Iklan Atas Zona Muslim

Ternyata Wanita Boleh Keluar Rumah, Ini Penjelasannya
4/ 5 stars - "Ternyata Wanita Boleh Keluar Rumah, Ini Penjelasannya" Oleh : Ust. Abdullah Al-Jirani Apa hukumnya keluar rumah bagi wanita muslimah? Bolehkah wanita keluar rumah untuk kepentingan pribadi...

Ternyata Wanita Boleh Keluar Rumah, Ini Penjelasannya

Admin
Syarat wanita boleh keluar rumah

Oleh : Ust. Abdullah Al-Jirani

Apa hukumnya keluar rumah bagi wanita muslimah? Bolehkah wanita keluar rumah untuk kepentingan pribadi maupun dakwah?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas coba kita simak firman Alloh berikut ini:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan dengan dandanan orang-orang jahiliyyah yang pertama”. [QS. Al-Ahzab : 33].

Dalam ayat ini perintah tinggal di dalam rumah bukanlah perintah yang bersifat mutlak. Akan tetapi suatu perintah yang telah dibatasi oleh dalil-dalil lain yang menunjukkan bolehnya seorang wanita keluar rumah jika ada kebutuhan. Disamping itu, larangan keluar rumah bagi para wanita, termasuk jenis larangan yang bersifat wasail (peratara). Yaitu larangan yang akan menjadi sebab kejelekan yang lain. Bukan larangan yang bersifat maqashid. Maka jika ada hajat (kebutuhan), boleh bagi seorang wanita untuk keluar dari rumahnya.

Imam Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata :


أَيِ: الْزَمْنَ بُيُوتَكُنَّ فَلَا تَخْرُجْنَ لِغَيْرِ حَاجَةٍ

Artinya, tetaplah kalian berada di rumah-rumah kalian, maka janganlah kalian keluar (rumah) tanpa adanya hajat (kebutuhan)”-berarti kalau ada hajat, maka boleh-. [Tafsir Ibnu Katsir : 6/409].

Para wanita salaf, bahkan para istri nabi juga keluar rumah untuk menunaikan kebutuhan mereka. Terlalu banyak riwayat-riwayat dalam masalah ini untuk disebutkan. Diantaranya, telah diriwayatkan dari Aisyah –radhiallahu ‘anha- beliau berkata :


خَرَجَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ لَيْلًا، فَرَآهَا عُمَرُ فَعَرَفَهَا، فَقَالَ: إِنَّكِ وَاللَّهِ يَا سَوْدَةُ مَا تَخْفَيْنَ عَلَيْنَا، فَرَجَعَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ، وَهُوَ فِي حُجْرَتِي يَتَعَشَّى، وَإِنَّ فِي يَدِهِ لَعَرْقًا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَرُفِعَ عَنْهُ وَهُوَ يَقُولُ: «قَدْ أَذِنَ اللَّهُ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَوَائِجِكُنَّ»

“Pada suatu malam, Saudah biti Zam’ah keluar. Lalu Umar pun melihatnya dan mengenalnya, maka ia pun berkata : “Demi Allah, sesungguhnya kamu wahai Saudah tidak akan samar bagi kami.” Maka ia pun kembali kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-dan menuturkan hal itu pada beliau, dan saat itu beliau berada di rumahku dan sedang makan malam, sementara di tangan beliau terdapat keringat, maka Allah menurunkan wahyu kepadanya, lalu keringat itu hilang. Beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian (para wanita) untuk keluar menunaikan berbagai hajat (kebutuhan) kalian”. [HR. Al-Bukhari : 5237].

Imam Ibnul Mulaqqin –rahimahullah-(w. 804 H) berkata :


فيه دلالة على خروج النساء لكل ما أبيح لهن الخروج فيه، من زيارة الآباء والأمهات والمحارم وغير ذلك مما بهن الحاجة إليه، وذلك في حكم خروجهن إلى المساجد

Di dalamnya terdapat dalil bolehnya para wanita untuk keluar rumah dalam hal-hal yang dibolehkan mereka untuk keluar, berupa ziarah kepada bapak, ibu, kerabat dan yang lainnya dari perkara-perkara yang butuhkan. Dan semua itu, (sama) hukumnya dengan keluarnya mereka ke masjid.” [At-Taudhih : 25/145].

Hajat (kebutuhan) sendiri ada dua macam :

1]. Hajat syar’iyyah (kebutuhan bersifat agama) seperti : Shalat lima waktu ke masjid, haji atau umrah, menghadiri majelis ilmu, berdakwah, shalat hari raya, berjihad dan lain sebagainya.

2]. Hajat dunawiyyah (kebutuhan bersifat dunia) seperti : Bekerja, belanja ke pasar/mall, rekreasi, berobat, mengunjungi kerabat, dan lain-lain.

Hajat itu lebih ringan dari kondisi darurat. Yaitu suatu kondisi dimana jika tidak dilakukan sesuatu tersebut, akan hilang kemashlahatan darinya. Maka kondisi darurat lebih dibolehkan lagi. Karena kondisi darurat, adalah suatu kondisi jika tidak dilakukan sesuatu tersebut, maka dikhawatirkan akan hilang salah satu dari yang lima : nyawa, agama, kehormatan, akal, dan harta.

Meskipun diperbolehkan keluar rumah bagi wanita, Namun tetap harus diperhatikan berbagai adab yang harus dipenuhi, seperti berpakaian yang menutup aurat, tidak memakai minyak wangi, di antar mahram jika termasuk jarak safar, tidak bersalaman dengan non mahram, merendahkan suara, dan yang lainnya. Wallohu 'alam

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru