Iklan Atas Zona Muslim

Wajibkah Khitan Bagi Wanita?
4/ 5 stars - "Wajibkah Khitan Bagi Wanita?" Mungkin ada diantara kita yang masih bertanya-tanya seputar hukum khitan bagi wanita, apakah wajib atau sunnah. Untuk menjawab pertanyaa...

Wajibkah Khitan Bagi Wanita?



Mungkin ada diantara kita yang masih bertanya-tanya seputar hukum khitan bagi wanita, apakah wajib atau sunnah. Untuk menjawab pertanyaan itu disini kami kutipkan penjelasan yang terdapat pada kitab shahih fiqih sunnah. Selamat menyimak.

Khitan bagi wanita disyariatkan oleh agama Islam. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

“Jika dua khitan bertemu (kemaluan laki-laki dan wanita) maka diwajibkan mandi”.[2]

Yang dimaksud dengan dua khitan adalah bagian yang dipotong dari kemaluan anak laki-laki dan anak wanita. Hal ini menunjukkan bahwa masa itu anak wanita dikhitan. Banyak hadits-hadits yang menerangkan adanya khitan terhadap anak wanita. Namun semua hadits tersebut tidak ada yang selamat dari kritik ulama hadits. Diantaranya adalah:

Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyah Al-Anshari radhiallahu ‘anha. Ada seorang wanita melakukan khitan di Madinah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:

لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ "[3

“Jangan berlebihan dalam memotongnya. Karena hal itu lebih bermanfaat untuk wanita dan lebih disukai oleh suami”.

Dalam riwayat lain

إذا خفضت فأشمى ولا تنهكي، فإنه أسرى للوجه وأحظى للزوج

“Jika kamu ingin memotongnya, potonglah sedikit saja dan jangan dihabiskan. Karena hal itu lebih menceriakan wajah dan lebih menyenangkan suaminya”[4]

Namun hadits-hadits ini sanadnya dhaif, walau syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam kitabnya silsilah ash-shahihah (722).

Dengan demikian, maka khitan bagi wanita hukumnya adalah wajib seperti terhadap laki-laki -walaupun hadits-hadits yang ada dhaif-. Karena pada dasarnya laki-laki dan wanita memiliki persamaan dalam hukum, kecuali apabila ada dalil yang membedakannya. Dan dalam masalah ini tidak ada dalil yang membedakan hal tersebut.

Namun ada yang berpendapat lain bahwa berkhitan itu dianjurkan bagi wanita dan bukan suatu kewajiban. Segi perbedaan[5] antara lelaki dengan wanita adalah, bahwa khitan bagi lelaki merupakan maslahat yang berkaitan dengan salah satu sarat sahnya shalat, yaitu thaharah. Apabila kulit itu masih bersisa maka air kencing akan mengendap didalamnya.

Sedangkan khitan bagi wanita fungsinya adalah untuk mengurangi syahwatnya, dan ini bersifat hanya untuk memperoleh kesempurnaan bukan untuk menghilangkan najis seperti pada pria.

Penulis berkata : Khitan bagi wanita hukumnya antara sunnah dan wajib. Rosululloh shallallohu'alaihi wasallam bersabda:

الختان سنة للرجال ومكرمة للنساء

"Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan/kehormatan bagi kaum wanita." (HR. Ahmad 7/75, dhoif)

Namun pada hadits ini sanadnya dhoif. Sekiranya shahih tentu bisa menjadi jawaban pemutus dari perselisihan tersebut. Wallohu a'lam.

--------------------------------------
[1] Tuhfatul Maudud (113)
[2] Ibnu Majah meriwayatkan lafadz ini (611) hadits shahih, dalam shahih Al-Bukhari dan muslim menggunakan lafaz

إِذا مَسَّ الْخِتَانُ الْخِتَانَ ، فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ - “Jika satu khitan menyentuh khitan lainnya maka diwajibkan mandi”.
[3] Hadits Riwayat: Abu Daud (5271). Dhaif
[4] Munkar, hadits ini riwayat al-Khatib dalam At-Tarikh (7/327). Lihat Jami’ Ahkam An-Nisa’ (1/19)
[5] Perbedaan ini disebutkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Al-Mumti’ (1/134)

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru