Iklan Atas Zona Muslim

Maqoshid Syariah Dan Pengaruhnya Terhadap Kewajiban Zakat Profesi
4/ 5 stars - "Maqoshid Syariah Dan Pengaruhnya Terhadap Kewajiban Zakat Profesi" Oleh : DR. Taufik Hulaimi Hukum adalah media dalam mewujudkan maqoshid Syariah. Hukum yang tidak mewujudkan maqoshid Syariah maka hukum ...

Maqoshid Syariah Dan Pengaruhnya Terhadap Kewajiban Zakat Profesi




Oleh : DR. Taufik Hulaimi

Hukum adalah media dalam mewujudkan maqoshid Syariah. Hukum yang tidak mewujudkan maqoshid Syariah maka hukum tersebut harus ditinjau ulang. Karena dipastikan terjadi kekeliruan dalam menetapkannya.

Pendapat yang mengatakan tidak ada zakat profesi menyinggung rasa keadilan. Adalah tidak adil seandainya pertanian dikenakan zakat sedangkan profesi tidak dikenakan zakat. kita tahu bahwa profesi lebih mudah mendatangkan uang daripada pertanian. Apakah adil sesuatu yang lebih mudah mendatangkan uang tidak dikenakan zakat, sedangkan sesuatu yang lebih sulit mendatangkan uang dikenakan zakat.

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻤﻢ : ﺇﻥ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻣﺒﻨﺎﻫﺎ ﻭﺃﺳﺎﺳﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﻣﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﺎﺵ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺩ ، ﻭﻫﻲ ﻋﺪﻝ ﻛﻠﻬﺎ ، ﻭﺭﺣﻤﺔ ﻛﻠﻬﺎ ، ﻭﻣﺼﺎﻟﺢ ﻛﻠﻬﺎ ، ﻭﺣﻜﻤﺔ ﻛﻠﻬﺎ ; ﻓﻜﻞ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺧﺮﺟﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺪﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻮﺭ ، ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺇﻟﻰ ﺿﺪﻫﺎ ، ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻔﺴﺪﺓ ، ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﻌﺚ ; ﻓﻠﻴﺴﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻭﺇﻥ ﺃﺩﺧﻠﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﺘﺄﻭﻳﻞ ‏( ﺇﻋﻼﻡ ﺍﻟﻤﻮﻗﻌﻴﻦ ﺝ /3 ﺹ 3 )

“Ibnu al-Qoyyim berkata dalam kitab ‘Ilam muwaqqiin : “Syaiat dibangun diatas hikmah, dan mashlahat hamba, baik dunia ataupun akherat. Dan seluruh Syariat itu adalah adil , Rahmat, mashlahat dan hikmah. Setiap masalah yang berubah dari adil menjadi keburukan (al juur), Dari rahmat menjadi sebaliknya, Dari mashlahat menjadi mafsadat, Dari hikmah menjadi tidak berarti, Maka bukan syariat.”

Dimana Letak kekeliruan yang mengatakan bahwa tidak ada zakat profesi? Pertama : memahami kata hanya dengan makna kata dan tidak memahami maksud kata.

ﺇﻋﻼﻡ ﺍﻟﻤﻮﻗﻌﻴﻦ ﺝ /1 ﺹ 219 : ﻭﺍﻷﻟﻔﺎﻅ ﻟﻴﺴﺖ ﺗﻌﺒﺪﻳﺔ ﻭﺍﻟﻌﺎﺭﻑ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﺎﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﻭﺍﻟﻠﻔﻈﻲ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ

“Lafadh, dalam al-Quran dan Sunah, bukan ta’abbudiyah ( sesuatu yang diterima tanpa bisa difahami maksudnya). Orang yang mengerti akan bertanya apa yang diinginkan (dimaksud )? Sedangkan Lafdhiy ( orang yang hanya memperhatikan lafadhnya saja) bertanya apa yang dikatakan? Ketika pertanian diwajibkan zakat, apakah kita memahami makna kata , yaitu pertanian? Atau kita memahami maksud kata? Yaitu sebab kaya? Dalam fiqih selalu difahami maksud kata ( al muraad ), selama memungkinkan. Maka makna dari pertanian adalah “sebab kaya”.

Dengan demikian bisa dilakukan qiyas aula, atau mafhum mukholafah dari ayat atau hadis yang mewajibkan zakat pertanian. Sebab kaya lebih kuat terdapat dalam profesi, dibandingkan dengan pertanian. Sehingga disimpulkan tentang adanya zakat profesi.

Kedua : tidak memperhatikan perubahan waktu yang berpengaruh terhadap perubahan hukum.

Kaidah fiqih menyebutkan :

ﻻ ﻳﻨﻜﺮ ﺗﻐﻴﺮ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺑﺘﻐﻴﺮ ﺍﻷﺯﻣﺎﻥ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ

“ tidak bisa dipungkiri, perubahan hukum Karena perubahan waktu dan tempat”

Prilaku Manusia dan adat-kebiasaan berubah seiring dengan perubahan waktu dan tempat , Perubahan ini berpengaruh pada hukum. Karena hukum bukan sekedar pelaksanaan harfiyah hukum, Tapi harus dilihat tercapai atau tidaknya maqoshid. Ada atau tidaknya hukum disuatu zaman, sangat dipengaruhi sebab terjadinya hukum tersebut ( disebut al muqtadhi ). Bisa jadi Hukum Tidak Ada di Satu Zaman Karena Sebab Terjadinya Hukum Belum Ada. ( atau muqtadhinya belum ada).

Zakat profesi dizaman Rasulullah saw tidak ada karena profesi di zaman itu belum menjadi sebab kaya. Fatwa harus memperhatkan maqoshid Syariah umum dan harus selaras dengannya. Seluruh fatwa yang tidak selaras dengan maqoshid dipastikan keliru. Wallahu a’lam.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru