Iklan Atas Zona Muslim

Kuasa Allah! Dahsyatnya Letusan Krakatau Setara 200 Megaton TNT
4/ 5 stars - "Kuasa Allah! Dahsyatnya Letusan Krakatau Setara 200 Megaton TNT" Menyaksikan dampak akibat tsunami yang katanya disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi gunung Anak Krakatau yang dikombinasi den...

Kuasa Allah! Dahsyatnya Letusan Krakatau Setara 200 Megaton TNT

Admin
Dahsyatnya letusan gunung krakatau

Menyaksikan dampak akibat tsunami yang katanya disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi gunung Anak Krakatau yang dikombinasi dengan pasang naik Bulan Purnama, jadi terbayang betapa dahsyat dan mengerikannya erupsi gunung Krakatau pada hari Ahad 26 Agustus s/d Senin 27 Agustus, tahun 1883.

Erupsi yang sangat dahsyat dari gunung Krakatau itu melontarkan sekitar 25 km³ material (berupa bebatuan, debu, gas, dan batu apung) dari perut Bumi ke angkasa setinggi 35 km, di mana letusannya diperkirakan sedikitnya berkekuatan 200 Megaton TNT (4x kekuatan Tsar Bomba, bom nuklir terkuat yang pernah dibuat manusia). Suara erupsi tesebut sekuat 310 dB, sehingga memecahkan gendang telinga awak kapal Belanda yang berlayar sejauh 64 km dari pulau Krakatau tersebut, dan ia terdengar jelas sampai jarak 5.000 km jauhnya. Bahkan gelombang tekanan erupsi itu mengelilingi Bumi sampai 3,5x.

Baca juga: Fakta Pohon Sahabi, Pohon Tertua Didunia Samapai Hari Ini

Erupsi Krakatau yang menghancurkan sekira 70% pulau Krakatau itu menyebabkan tsunami setinggi 40 meter lebih di pantai Anyer (yang menyebabkan hancurnya mercusuar) dan di teluk Lampung (yang mendamparkan kapal uap besar Belanda sejauh 3,6 km ke pedalaman daratan). Kota Merak hancur luluh-lantak karena tsunami setinggi 46 meter. Awan panas juga mencapai pantai di daerah Lampung yang jaraknya sekitar 40 km dari pulau Krakatau.

Akibat erupsi Krakatau 1883 itu, suhu udara rata-rata di belahan Bumi Utara turun 1,2°C dan pola cuaca terus kacau selama beberapa tahun dan baru kembali normal pada 1888.

Korban jiwa akibat rangkaian peristiwa erupsi Krakatau – yang diklasifikasikan sebagai VEI (Volcanic Explosivity Index) 6 (Colossal) – itu diperkirakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda lebih dari 36.000 orang…

Ngeri…?

Ternyata ada yang lebih dahsyat lagi dari erupsi Krakatau 1883, yaitu erupsi gunung Tambora di Sumbawa pada 5 April s/d 11 April tahun 1815…

Erupsi gunung Tambora yang diklasifikasikan pada VEI 7 (Super Colossal) itu suara ledakannya terdengar sangat-sangat keras di Makassar yang jaraknya 380 km, bahkan di Batavia yang jaraknya 1.260 km dan di Ternate yang jaraknya 1.400 km terdengar seperti gemuruh suara meriam di jarak cukup dekat. Bahkan suara gemuruh erupsinya terdengar di pulau Sumatera yang jaraknya lebih 2.600 km.

Dahsyatnya Letusan gunung anak krakatau
Gambar letusan gunung krakatau

Erupsi Tambora melontarkan sekira 100 km³ material (bebatuan, debu, gas, dan batu apung, yang beratnya diperkirakan 10 milyar ton) dari perut Bumi ke angkasa, di mana hujan debunya mencapai Batavia dan Jawa Barat. Bahkan bau khas letusan gunung berapi sangat terasa tercium di Batavia.

Sir Thomas Stamford Raffles (Letnan Gubernur Jendral Inggris) bersaksi di memoir-nya: "The first explosions were heard on this island in the evening of 5 April, they were noticed in every quarter, and continued at intervals until the following day. The noise was, in the first instance, almost universally attributed to distant cannon; so much so, that a detachment of troops were marched from Djocjocarta, in the belief that a neighbouring post was being attacked, and along the coast boats were in two instances dispatched in quest of a supposed ship in distress."


Baca Juga : Simbol-simbol Dalam Mimpi Yang Menunjukan Sesorang Terkena Sihir

Akibat rangkaian peristiwa erupsi Tambora, diperkirakan korban jiwa di Sumbawa dan Lombok sekitar 80.000 orang lebih. Adapun akibat globalnya adalah penurunan temperatur rata-rata sebesar 0,7°C sehingga tahun 1816 dikenal sebagai "tahun tanpa musim panas"… yang mengakibatkan lebih 90.000 orang tewas di Eropa karena kelaparan akibat gagal panen.

Erupsi Tambora yang merupakan erupsi gunung berapi yang terdahsyat yang pernah diamati dan dicatat itu kini meninggalkan kaldera selebar 6 s/d 7 km sedalam 600 s/d 700 m, dan puncak gunung setinggi 2.851 meter dpl, dari sebelumnya puncak setinggi 4.300 m dpl.

Sekitar 600 tahun sebelumnya, tepatnya September 1257, gunung Samalamas di Lombok diperkirakan juga bererupsi sedahsyat erupsi gunung Tambora, yaitu skala VEI 7 (Super Colossal)… hanya saja ketika itu tidak ada catatan sejarah yang akurat, namun di Eropa dan China tercatat tahun-tahun dengan cuaca aneh dan gagal panen.

Ngeri ya?

Namun, ternyata ada lagi erupsi yang jauh lebih dahsyat lagi yang membuat erupsi Krakatau 1883, erupsi Tambora 1815, dan Erupsi Samalamas 1257 itu seperti membandingkan antara "petasan banting" dengan "dinamit"…

Iya… yaitu letusan gunung Toba Purba, dengan skala VEI 8 (Mega Colossal) yang terjadi sekitar 75.000 tahun lalu…!

Tidak terbayangkan kengerian erupsi gunung Toba Purba itu, karena material yang dilontarkan ke angkasa saja diperkirakan sedikitnya 2.800 km³, atau 20x nya Tambora / 100x nya Krakatau.

Erupsi gunung Toba Purba itu menyebabkan musim dingin global selama 10 tahun penuh, dan pendinginan global selama 1.000 tahun!

Baca Juga : Benarkah Nuzulul Qur'an Terjadi pada Tanggal 17 Ramadhan?

Tak terbayangkan apabila erupsi sekelas Toba Purba terjadi pada masa kini… padahal erupsi gunung Agung 1963 di skala VEI 5 (Paroxysmic), kemudian Galunggung 1982 serta gunung Merapi 2010 yang skala VEI-nya "hanya" 4 (Cataclysmic) saja, sudah begitu banyak korban jiwanya…

Benar-benar seharusnya kita menyadari betul bahwa karunia Bumi Nusantara yang sangat kaya ini harus betul-betul disyukuri dengan tidak mempersekutukan الله Subhânahu wa Ta‘âlâ dengan sesuatu apapun… karena di Nusantara ini tercatat ada lebih 150 buah gunung berapi, di mana 127nya berstatus aktif yang kapan saja bisa bererupsi dengan kekuatan yang sangat dahsyat.

Kita berdo'a:

سْمِ اللهِ اْلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِا للهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

{bismillâhir-rohmanir-rohîm walâ hawla walâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘azhîm}

(arti) "Dengan menyebut nama Allôh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tiada daya dan kekuatan (bagi kami) melainkan hanya dengan pertolongan Allôh yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Semoga lindungan Allah atas kita semua Aamiin. [Arsyad Syahrial]



Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru