dan kemampuan untuk berwirausaha. Dan membantu mereka yang lemah untuk memenuhi kebutuhan hidup hariannya, menyelamatkan masyarakat dari kefakiran, serta dapat mengurangi beban dan lemahnya perekonomian negara.[1]

12. Zakat merupakan partisipasi tiap muslim terhadap kewajiban kemasyarakatan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, menyiapkan perlengkapan tentara, mencegah permusuhan, dan membantu orang-orang fakir semampunya.[2]

13. Zakat merupakan realisasi rasa syukur yang telah di anugrahi nikmat berupa harta oleh Allah -subhanahu wa ta`ala-.[3]

Footnote:
[1] . Shahih Al-Bukhariy: 1410, shahih Muslim: 1014.
[2]. Shahih Al-Bukhariy: 660, shahih Muslim: 1031.
[1]. Shahih Muslim: 2588.
[2]. Ibnu Majah: 4019, dan pembawa hadits yang lain, dan sudah dihukum shahih oleh Al-Albaniy.
[3] .  At-Tirmidziy: 609. An-Nasa'iy, Al-Kubra: 11394. Ibnu Majah: 3973. Ahmad, jilid 5: 531.
[4] .  Asy-Syarh Al-Mumti`, jilid 6: 12.
[5] .  Lihat Zadul Ma‘ad karangan Ibnu Qayim Al-Jauziyyah, jilid 2: 25.
[1] .  Fiqh Islami Wa Adillatuhu, jilid 2: 732.
[2] . Ibid
[3] .  Adz-Dzakhirah, karangan Al-Qarafiy, jilid 3: 7.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru