Iklan Atas Zona Muslim

Bisa Berbahasa Arab, Mungkinkah? Coba Tips Berikut Ini
4/ 5 stars - "Bisa Berbahasa Arab, Mungkinkah? Coba Tips Berikut Ini" Sejalan dengan kebutuhan da'wah yang makin meningkat, kebutuhan akan bahasa Arab makin mendesak untuk dipelajari dan dipahami serta...

Bisa Berbahasa Arab, Mungkinkah? Coba Tips Berikut Ini




Sejalan dengan kebutuhan da'wah yang makin meningkat, kebutuhan akan bahasa Arab makin mendesak untuk dipelajari dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami bahasa Arab, seorang muslim lebih berpeluang untuk menggali hukum Islam dari sumbernya yang asli, selain juga merupakan syi’ar Islam.

Berikut ini sebuah tips dan metodologi singkat untuk menjawab permasalahan kesulitan bahasa Arab.

Urgensi Bahasa Arab

1. Bahasa Islam dan Muslimin

Bahasa Arab adalah bahasa ukhuwah dan persatuan umat yang telah disepakati dunia Islam. Dalam pelaksanaan syariat Islam, bahasa Arab tak bisa diabaikan. Contoh sederhana seperti dalam shalat berjama’ah, tilawah Qur’an, dan ibadah haji.

2. Bahasa untuk Memahami Islam

Risalah Muhammad turun dalam bahasa Arab. Konsekuensinya, seluruh manusia harus memahami bahasa Arab, agar dapat menjalankan Risalah dengan sempurna. Imam Syafi'i menegaskan, “Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan seluruh bangsa-bangsa untuk mempelajari bahasa Arab karena ia merupakan bahasa al-Qur'an."

3. Bahasa Peradaban Internasional

Sebagai bahasa peradaban internasional, bahasa Arab tidak diragukan lagi eksistensinya, bahkan ia termasuk bahasa resmi di dalam lembaga-lembaga internasional.

4. Bahasa Ahli Surga

Para fuqaha hanafiyah mengatakan, “Bahasa Arab itu mempunyai keutamaan atas seluruh bahasa-bahasa di dunia. Bahasa Arab adalah bahasa penduduk surga. Barangsiapa mempelajarinya atau mengajarkannya kepada orang lain, maka ia akan diganjar.

5. Bahasa Khazanah Islam

Hampir keseluruhan karya besar para ulama dan fuqaha ditulis dalam bahasa Arab meski tidak semua ulama berasal dari tanah Arab (Timur Tengah). Imam Bukhari berasal dan Bakhara, Uni Soviet (Asia Tengah).

Memahami Bahasa Arab

Beberapa Hal mendasar yang harus dipahami dalam belajar bahasa arab

1. Belajar bahasa Arab berbeda dengan belajar bahasa ‘umm (pasaran). Ada perbedaan tujuan dan sasaran di antara keduanya.

2. Belajar bahasa Arab ditentukan juga oleh sejauh mana kepasitas sang pengajar.

3.Menyatukan keterkaitan semua unsur, tidak boleh dipisah pisahkan antara suara, kata, kosa kata, kalimat, dan maknanya.

4. Motivasi belajar bahasa Arab bukan lahir dari insting, melainkan harus ditumbuhkan.

Untuk kesempurnaan, tidak boleh hanya menekankan pada satu aspek saja dari bahasa tetapi keseluruhan aspek seperti mendengar, membaca, menulis dan berbicara harus dikerahkan.

5. Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan intelektualitas.

6. Pengolahan komponen dan karakteristik harus di lakukan secara seimbang dan terarah melalui tahapan yang bungan.

Aplikasi Metode

Para ulama telah merumuskan beberapa metode yang cocok untuk belajar bahasa Arab. Metode-metode ini telah dlterapkan dan dicoba untuk semakin disempurnakan sesuai kebutuhan perkembangan Islam.

Metode Grammar dan Penerjemahan

Seorang guru membacakan kitab lalu diterjemahkan kata-perkata. ‘Sorogan’ Para santri mendengarkan dan mencatat terjemahan itu dalam kitab mereka. Ini dikenal dengan metode sorogan.

Keunggulan metode ini adalah lahirnya orang-orang yang berwawasan luas tentang kaidah-kaidah (grammar), terbiasa menghafal nash, dan memudahkan bagi pendidik. Sehingga bermuculan santri-santri yang hafal teks books.

Kelemahan metode ini adalah diperlukan waktu yang sangat lama, menyusun kata seperti menghitung matematika, dan berbicara bahasa Arab tetapi logatnya bahasa ‘umm (khas Jawa, Sunda, Indonesia). Dan metode ini sangat memberatkan bagi para santri.

Metode Langsung

Metode ini dilakukan sebagaimana pengajaran membaca dan menulis secara langsung bagi anak kecil. Para santri, dengan metode ini, akan cepat dapat membaca dan menulis. Sebagai penyempurnaan dari metode pertama, direct metbode ini mempunyai kelebihan, yaitu membangkitkan gairah belajar, mengorientasikan anak didik untuk berpikir dengan bahasa tujuan dan sasaran (Arab).

Kekurangannya, masih terpengaruhnya anak didik dengan bahasa ‘umm atau dialek lokal, serta sangat membutuhkan keterampilan yang prima dari pembimbing.

Metode Baca

Sebagai penyempunaan dari kedua metode di atas adalah metode baca. Metode reading book. ini, dilakukan dengan menekankan dan melatih anak didik untuk banyak mambaca, menulis dan mengucapkannya. Sasaran: terlahirnya anak didik dengan keterampilan bahasa yang utuh dan menyeluruh.

Metode ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu dapat merangsang anak didik untuk belajar sendiri dan banyak membaca, menulis, mengucapkan, dan hiwar (bercakap).

Namun bila penekanan metode ini hanya dalam aspek baca saja misalnya, akan berakibat pada penguasaan keterampilan yang parsial. Untuk itu, selain baca juga perlu digali kemampuan tulis, bercakap, gramar dan semua aspek bahasa yang diperlukan. Hanya saja metode ini akan menyulitkan bagi anak didik yang kurang atau rendah minat bacanya. Oleh karena itu idibutuhkan seorang pendidik yang berwawasan luas dan trampil untuk menyeimbangkan kemampuan anak didik dalam setiap aspek bahasa. Metode inilah yang kemudian banyak digunakan oleh ma’had lughah di Indonesia.

Kendala-kendala 

Ketidak-efektifan belajar bahasa Arab, dimungkinkan adanya beberapa faktor, di antarnya:

1. Lemahnya Rangsangan Maknawiyah

Disebabkan rendahnya interaksi ( mu ’ayasah) ummat dengan ajaran Islam. Hilangnya kepemilikan terhadap Islam apalagi semangat untuk memperjuangkannya. Ini merupakan sebab utama yang harus segera dibenahi. Antara lain dengan membangkitkan ruh kesadaran Islam melalui proses da’wah dan tarbiyah Islam yang tepat sasaran (manhajiy)

2. Lingkungan yang tidak Kondusif

Ini menunjukkan betapa sedikit usaha untuk memasyarakatkan bahasa Arab. Apalagi tayangan-tayangan rendah tak bermutu di media-media cetak dan elekktronik, semakin menjauhkan umat dari bahasa Arab. Kalaupun toh ada tayangan bahasa Arab, itupun sudah didubbing. Juga lingkungan kita kental dengan bahasa prokem, misalnya. Inipun akan semakin mempersulit nasyrul fikrah tentang lughah al-Arab.

3. Budaya yang tidak Islami

Sebagian ummat Islam menganggap Eropa adalah segala galanya. Inilah antara lain yang menyebabkan tumbuhnya budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak Islami menjadi bagian kehidupan yang tak terpisahkan. Dari masalah mode gaya bicara hingga seluruh gaya hidup. Kebiasaan menulis dari sebelah kitri misalnya, akan menyulit-kan ketika harus menulis bahasa al-Qur‘an dari kanan.

4. Rendahnya Perhatian

Rendahnya perhatian ini lebih disebabkan minimnya literatur dan buku-buku bahasa. Malah sebaliknya, literatur Islam justru banyak dikoleksi oleh orang Barat melalui perang Salib yang mereka lancarkan.

5. Persepsi yang Keliru

Terkadang, pendidik mengatakan, bahasa Arab adalah bahasa yang sulit, kosa kata yang beragam, serta doktrin-doktrin yang menimbulkan ketakutan dan kemalasan bagi anak didik. Ini persepsi keliru.

Persepsi ini berakibat rendahnya motivasi dan malas belajar. Padahal bila dikaji, sebenarnya bahasa Arab sama dengan bahsa lain hanya banyak keistimewaan yang dimiliki sebagai sebagai 'ijaz yang khas.

Kendala-kendala ini harus dihilangkan secara perlahan dan terarah untuk memantapkan keyakinan dan motivasi serta memacu kretivitas anak didik dalam belajar.

Beberapa Catatan

Kesulitan-kesulitan dalam belajar bahasa Arab bukan merupakan suatu penghalang untuk terus maju. Sebagai bekal, perlu dicatat beberapa hal berikut:

1. Sebagai langkah yang tepat untuk menghilangkan kendala-kendala di atas adalah penanaman persepsi yang haq tentang bahasa Arab serta tersedianya sarana dan prasarana seperti bahan bacaan untuk memperkaya tsaqafah (wawasan).

2. Sebagai generasi muslim, hendaknya menyadari pentingnya bahasa Arab dalam kehidupan keislaman. Faktor yang menentukan dan strategis adalah ma’nawiyah serta dukungan lingkungan yang kondusif.

3. Jangan takut salah dalam belajar. Hendaklah aktif dinamis serta mencoba dan terus mencoba.

4. Belajar bertahap sesuai kemampuan perbendaharaan kata yang dimiliki (dalam bercakap-cakap) kemudian gramatika. Mempelajari kata hari-perhari mulai kata benda, kata kerja, menyusun kalimat sederhana, dan latihan-latihan kalimat yang makin sempurna.

Semoga ulasan ini bisa memotivasi anda untuk lebih semangat dalam mempelajari bahasa arab. Dan semoga Alloh mudahkan kita dalam memahami bahasa arab. Aamiin

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru