Iklan Atas Zona Muslim

Hukum Membeli Sepeda Motor Lewat Lising
4/ 5 stars - "Hukum Membeli Sepeda Motor Lewat Lising" Bimbingan Muamalah Maaliyah Tentang MEMBELI SEPEDA MOTOR LEWAT LISING Dijawab oleh : Ustadz DR. Erwandi Tarmizi,  MA Pertanyaan D...

Hukum Membeli Sepeda Motor Lewat Lising



Bimbingan Muamalah Maaliyah
Tentang MEMBELI SEPEDA MOTOR LEWAT LISING

Dijawab oleh : Ustadz DR. Erwandi Tarmizi,  MA

Pertanyaan

Dari Pak Hardi di Pekanbaru, dan Bapak Abu Ihsan di Tasikmalaya yang bertanya :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, bagaimanakah hukumnya kita membeli sepeda motor melalui perusahaan pembiayaan atau lising. Apakah diperbolehkan?

Kemudian, pertanyaan tambahan terkait dengan lising ini : bagaimanakah hukumnya jika kita sudah selesai dengan cicilan. Akan tetapi, ada denda-denda yang timbul akibat adanya keterlambatan pembayaran.

Bagaimanakah hukumnya, apabila kita tidak membayar denda-denda tersebut? Mohon penjelasannya.

Jawaban

وعليكـمــ اﻟسّلامــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ

Lising motor atau kendaraan atau yang lainpun, bentuk akadnya: anda membuat akad dengan pemilik barang.

Pertama, bisa jadi berbentuk anda membuat akad dengan pemilik barang kemudian anda ingin barangnya ini. Jika anda ingin bayar, dia tidak mau menerima pembayaran dari anda dengan cara tidak tunai, dimintanya anda untuk menggunakan jasa yang dia sudah bekerjasama dengan jasa pembiayaan tersebut. Barang sudah anda beli, nanti dia akan minta DP kan? ataupun tidak minta DP tapi sudah anda beli dengan akad. Karena dengan akad ini, anda membelinya, dia tidak bisa lagi menjualnya lagi kepada orang lain. Akad ini berarti anda membeli dengan pemilik barang. Lalu anda datang kepada pembiayaan, status pembiayaan hanya sebagai penutup hutang anda, karena anda sudah beli barang ini, dia tidak bisa dibeli [ Menjual ..lagi] Maka, hakikatnya dia : "Nih uang, anda pergi beli sendiri, dan bayar berlebih dari uang yang diberikan pinjaman". Ini adalah Qard Jaru naf'an, termasuk riba dayn. Kemudian, dia juga mensyaratkan, kalau anda terlambat bayar harus bayar denda, ini riba yang kedua lagi.

Dari sini ada dua bentuk akad riba,

Riba yang pertama, pertambahan dari hutang diawal ..... ditetapkan.

Kemudian, bila terlambat membayar anda dikenakan denda. Maka, tidak sakh (ada keraguan, -pent) akad yang seperti ini, adalah akad riba dayn, tidak pantas seorang muslim untuk melakukannya.

Kalaulah dia melakukan jual beli langsung cara kredit dengan pemilik barangnya, yang lebih mahal dengan harga tunai, maka in syaa Allah tidak masalah. Tapi, dengan cara pembiayaan tadi, maka menjadi riba al qard.

Kemudian, bila telah terlanjur melakukannya, hendaklah bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dan bila memungkinkan secepatnya diseleseikan ikatan riba ini.

Keluarlah dari riba, berhentilah pada saat itu juga, dalam rangka ingin menyelamatkan diri anda, keluarga anda, dan harta anda, dari api neraka dan dari kehancuran karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjanjikan dan pasti " يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا ", Allāh Subhānahu wa Ta’āla menghancurkan riba tersebut.

Bila terlanjur, kemudian pernah terlambat membayarkan angsuran, sekarang anda memiliki hutang dalam bentuk denda. Bagaimana hukumnya? hukumnya adalah riba.

... فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَف

(Jika kalian bertaubat, untuk kalian hanyalah pokok dari modal kalian).

Kalau anda bisa lari dari bunga pertambahan pinjaman tadi, dengan denda tadi, itu hukum asalnya. Bagi yang mengambil riba, jelas dosa dia makan riba, bagi anda sekalipun anda memberikan, anda adalah "muqilar riba" orang yang memberikan makan riba, dan juga terkena laknat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Maka, tidak boleh melakukan ini, karena anda akan dilaknat, dijauhkan rahmat oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Jika anda bertaubat, maka jangan bayar ini, bila tidak membawa kemudharatan kepada diri dan keluarga anda. Bila membawa kemudharatan kepada diri dan harta anda, maka ini dalam rangka darurat anda boleh membayarnya. ...[ Deb kolektor mengganggu istri ] Bila memungkinkan, teman umpamanya, sampaikan dan ingatkan kepada dia [kepada] Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan katakan, "Saya tidak mau bayar dalam rangka menyelamatkan anda agar anda tidak memakan harta riba, saya rela saja membayarnya, saya punya uang, tapi kasihan andanya, anda akan memakan harta riba, yang anda makan adalah neraka Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kasian kalo anda memberikan keuntungan dari riba ini untuk anak dan istri anda."

Walhasil, kalau memungkinkan untuk tidak melakukannya, tidak membayarnya, bayar denda yang saya maksud. Adapun mengulur-ulur dan menunda pembayaran angsuran dan anda mampu, ini sebuah kedzaliman dalam Islam. Kedzaliman :"

.. adzulmu, dzulumatun yaumal qiyamah"

Kedzaliman akan berdampak kepada kedzaliman juga kepada [dibalas kepada] anda nanti di hari kiamat. Oleh karena itu, hindari untuk berhutang dan bila anda butuh berhutang, mampu membayarnya, jangan sampai terlambat.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kaum muslimin seluruhnya

Wabillahi taufiq.

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru