Iklan Atas Zona Muslim

Pendapat Jumhur Tentang Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang
4/ 5 stars - "Pendapat Jumhur Tentang Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang" Oleh : Ust. Anshari Taslim Lc. Jumhur ulama tak membolehkan pembayaran zakat dengan uang salah satu dalilnya dalam hadits Ibnu Abbas ...

Pendapat Jumhur Tentang Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

Admin

Oleh : Ust. Anshari Taslim Lc.

Jumhur ulama tak membolehkan pembayaran zakat dengan uang salah satu dalilnya dalam hadits Ibnu Abbas disebut kalimat (طعمة للمساكين) Diartikan "makanan untuk orang miskin"

Tapi pendalilan ini bisa dielakkan oleh yg berpendapat sebaliknya dgn dalih bahwa kata thu'mah di situ lebih umum dibanding sekedar makanan. Berbeda dgn kata Ith'am yg berarti memberi makanan.

Kata thu'mah kalau dicek di kamus bahasa hadits seperti An-Nihayah karya Ibnu Al-Atsir maka akan kita dapati sebagai berikut:

الطُّعمة بالضم : شِبه الرِّزْق يُريدُ به ما كان له من الفيءِ وغيره . وجمعُها طُعَم

"Thu'mah dgn dhammah (pada tha`) berarti mirip makna rizqi, maksudnya (dalam hadits Abu Bakar -penerj) adalah fai` yg menjadi hak Rasulullah dan lainnya." (An-Nihayah 3/282).

Jadi tidak hanya berbentuk makanan, tapi mencakup semua jenis rejeki.

Juga ketika menerangkan hadits ttg warisan kakek: (إن السُّدُس الآخرَ طُعْمَة) (Seperenam lainnya adalah thu'mah). Kata thu'mah di situ artinya tambahan atau bonus dari hak sesungguhnya, dan itu tentu tidak khusus hanya makanan, apalagi secara umum warisan bukan berupa makanan.

Kata (طُعْمَة) juga bisa diartikan (وَجْهُ المكسب) mata pencaharian atau pekerjaan seperti dikatakan fulaan radi`ut thu'mah artinya Fulan mata pencahariannya jelekز

(lhat An-Nihayah dan juga Taj al-'Arus 33/15).

Nazhir (padanan) lainnya adalah hadits riwayat Muslim di riwayat mutabi' berbunyi:

إِنَّ الْكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً أُطْعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنَ الدُّنْيَا

"Sesungguhnya orang akfir itu bila melakukan kebaikan maka Allah akan memberinya makanan di dunia."

Kata makanan atau thu'mah di sini sepertinya tidak khusus dalam bentuk makanan, tapi semua yg bisa membeli makanan, terbukti dalam riwayat utama di shahih Muslim bunyinya adalah:

وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا

Sudah maklum bahwa balasan di dunia atas amalan baik orang kafir itu tidak hanya berbentuk makanan.

Juga dalam sebuah hadits yg dhaif berbunyi: (وإن الله جعل لكل نبي طعمة) (Sesungguhnya Allah menjadikan untuk setiap nabi ada thu'mah). Kata Thu'mah di sini diartikan oleh Al-Munawi dalam Faidh al-Qadir jilid 2 hal. 221 dan juga Ash-Shan'ani dalam kitab At-Tanwir syarh Al-Jami' Ash-Shaghir jilid 2 hal. 288 sebagai rizq (rejeki) dalam artian yg luas.

Sudah dipastikan bahwa rejeki Nabi bukan hanya berbentuk makanan tapi lebih luas dari itu. Meski haditsnya dhaif tapi yg penting adalah penjelasan ulama terhadap kata thu'mah itu.

Maka. kata thu'mah tidak hanya berbentuk makanan tapi juga bisa berbentuk sumber mencari atau mendapatkan makanan atau rizq yg berarti segala perolehan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Wallahu a'lam.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru