Iklan Atas Zona Muslim

Menjawab Tuduhan Atas Eksperimen Cadar "Peluk Aku"
4/ 5 stars - "Menjawab Tuduhan Atas Eksperimen Cadar "Peluk Aku"" Oleh : Abul Fata Murod, Lc; S. Ud 1. Akhir-akhir ini syariat cadar menjadi sorotan masyarakat Indonesia lantaran ulah sebagian orang y...

Menjawab Tuduhan Atas Eksperimen Cadar "Peluk Aku"

Admin

Oleh : Abul Fata Murod, Lc; S. Ud

1. Akhir-akhir ini syariat cadar menjadi sorotan masyarakat Indonesia lantaran ulah sebagian orang yang tidak bertanggung jawab. Syariat cadar yang mulia dikesankan buruk dan dijadikan identitas aksi terorisme oleh orang-orang yang kurang memahami arti sebuah syariat sesungguhnya.

2. Karena rasa loyalitas yang tinggi terhadap syariat cadar dikalangan para dai dan aktivis, membuat mereka tergerak dan berusaha untuk membelanya serta ingin mengembalikan citra cadar yang dianggap buruk agar menjadi baik di hadapan masyarakat dan tidak ada lagi kesan bahwa cadar identik dengan aksi terorisme.

3. Muncullah sebuah ide cemerlang dari para dai dan aktivis dakwah yang disebut dengan eksperimen cadar "peluk aku" yang secara deskripsinya sudah diketahui bersama. Ini bukanlah satu-satunya cara yang dilakukan oleh para aktivis, karena para aktivispun melakukannya dengan ceramah, tulisan, vidio atau penjelasan langsung dengan dakwah personal. Tujuan dari eksperiman ini tidak lain adalah ingin mengetahui sejauh mana masyarakat menilai cadar dan kemudian dijadikan sebagai bahan dakwah selanjutnya serta ingin menunjukkan bahwa cadar itu tidak identik dengan kegiatan teror dan menyeramkan.

4. Setiap kita berbuat sesuatu, sering sekali di sana ada orang yang suka dan ada juga yang tidak suka. Dan inipun terjadi pada acara eksperimen cadar "peluk aku".

Alhamdulillah para aktivis dan kaum muslimin banyak yang terharu dan mendukung acara ini bahkan vidio eksperimen ini tersebar sangat masif di medsos, sampai inisiatornya diundang dalam acara diskusi di salahsatu stasiun televisi, hal ini karena viralnya vidio eksperimen tersebut, hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa kaum muslimin telah mendukungnya. Bahkan menurut cerita, disaat pertama Vidio tersebut muncul, orang-orang atau kelompok yang saat ini menolaknya sempat beramai ramai ikut memviralkan, akan tetapi ada salah satu oknum yang dirinya merasa pernah dirugikan oleh sang inisiator dari acara tersebut sehingga oknum ini menggembosi teman-temannya untuk menghapusnya, padahal sebenarnya itu kasus pribadinya (ceritanya dia menjelek-jelekkan dua tokoh Islam ternama di Indonesia kemudian sang inisiator acara eksperimen mendatanginya dan tabayyun kepadanya, akan tetapi dirinya merasa tidak terima bahkan menuduh diperskusi.) Wallahu a'lam. Hal ini disampaikan agar masalahnya lebih terang. Kesimpulannya, mayoritas para da'i dan aktivis mendukung acara ini.

5. Akan tetapi ada juga kelompok yang tidak setuju dan tidak mendukungnya. Kita harus hormati pendapat dan sikapnya, sah-sah saja bagi mereka. Sebenarnya sikap-sikap seperti ini sudah biasa dirasakan oleh para dai dan aktivis, karena kita tahu kelompoknya juga dari dulu itu-itu saja. Bukan hanya acara eksperimen cadar saja mereka nyinyir, sudah biasa menyinyir juga pada acara atau ide-ide yang bukan datang dari mereka seperti aksi menolak kegiatan syiah, aksi menolak PKI, parade tauhid, aksi bela islam, aksi bela Palestina, aksi belanja di 212 mart, aksi rush monay, aksi menyuarakan ganti presiden secara konstitusional, pertemuan-pertemuan tokoh ormas Islam dan lain sebagainya. Jadi, tidak perlu kaget dan hadapi saja dengan senyuman.

6. Kami sebagai penulis juga sudah membaca komentar dan artikel dari pihak atau kelompok yang kontra acara eskperimen, dan sah-sah juga saya memberikan pandangan sekaligus meluruskan tuduhan dari kelompok ini. Dan anggap ini sebagai ajang saling menasehsti dan membudayakan tabayyun.

7. Berikut tuduhan-tuduhan dan jawaban dari kami:

a. Mereka mengatakan "Aksi tersebut adalah aksi para akhwat yang keluyuran padahal seharusnya wanita itu di rumah, bahkan menuduh keji dengan mengatakan akhwat etalase"

Jawaban:

Semua telah sepakat bahwa wanita dilarang keluyuran tanpa ada alasan jelas dan wanita itu seharusnya di rumah. Akan tetapi apakah acara eksperimen cadar "peluk aku" dengan melibatkan akhwat untuk datang ke suatu tempat dengan berpakain tertutup rapi disebut keluyuran? Padahal kita tahu kata keluyuran itu berkonotasi buruk, kesana kemari tanpa tujuan jelas dan tidak ada manfaat. Sedangkan acara eksperimen cadar "peluk aku" sangat jelas tujuannya dan hanya diam di tempat bukan keluyuran. Dan pihak kontra seolah-olah juga menutup mata padahal saya yakin orang-orang yang setipe dengan mereka baik dari kalangan pelajar maupun kaum ibunya ada yang gemar berbelanja di mall-mall atau jalan-jalan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak menutup wajah. Lalu apa namanya jika ada diantara kalian gemar ke mall dan jalan-jalan dan tidak menutup wajah?

Al-Quran memerintahkan wanita berdiam diri di rumah bukan berarti wanita tidak boleh keluar rumah sama sekali. Kira-kira jika ada akhwat atau ibu-ibu jalan-jalan ke mall atau tempat wisata dengan para akhwat yang berdiri mengenakan cadar tertutup rapi dan mengkampanyekancadar, mana yang lebih utama? Dan mana yang lebih maslahat? Dan mana yang lebih minim mudhorotnya?

Apakah wanita mutlak tidak boleh keluar rumah? Atau boleh tapi dengan syarat dan tujuan?

Allah Berfirman:

{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ}

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. (Al-Ahzab: 33)

Maksudnya, diamlah kamu di rumahmu dan janganlah keluar rumah kecuali karena suatu keperluan. Termasuk keperluan yang diakui oleh syariat ialah menunaikan salat berjamaah di masjid berikut semua persyaratan­nya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu alai wasallam:

لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ، وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلات" وَفِي رِوَايَةٍ: "وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ"

"Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah dari masjid-masjid-Nya, dan hendaklah mereka keluar dalam keadaan berpakaian yang tertutup rapi.

Allah berfirman:

وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

"Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33)

Mujahid mengatakan bahwa dahulu di masa Jahiliah wanita bila keluar berjalan di depan kaum pria, maka itulah yang dinamakan tingkah laku Jahiliah.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33) Yakni bila kalian keluar dari rumah. Dahulu wanita bila berjalan berlenggak-lenggok dengan langkah yang manja dan memikat, lalu Allah taala melarang hal tersebut. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir]

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". lafal Jalaabiib adalah bentuk jamak dari lafal Jilbaab, yaitu kain yang dipakai oleh seorang wanita untuk menutupi seluruh tubuhnya. Maksudnya hendaknya mereka mengulurkan sebagian daripada kain jilbabnya itu untuk menutupi muka mereka, jika mereka hendak keluar karena suatu keperluan, kecuali hanya bagian yang cukup untuk satu mata. (Lihat tafsir Al-Jalalain)

Apa betul acara eksperimen cadar bukan sebuah keperluan? Jika wanita boleh berdagang dan melayani pembeli lelaki kenapa acara ekperimen peluk aku tidak boleh? lagian yang dipeluk sesama jenis. Apa betul acara eksperimen adalah acara keluyuran? Apa betul akhwat yang ikut berlenggak lenggok dan tidak berpakaian tertutup rapi? Bukankah para wanita di zaman nabi dan sahabat ada yang biasa ikut membantu turun ke medan jihad? Silahkan direnungkan..!!

b. Mereka berkata "acara eksperimen adalah acaranya harokiyyun hizbiyyun"

Jawaban:

Jika memang istilah harokiyyun hizbiyyun adalah untuk setiap orang yang tidak bergabung di komunitas kalian maka kami anggap tidak ada masalah karena memang kami bukan dalam komunitas kalian. Istilah ini biasa kalian munculkan untuk mengkritik para dai dan aktivis yang aktif berdakwah turun ke jalan. Kami sangat menghormati metode kalian yang fokus berdakwah di masjid dan majelis taklim, seharusnya kalian juga menghargai kami karena berdakwah dengan metode lain, kami pun punya metode yang kalian punya, majelis taklim, radio, tv dan lain sebagainya.

Apapun istilah yang kalian sematkan kepada kami, itu hak kalian. Akan tetapi tetap berbuat adillah walupun terhadap orang yang kalian benci.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (QS. Al-Maidah: 8)

Apapun penilain kalian, kami serahkan semuanya kepada Allah dan insyaAllah yang kami cari ridho Allah bukan dekedar ridho manusia.

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
"Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. " (QS. An-Najm: 32)

كلام الناس لا ينتهي

"Komentar orang tidak ada habisnya"

c. Mereka berkata "Acara eksperimen cadar bukan metode salaf".

Jawaban:

Memangnya salaf mengajarkan dakwah dengan tablig akbar di setiap hari ahad? Memangnya salaf dakwah menggunakan radio dan tv? Memangnya salaf berdakwah hanya di masjid dan majelis taklim? Silahkan direnungkan..!!

d. Mereka mengatakan "seharusnya wanita itu menjaga diri dan menundukkan pandangan"

Jawaban:

Betul sekali apa yang kalian sampaikan. Pertanyaannya, Apa betul akhwat yang gabung di acara eksperimen matanya jelalatan? Apa betul masyarakat yang memeluk para aktivis yang bergabung di acara matanya jelalatan?

Apa yang kalian katakan jika para akhwat dan ibu-ibu dari komunitas kalian yang gemar jalan-jalan ke mall atau tempat wisata? Tentu orang yang paham manhaj salaf jika ke mall atau tempat wisata niatnya bukan ingin jelalatan seperti itulah para dai dan aktivis yang ikut dalam acara eksperimen cadar. Mereka berpakaian tertutup dan rapi justru agar orang tidak jelalatan dan masyarakat yang ingin memelukpun tahu bahwa wanita atau lelaki yang berdiri adalah orang yang paham agama sehingga yang memelukpun tidak akan jelalatan.

e. Mereka mengatakan "Kalian justru tidak punya malu dan mencampakkan hijabmu"

Jawaban:

Jika kalian menilai seperti itu maka kami juga berhak menilai diri kalian bahwa kalian itu justru mencampakkan harga dirimu dan saudaramu dan kalian tidak punya rasa cemburu ketika syariat dicampakkan. Justru kalian hujat orang-orang yang membelanya. Ini penilaian kami, kalian terima atau tidak itu hak kalian.

أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

"Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?. " (QS. Al-Ankabut: 10)

Jika kami dikatakan mencampakkan hijab dengan membela hijab melalui eskperimen cadar, Lalu bagaimana dengan para akhwat yang naik turun angkot, kereta, jalan-jalan ke mall, ke tempat wisata dengan wajah dibuka?

Masuk akalkah ada orang mencampakkan hijab tetapi dengan membela hijab?

Mungkin kalian akan berkomentar lagi 10 kali lipat dari apa yang kami tulis, itu hak kalian.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. " (QS. Al-Isra: 36)

Inilah beberapa poin yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf. Tidak ada maksud kecuali nasehat dan tabayyun.

Atas perhatiannya jazakumulloohu khoiron.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru