Iklan Atas Zona Muslim

Normal Atau Abnormal? Kenali Penyebab Bayi Suaranya "Grok-grok"
4/ 5 stars - "Normal Atau Abnormal? Kenali Penyebab Bayi Suaranya "Grok-grok"" “Bayi saya pilek, dikasih obat apa ya?” Tanya seorang Ibu. “Tahu dari mana, Bu?” Tanyaku sambil menatap bayi yang baru berumur 1 bulan....

Normal Atau Abnormal? Kenali Penyebab Bayi Suaranya "Grok-grok"



“Bayi saya pilek, dikasih obat apa ya?” Tanya seorang Ibu.
“Tahu dari mana, Bu?” Tanyaku sambil menatap bayi yang baru berumur 1 bulan.
“Napasnya bunyi grok-grok,” jawab Ibu.
“Ada yang sakit pilek di rumah?” Tanyaku lagi.
Si Ibu menggeleng.

“Napas bayi saya berbunyi grok-grok. Kata teman saya mungkin alergi susu. Apa saya harus pantang minum susu dan produk protein susu sapi?”

“Kenapa bunyi grok-grok bayi saya kencang sekali ya? Apa pas lahir nggak bersih disedotnya?”

"Bu, bayinya tidak sakit sama sekali. Ia tidak sedang pilek. Maka tidak perlu obat, atau disedot ingusnya dengan mulut Ibu, apalagi diuap (diterapi inhalasi). Saya juga tidak curiga bayinya alergi susu sapi. Ini juga tidak ada hubungannya dengan proses pembersihan lendir saat bayi baru lahir. Yang bayi Ibu alami adalah kondisi yang namanya "noisybaby" (atau noisybreathing).”

Jadi sebenarnya Apa?

1. Diameter saluran napas bayi saat baru lahir sampai usianya 6 bulan masih relatif sempit, sehingga udara yang melewati saluran napas ini, apalagi ditambah dengan adanya lendir, meskipun tidak banyak, akan menghasilkan suara nyaring, umumnya "grok-grok". Bayi cenderung memproduksi banyak air liur/lendir dan kadang tidak langsung menelannya, tetapi mengumpulkannya di mulut. Seiring bertambahnya usia, diameter saluran napas akan makin lebar dan bunyi ribut ini menghilang dengan sendirinya.

2. Bayi cenderung bernapas dengan hidung alias "nose breather". Kondisi ini makin memperjelas bunyi "grok-grok" yang ada, apalagi bila ada lendir.

3. Saluran napas bayi mudah bereaksi dengan benda asing seperti debu, asap rokok, dan alergen lain. Lendir adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh.

4. Ibu hanya perlu khawatir bila "grok-grok" disertai sesak napas yang ditandai dengan otot-otot dinding dada bayi yang bekerja keras.

5. Ada kondisi lain namanya laringomalasia, akibat tulang rawan pita suara yang belum berkembang sempurna, dan seiring waktu (biasanya pada usia 6 bulan) menjadi cukup paten. Bunyi grok-grok pun menghilang.

Selengkapnya seputar bayi di buku Berteman Dengan Demam

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru