Iklan Atas Zona Muslim

Lagu "Padamu Negeri" Bisa Merusak Aqidah?
4/ 5 stars - "Lagu "Padamu Negeri" Bisa Merusak Aqidah?" Lagu “ Padamu Negeri ” yang dikarang Kusbini (mendiang) itu sangat membahayakan aqidah umat Islam. Sebab lirik lagu yang selengkapnya ber...

Lagu "Padamu Negeri" Bisa Merusak Aqidah?

Admin

Lagu “Padamu Negeri” yang dikarang Kusbini (mendiang) itu sangat membahayakan aqidah umat Islam. Sebab lirik lagu yang selengkapnya berbunyi :

“Padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbakti, padamu negeri kami mengabdi, padamu negeri jiwaraga kami,” ini menunjukkan hidup mati kita serahkan kepada tanah air, padahal sesungguhnya hidup dan mati hanya kita serahkan kepada Allah SWT.

Demikian pula ungkapan menyerahkan mayit kepada Ibu Pertiwi. Lafal Ibu Pertiwi itu kalau dimaksudkan bermakna tanah, maka penyerahan jasad kepada tanah tidaklah tepat. Lebih tidak tepat lagi kalau Ibu Pertiwi dimaksudkan dari keyakinan kemusyrikan yang menganggap adanya sangyang ibu pertiwi. Itu jelas kemusyrikan yang merusak aqidah atau keyakinan Islam. Padahal dalam Islam sudah dituntun oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا وَضَعْتُمْ مَوْتَاكُمْ فِي الْقَبْرِ ، فَقُولُوا : بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (أحمد ، وابن حبان ، والطبرانى ، والحاكم ، والبيهقى)


Dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: "Apabila kamu sekalian meletakkan mayitmu di kubur maka ucapkanlah: Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, At-Thabrani, Al-Hakim, dan al-Baihaqi, berderajat hasan menurut Al-Albani).

Persoalannya bukan hanya masalah ucapan bismillah itu tadi, namun penyerahannya itu ketika tidak kepada Allah tetapi keada Ibu Pertiwi, maka jelas bukan keyakinan Islam. Karena Islam hanyalah menyerahkan mayat itu kepada Allah Ta’ala, bukan kepada tanah, walau dikuburnya di tanah. Karena matinya si Muslim bukan untuk tanah tetapi untuk Allah:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ [الأنعام/162، 163]

Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS Al-An’am: 162, 163).

Oleh karena itu, ungkapan penyerahan jenazah kepada ibu pertiwi yang sering diucapkan, ditulis dan diupacarakan di mana-mana itu wajib dihapus. Bila tidak, maka jelas rawan kemusyrikan.
Sc : Nahimunkar,com

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru