Iklan Atas Zona Muslim

Memberi Salam Hanya Kepada Yang Dikenal Adalah Tanda Kiamat?
4/ 5 stars - "Memberi Salam Hanya Kepada Yang Dikenal Adalah Tanda Kiamat?" Benarkah Memberi Salam hanya kepada Orang yang Dikenal adalah salah satu tanda Kiamat? Al Aswad bin Yaziid berkata : أُقِيمَتِ الصَّ...

Memberi Salam Hanya Kepada Yang Dikenal Adalah Tanda Kiamat?



Benarkah Memberi Salam hanya kepada Orang yang Dikenal adalah salah satu tanda Kiamat? Al Aswad bin Yaziid berkata :

أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فِي الْمَسْجِدِ، فَجِئْنَا نَمْشِي مَعَ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، فَلَمَّا رَكَعَ النَّاسُ، رَكَعَ عَبْدُ اللهِ وَرَكَعْنَا مَعَهُ، وَنَحْنُ نَمْشِي، فَمَرَّ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ، وَهُوَ رَاكِعٌ: صَدَقَ اللهُ وَرَسُولُهُ، فَلَمَّا انْصَرَفَ، سَأَلَهُ بَعْضُ الْقَوْمِ: لِمَ قُلْتَ حِينَ سَلَّمَ عَلَيْكَ الرَّجُلُ: صَدَقَ اللهُ وَرَسُولُهُ؟ قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: " إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ، إِذَا كَانَتِ التَّحِيَّةُ عَلَى الْمَعْرِفَةِ " 

“Sholat telah ditegakkan di masjid, maka kami mendatangi dengan berjalan bersama Abdullah bin Mas’ud, ketika para jama’ah telah ruku’, Abdullah Rodhiyallahu anhu ruku’, maka kami pun ruku’ bersama beliau, sambil berjalan. Lalu seseorang melewati Ibnu Mas’ud dan berkata : ‘As-Salaamu ‘alaika wahai Abu Abdir Rokhman, maka Abdullah berkata dalam keadaan ruku’ : ‘benarlah Allah dan Rasulnya. Maka ketika selesai, sebagian orang bertanya kepadanya : ‘mengapa engkau mengatakan kepada orang yang memberi salam kepadamu, benarlah Allah dan Rasul-Nya?’. Beliau menjawab, aku mendengar Rasulullah bersabda : “termasuk tanda kiamat adalah salam penghormatan kepada orang yang dikenal saja”.

Takhrij hadits : 

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “Al Musnad” (no.3664 ) dan Imam Ibnu Abi Syaibah dalam “Al Musnad” (no. 210), semuanya dari jalan :
 
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنْ عَامِرٍ، عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ

“Haddatsanaa Ibnu Numair dari Mujaalid dari ‘Aamir dari Al Aswad bin Yaziid ia berkata : “Al Hadits”.

Kedudukan sanad : 

Imam Al Albani dalam “Silsilah hadits Shahihah” (no. 6) berkata :

“Perowinya tsiqoh semuanya, kecuali Mujaalid ibnu Sa’id ia tidak kuat, namun dikuatkan dengan riwayat lain. Syariik telah meriwayatkan dari ‘Ayaasy Al ‘Aamiruy dari Al Aswad bin Hilaal dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah bersabda :

أَنْ يُسَلِّمَ الرَّجُلُ عَلَى الرَّجُلِ، لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا لِلْمَعْرِفَةِ

“Seorang memberi salam kepada orang lain, tidaklah ia member salam kecuali kepada yang dikenal” (HR. Ahmad (1/405-406). 

Ini sanadnya “Jayyid” untuk Syawaahid dan Al Mutaba’aat (penguat). Perowinya seluruhnya tsiqot selain Syariik bin Abdillah Al Qoodhiy, ia jelek hapalannya, namun dengan adanya hadits dari jalan sebelumnya, menjadikan tenang dihati untuk menetapkannya dan menunjukkan Syarik menghapal hadits ini.

Tambahan yang menguatkan hadits adalah jalan yang ketiga dari Ibnu Mas’ud secara marfu’ secara makna, aku telah mentahkrijnya sebelumnya. 

أَنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ

“Sesungguhnya dekatnya hari kiamat yaitu memberikan salam kepada orang yang khusus (yang ia kenal-pent.)” (HR. Ahmad) -selesai-.

Hadits diatas juga dihasankan oleh asy-syaikh Syu'aib Arnauth.

Fiqih Hadits :

1. Makruhnya mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenal saja, karena ini perbuatan tidak baik, dapat menyebabkan kesan yang tidak nyaman kepada orang lain yanh tidak dikenal tersebut. 

2. Lafadz umum diatas umum kepada siapa saja yang ditemui yang tidak dikenal, tapi yang dimaksud khusus, yaitu kepada orang islam, tidak kepada orang kafir. Karena adanya larangan mendahului mengucapkan salam kepada orang kafir. [Wallahul a'lam] PenulisUst. Neno Triyono

Yang Baru Zona Muslim

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru