Iklan Atas Zona Muslim

Kenapa Ramadhan Disebut Bulan Penuh Berkah?
4/ 5 stars - "Kenapa Ramadhan Disebut Bulan Penuh Berkah?" Sahabat yang disayang Alloh, kita pasti sering mendengar istilah Ramadhan berkah. Namun tahukah sahabat apa makna yang terkandung dari ka...

Kenapa Ramadhan Disebut Bulan Penuh Berkah?

Admin

Sahabat yang disayang Alloh, kita pasti sering mendengar istilah Ramadhan berkah. Namun tahukah sahabat apa makna yang terkandung dari kalimat itu dan apa sebenarnya makna Ramadhan penuh berkah?

Berikut ini hasil kajian dari beberapa hadits yang berkaitan dengan amalan yang memiliki keberkahan selama Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ» [سنن النسائي: صحيح]

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah (mubarak), Allah 'azza wajalla mewajibkan atas kalian untuk berpuasa pada bulan itu, dibuka pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan yang jahat dibelenggu. Pada bulan itu Allah memiliki satu malam yang lebih baik d ari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah terhalang dari segala kebaikan”. [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

1. Berkah iman dan takwa

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأعراف: 96]

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A'raaf:96]

2. Berkah seorang muslim

Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma berkata, "Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu didatangkan bagian dalam pucuk pohon kurma (berwarna putih dan lembut dimakan dengan madu). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda:

«إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ لَمَا بَرَكَتُهُ كَبَرَكَةِ المُسْلِمِ»

"Sesungguhnya di antara pepohonan itu ada satu jenis pohon yang keberkahannya seperti seorang Muslim."

Lalu aku mempunyai perkiraan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, aku berkeinginan menjawab; 'Wahai Rasulullah, itu adalah pohon kurma', namun aku melihat bahwa di antara sepuluh orang yang ada aku adalah yang paling muda. Maka aku pun diam. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menjawab pertanyaannya:

«هِيَ النَّخْلَةُ» [صحيح البخاري]

"Yaitu pohon kurma." [Shahih Bukhari]

3. Berkah saat sahur

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً» [صحيح البخاري ومسلم]

“Sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu ada berkah”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

4. Berkah pada makanan

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang yang selesai makan untuk menjilat tangan dan piringnya dan bersabda:

إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ [صحيح مسلم]

"Sesungguhnya kalian tidak tahu di mana berkah makanan itu berada". [Sahih Muslim]

5. Berkah turun di tengah makanan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«البَرَكَةُ تَنْزِلُ وَسطَ الطَّعَامِ، فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ، وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسطِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]

"Berkah itu turun pada tengah makanan, maka mulailah maan dari pinggirnya, dan janganlah mulai makan dari tengahnya". [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«كُلُوا مِنْ حَوَالَيْهَا، وَدَعُوا ذِرْوَتَهَا، يُبَارَكْ فِيهَا» [سنن أبي داود: صحيح]

"Makanlah kalian dari sisi bejana, dan jangan memulai dari tengahnya, maka akan diberkahi pada makanan itu" [Sunan Abi Daud: Sahih]

6. Berkah makan makanan yang tidak terlalu panas

Dari Asma' binti Abi Bakr radhiyallahu 'anhuma; Bahwasanya jika ia membuat tsariid (makanan), ia menutupnya dengan sesuatu sampai uap panasnya hilang, kemudian berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْبَرَكَةِ» [مسند أحمد: حسن]

"Sesungguhnya itu lebih banyak mendatangkan berkah". [Musnad Ahmad: Hasan]

7. Berkah makan berjama’ah dan membaca “bismillah”

Dari Wahsyiy bin Harb radhiyallahu 'anhu; Sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: Ya Rasulullah kenapa kami makan tapi tidak bisa kenyang?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

«فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ؟»

"Mungking kalian makan sendiri-sendiri".

Sahabat menjawab: Betul.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ [سنن أبي داود: حسن]

"Kumpulkanlah makanan kalian (makan bersama) dan sebutlah nama Allah ketika makan maka kalian akan diberkahi pada makanan tersebut". [Sunan Abu Daud: Hadits hasan]

8. Berkah berjama’ah

Dari Salman radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

" الْبَرَكَةُ فِي ثَلَاثَةٍ: فِي الْجَمَاعَةِ، وَالثَّرِيدِ، وَالسُّحُورِ "

“Berkah itu ada pada tiga hal: Dalam berjama’ah, makanan “tsariid”, dan sahur”. [Silsilah Ash-Shahihah no.1045]

“Tsariid” adalah sejenis makanan yang terbuat dari daging dan roti yang dibuat bubur dan berkuah, ini adalah makanan terbaik orang Arab kala itu, dan makana yang paling disukai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

9. Berkah di pagi hari

Dari Shakhr Al-Gamidiy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a:

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»

"Ya Allah, berilah berkah untuk umatku di pagi harinya"

Dan beliau jika mengutus tentara perang, beliu mengutusnya di pagi hari. [Sunan Abi Daud: Sahih]

10. Berkah Al-Qur’an

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ} [ص: 29]

Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai akal. [Shaad:29]

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ} [البقرة: 185]

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). [Al-Baqarah:185]

11. Berkah membaca dan mempelajari surah Al-Baqarah

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ» [صحيح مسلم]

"Bacalah Al-Qur'an karena ia datang di hari kiamat sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua cahaya) surah Al-Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya datang di hari kiamat seperti dua awan putih atau dua naungan atau dua kerumunan burung sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir". [Sahih Muslim]

Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

" تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ . تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا هُمَا الزَّهْرَاوَانِ يَجِيئَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُجَادِلَانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا " [مسند أحمد: صحيح]

"Pelajarilah surah Al-Baqarah, karena menguasainya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir. Pelajarilah surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya adalah cahaya yang datang di hari kiamat, keduanya seperti dua awan putih atau dua naungan atau keduanya seperti kumpulan burung yang berkumpul, keduanya membela orang yang menguasai kedua surah itu". [Musnad Ahmad: Sahih]

12. Berkah lailatul qadr

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4) أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا} [الدخان: 3 - 5]

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi (lailatul qadr) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan* yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. [Ad-Dukhaan: 3-5]

* Yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.

13. Berkah di hari raya (‘ied)

Ummu 'Athiyah radhiyallahu 'anha berkata:

«كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ العِيدِ حَتَّى نُخْرِجَ البِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا، حَتَّى نُخْرِجَ الحُيَّضَ، فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ، فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ، وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ اليَوْمِ وَطُهْرَتَهُ» [صحيح البخاري]

"Pada hari Raya Ied kami diperintahkan untuk keluar sampai-sampai kami mengajak para anak gadis dari kamarnya dan juga para wanita yang sedang haid. Mereka duduk di belakang barisan kaum laki-laki dan mengucapkan takbir mengikuti takbirnya kaum laki-laki, dan berdoa mengikuti doanya kaum laki-laki dengan mengharap berkah dan kesucian hari raya tersebut." [Sahih Bukhari]

14. Berkah berdzikir menyebut nama Allah

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ} [الرحمن: 78]

Maha Agung (penuh berkah) nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. [Ar-Rahman: 78]

Abu Musa Al-Asy'ariy radhiallahu 'anhu berkata; Kami pernah bepergian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan apabila menaiki bukit kami bertalbiyah dan bertakbir dengan suara yang keras. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا، إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ، تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ» [صحيح البخاري]

"Wahai sekalian manusia, rendahkanlah diri kalian karena kalian tidak menyeru kepada Dzat yang tuli dan juga bukan Dzat yang jauh. Dia selalu bersama kalian dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Maha berkah nama-Nya dan Maha Tinggi kebesaran-Nya". [Shahih Bukhari]

'Abdah bahwa Umar bin Al-Khaththab radhiallahu 'anhuma dahulu mengeraskan (bacaan) kalimat-kalimat tersebut. Dia membaca:

«سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، تَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ» [صحيح مسلم]

"Ya Allah, Maha suci Engkau dan dengan memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu, Maha luhur kemuliaan-Mu, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau." [Shahih Muslim]

Abu Sa'id Al-Khudriy radhiallahu 'anhu berkata; "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangun untuk shalat malam, beliau bertakbir kemudian mengucapkan:

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ»

“Maha suci Engkau, ya Allah, aku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu, Maha berkah nama-Mu, Maha luhur keluhuran-Mu dan tidak ilah selain Engkau." [Sunan Abi Daud: Shahih]

Aisyah radhiallahu 'anha berkata; Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak memulai shalat, beliau mengucapkan:

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ» [سنن الترمذي: صحيح]

“Maha suci Engkau, ya Allah, aku sucikan nema-Mu dengan memuji-Mu, Maha berkah nama-Mu, Maha luhur keluhuran-Mu dan tidak ilah selain Engkau”. [Sunan Tirmidziy: Shahih]

15. Berkah bersama orang tua dan ulama

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ» [صحيح ابن حبان]

“Berkah itu bersama orang-orang tua/ulama kalian”. [Shahih Ibnu Hibban]

16. Berkah jual-beli yang jujur

Hakim bin Hizam radhiallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" البَيِّعَانِ بِالخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، - أَوْ قَالَ: حَتَّى يَتَفَرَّقَا - فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا " [صحيح البخاري ومسلم]

"Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah", atau sabda Beliau: "hingga keduanya berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْبَرَكَةَ فِي السَّحُورِ وَالْكَيْلَ» [مسند الشاميين للطبراني: صحيح]

“Sesungguhnya Allah menjadikan berkah pada sahur dan takaran (yang adil saat berdagang)”. [Musnad Asy-Syamiyiin karya Ath-Thabaraniy: Shahih]

17. Berkah menerima sedekah

Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu berkata: Aku meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia memberiku, kemudian aku meminta lagi lalu ia memberiku, kemudai aku meminta lagi lalu ia memberiku, kemudian beliau bersabda:

«يَا حَكِيمُ، إِنَّ هَذَا المَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ، كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ، اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى» [صحيح البخاري]

“Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini ibarat buah segar yang manis, maka barangsiapa yang mengambilnya dengan hati yang lapang (tidak rakus dan memaksa orang lain) maka ia akan diberkahi untuknya, dan barangsiapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus (memaksa orang lain) maka ia tidak akan diberkahi untuknya, ibarat orang yang makan dan tidak pernah kenyang, tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.

Hakim berkata: Ya Rasulullah demi (Allah) Yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan meminta orang lain sesudahmu sesuatu pun sampai aku meninggalkan dunia.

Maka ketika Abu Bakr memanggil Hakim untuk diberi hadiah ia menolak untuk menerimanya, kemudian Umar memanggilnya untuk diberi sesuatu ia juga menolak untuk menerima sesuatu pun. Dan Umar berkata: Sesungguhnya aku mempersaksikan kalian wahai kaum muslimin atas Hakim, sesungguhnya aku menawarkan kepadanya hak ia dari harta ini tapi ia menolak untuk mengambilnya.

Maka akhirnya Hakim tidak meminta kepada seorangpun dari manusia setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai ia wafat. [Sahih Bukhari]

17. Berkah hujan

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ} [ق : 9]

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya (berberkah), lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. [Qaaf: 9]

18. Berkah datangnya dari Allah

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu berkata: "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan kemudian persediaan air menipis, maka beliau bersabda: "Carilah sedikit air". Maka mereka datang dengan membawa sebuah bejana berisi air yang sedikit lalu beliau memasukkan tangan beliau ke dalam bejana itu kemudian bersabda:

«حَيَّ عَلَى الطَّهُورِ المُبَارَكِ، وَالبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ»

"Kemarilah bersuci dengan penuh keberkahan dan keberkahan itu datang hanya dari Allah".

Sungguh aku melihat air memancar dari sela-sela jari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam". [Shahih Bukhari]

Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma berkata; "Sungguh aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika itu waktu shalat Ashar telah tiba sedangkan kami tidak memiliki persediaan air kecuali hanya sedikit, lalu air tersebut ditaruh ke dalam wadah dan diberikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, setelah itu beliau memasukkan tangan beliau ke dalam wadah tersebut sambil meregangkan jari jemarinya kemudian beliau bersabda:

«حَيَّ عَلَى أَهْلِ الوُضُوءِ، البَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ»

"Mari berwudlu' untuk mendapatkan keberkahan dari Allah."

Sungguh aku melihat air memancar dari jari-jemari beliau, orang-orang pun bergegas melakukan wudhu sambil minum, dan aku pun bergegas untuk mengenyangkan perutku dengan air tersebut karena aku tahu kalau air itu sarat dengan keberkahan." [Shahih Bukhari]

19. Minta berkah ketika makan dan minum


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Jika kalian makan suatu makanan maka bacalah ...

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ، وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ

“Ya Allah .. berilah berkah untuk kami pada makanan ini, dan berilah kami makanan yang lebih baik darinya”,

Dan jika kalian diberi minum susu, maka bacalah ..

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ

“Ya Allah .. berilah berkah untuk kami pada susu ini, dan tambahkanlah kami darinya”, karena tidak ada yang mencukupi sebagai makanan dan minuman kecuali susu. [Sunan Abu Daud: Hadits hasan]

Hisyam bin Urwah -rahimahullah- berkata: "Ayahku (Urwah) apabila makanan atau minuman diberikan kepadanya, bahkan minuman obat sekalipun, ia tidak memakan dan meminumnya sehingga berkata:

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا وَأَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَنَعَّمَنَا، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَلْفَتْنَا نِعْمَتُكَ بِكُلِّ شَرٍّ، وَأَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا مِنْهَا بِكُلِّ خَيْرٍ، نَسْأَلُكَ تَمَامَهَا وَشُكْرَهَا، لاَ خَيْرَ إِلاّ خَيْرُكَ، وَلا إِلَهَ غَيْرُكَ، إِلَهَ الصَّالِحِينَ وَرَبَّ الْعَالَمِينَ، الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لاَ إِلَهَ إِلاّ اللهُ، مَا شَاءَ اللهُ، لاَ قُوَّةَ إِلاّ بِاللهِ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami hidayah, memberi kami makan dan minum, dan segala kenikmatan, Allah Maha Besar, Ya Allah palingkanlah nikmat-Mu kepada kami dari segala keburukan, sehingga kami merasakannya di pagi hari dan sore dengan segala kebaikan, kami meminta-Mu kesempurnaan nikmat dan selalu mensyukurinya, tidak ada kebaikan kecuali dari-Mu, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Tuhan (yang disembah) orang-orang yang saleh dan Tuhan (yang menciptakan) alam semesta. Segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, semua yang terjadi adalah kehendak Allah, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah. Ya Allah .. berilah berkah untuk kami atas apa yang Engkau anugrahkan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa api neraka". [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: Shahih]

20. Mendo’akan berkah untuk orang yang memberi makan

Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi ayahku, kemudian kami menghidangkan makanan, kemudian dihidangkan kurma dan beliau memakannya, kemudian disugukan minuman dan beliau meminumnya dan menyerahkan minuman kepada orang yang berada disamping kanannya.

Kemudian ayahku berkata kepada Rasulullah sewaktu memegang kendali hewan tunggangannya: Berdo'alah untuk kami!

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a:

اللهُمَّ، بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

"Ya Allah .. berkahilah rezki yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah dosa-dosa mereka, dan rahmatilah mereka". [Sahih Muslim]

21. Memintakan berkah untuk orang mati

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma takbir pada salat jenazah kemudian berselawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berdo'a.

اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهِ وَصَلِّ عَلَيْهِ وَاغْفِرْ لَهُ وَأَوْرِدْهُ حَوْضَ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Ya Allah berilah berkah padanya, dan selawat kepadanya, ampunilah ia, dan berikanlah ia minum dari telaga Nabi-Mu shallallahu 'alaihi wa sallm". [Fadhl Ash-Shalah 'alaa An-Nabiy oleh Al-Jahdhamiy]

Wallahu ‘alam!
Sumber : Umar Manshur Ar Rahimy

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru